Lapangan Berlumpur Pray For Jakarta 21 Mei 2016

Di hari kedua acara Pray for Jakarta Tuhan terus menunjukkan kasih setiaNya atas kota Jakarta sekalipun sejak siang hari hujan terus turun hingga acara dimulai. Lapangan tempat berlangsungnya acara menjadi lapangan berlumpur. Hujan masih turun saat semua jemaat berdatangan. Akhirnya acara dimulai dan jemaat dikumpulkan di sebuah tenda darurat yang disiapkan. Para umat Tuhan diantarkan dengan kendaraan-kendaraan sewaan melewati jalanan kecil yang licin dan berlumpur untuk bisa memasuki tenda darurat.

Di tengah hujan yang turun ibadah dimulai. Semua yang hadir diajak untuk tetap menaikkan pujian dengan sukacita, percaya Tuhan sanggup menghentikan hujan dan melakukan mujizatNya.

Bpk. Constantin Damaani maju memberikan kesaksian atas kesembuhan yang dialaminya dari mata buta selama 3 bulan karena ada penggumpalan darah pada mata dan dokter menyatakan tidak dapat disembuhkan lagi. Dia terus berharap kepada Tuhan sehingga akhirnya hadir dalam sebuah kebaktian kesembuhan dan pada kehadiran yang ke tiga ia mengalami mujizat. Matanya dapat melihat dengan normal.

Kesaksian dilanjutkan oleh Ibu Pdt. Evi Kapooh (GKIN) yang memberikan kesaksian saat melayani di Pray for Jakarta bulan April lalu. Ia menyatakan bahwa dalam segala situasi, bahkan dalam kondisi yang di tengah hujan dan tanah berlumpur KKR dapat terus berlansung dan Tuhan tetap hadir menyatakan kuasaNya. Dilanjutkan dengan Pdt. Dahlia Romauli (Pray for Cities) saat tim PFC melayani di Humbahas. Diceritakan mengenai pelayanan di Desa Bakara yang penuh dengan berhala dan kuasa kegelapan. ‎Tuhan bekerja dengan luar biasa. Salah satu dukun akhirnya bertobat dan menerima Yesus pada saat KKR diadakan. Dilanjutkan dengan kesaksian ibu Chrisdianti Sonya (Pray for Cities) yang menceritakan bagaimana Tuhan melakukan mujizat saat tim PDC melayani di Desa Palulukon. Desa ini memiliki banyak orang tuli dan saat diadakan KKR semua orang tuli disembuhkan. Kesaksian berikutnya diberikan oleh Pdt. Arie Assa (GKIN) yang baru pulang dari melayani di Pray For Mataram hari Jumat kemarin bagaimana banyak orang disembuhkan dari berbagai sakit penyakit, diantaranya kanker serviks dan lumpuh selama 3 tahun.

Hamba Tuhan, Bpk. Ev. Paul Budianto (Gereja Katolik Santo Lukas) maju membagikan Firman Tuhan yang diambil dari Mrk 10 : 46 – 52 “Yesus menyembuhkan Bartimeus”
Bartimeus adalah seorang pengemis buta yang percaya hanya dengan mendengar bahwa Yesus sanggup menyembuhkan dia. Bartimeus beriman asalkan Tuhan mendengar akan jeritannya dia percaya Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan dia. Dia terus berseru-seru, “Yesus, Anak Daud sembuhkan aku.” Dia terus berseru-seru dan Yesus mendengar seruannya. Pada saat kita berseru, berdoa dan memohon maka kita harus percaya‎ bahwa Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan. Sekarang apakah kita mau percaya bahwa Tuhan Yesus sanggup ‎menolong kita? Jiwa-jiwa yang hadir diundang untuk bangkit berdiri sambil berseru kepada Tuhan, sama seperti Bartimeus menanggalkan jubbah dosanya. Semua bangkit berdiri dan berdoa menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi.

‎Puji Tuhan hujan berhenti pada pukul 19.30 dan semua pun dapat berpindah memasuki lapangan. Semua terus diajak menaikkan puji-pujian dan menyiapkan diri mendengarkan Firman Tuhan. Sekalipun memang lapangan sangat becek tetapi semua jemaat dan konselor tetap bersemangat dan bersukacita melanjutkan ibadah.

‎Sebuah film kesaksian kesembuhan ditayangkan. Sebelumnya ada cupilikan kotbah Pdt. Jacob Sumbayak (Pray for Cities) dalam event Pray for Jakarta bulan April lalu di Gambir Expo Kemayoran. Diambil dari Lukas 5 dimana ketika Yesus datang kita memiliki anugerah memilih apakah akan masuk dalam kekekalan atau ke kedalam neraka. Mungkin murid-murid memiliki suatu kegagalan untuk mengenal akan Tuhan bahkan negatif thingking kepada Tuhan. Mungkin Tuhan tidak perduli kalau mereka binasa. Tetapi Yesus bangkit dan membuat segala sesuatu menjadi berubah. Kalau Tuhan ada di tengah-tengah kita dan kita menghadapi Tuhan yang besar, Yesus namaNya maka kita akan menghadapi satu kebenaran dan anugerah untuk kita dapat percaya kepada Tuhan.

Film kesaksian berikutnya adalah mengenai Ibu Mia Kristiana yang disembuhkan dari sakit Kanker Serviks stadium 3 dalam acara Pray For Singaraja‎ 3 Maret 2016, Betapa Tuhan baik dan terus melakukan mujizatNya. Ibu ini divonis dokter tidak bisa sembuh dan harus dikemoterapi tetapi imannya membawanya menerima kesembuhan. Dia datang dalam keadaan terbaring dan diangkat dengan kasurnya. Tapi malam itu dia bisa bangkit berdiri dengan kuat dan berjalan dengan normal. Tuhan menyembuhkan.

Firman Tuhan dilanjutkan oleh Kapten Erlin (Gereja Bala Keselamatan) yang diambil dari Markus 10 : 50, melanjutkan perikop yang disampaikan sebelumnya. Orang buta itu, Bartimeus, berseru kepada Yesus dan berkata Yesus Anak Daud kasihanilah aku, Yesus anak Daud kasihanilah aku. Kita ada di tempat ini karena Yesus mau memanggil setiap kita. ‎Orang buta ini amat berharap disembuhkan dan percaya bahwa Yesus sanggup menyembuhkan. Bagi Allah tidak ada yang mustahil, bagi Allah tidak ada yang tidak mungkin. Ketika kita percaya bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan maka Tuhan sanggup menolong dan menyembuhkan setiap kita, asalkan kita meminta dengan Iman bahwa hanya Yesus yang sanggup menyembuhkan kita.

Seluruh pendoa dan konselor diundang untuk maju dan jiwa-jiwa yang sakit juga maju Doa kesembuhan dipimpin oleh ‎Ibu Evi Kapooh (GKIN), Pdt Herwantoro (Pray for Jakarta), Pdt Roy Sumlang (Gereja Kristen Baitany)

Pemandangan yang sangat luar biasa. Para konselor dan mereka yang sakit harus berdiri di atas lapangan yang amat becek dan berlumpur tapi semua tetap berdoa dengan penuh kesungguhan dan semangat. Tuhan hadir dan bekerja menyatakan kuasaNya.

Berbagai mujizat pun terjadi, yaitu disembuhkan dari : tangan sakit selama 4 bulan, sakit pinggang dan perut selama 3 tahun, sakit pada bagian hidung selama 3 tahun, punggung dan dada nyeri, pinggang dan telinga tidak bisa mendengar selama 5 tahun dan miigren, sakit asam lambung, stroke ringan sebelah kanan, sakit jantung coroner, stroke selama 2 tahun tidak bisa berjalan, benjolan selama 3 tahun‎ di belakang kepala lenyap, stroke tidak bisa beralan pakai tongkat, S‎akit 1 bulan sakit di tangan sebelah kiri, Sakit tdk bisa jongkok 2 bulan, sakit kepala akibat kecelakaan 4 th lalu, Sakit di kaki tdk bisa jalan, Sakit paha sebelah kanan 10 thn, Sakit stroke sebelah kanan 1 th, Sakit sejak umur 7 bulan dan Sulit berjalan serta Tangan sulit menggenggam, sakit tumor payudara . Tumor sebesar telor puyuh.

Doa syafaat dinaikkan bagi bangsa dan kota Jakarta, dipimpin oleh Pdt.Henrijanto (GPPI Kasih Karunia), Pdt Ari (GKIN Taman Firdaus), Penatua Berty Kailen (Mount Carmel Ministry)

‎Pdt. Jul Allens memberitakan tantangan bagi yang rindu menyerahkan diri melayani Tuhan. Mereka yang mengangkat tangannya didoakan.

Ibadah ditutup dengan doa oleh Bpk. Pdt. Corlis Napitupulu (GKNS), ketua panitia event ini. Sungguh ajaib dan dahsyat yang Tuhan lakukan bagi umatNya malam hari itu. Terpujilah nama Tuhan.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram