Pray For Cities Online Sulawesi kembali berlangsung pada hari Rabu, 5 Agustus 2020 dengan tema Yesus Kristus Tetap Sama, dan dapat diikuti secara online melalui Facebook dan Youtube.

Pray For Cities Online kali ini dilayani oleh Pdt. Serlin S. Tamanyo (Gereja Kristen Sulawesi Tengah Eli Syalom Kele’i, Klasis Panoma Timur, Sulawesi Tengah); Pdt. Ferry Rawung (Gereja Anugerah Bethesda Kolaka, Sulawesi Tenggara); Pdt. Lieke L. L. Repi-Wuisan (Gereja Pantekosta di Indonesia Pusat Tondano, Sulawesi Utara); Pdt. Andri Thio (Jangkar Iman) dan Ev. Ruth Siregar (KPPI Ministry).

 

Yesus Kristus Tetap Sama

Pdt. Serlin S. Tamanyo menyampaikan Firman Tuhan dari Ibrani 13:8 yang mengatakan “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Firman Tuhan membawa kita mensyukuri akan kasih Tuhan kita Yesus Kristus yang tidak pernah berubah dahulu sekarang dan selama-lamanya. Kasih-Nya tetap sama dan Dia tidak pernah tinggalkan kita, karena Dia hendak menyelamatkan kita. Kasih Yesus tidak berubah, tangan-Nya tetap terulur untuk kita yang saat ini sedang mengalami banyak pergumulan, tantangan hidup, sakit penyakit, kemiskinan, bahkan segala pergumulan.

Saat ini melalui acara Pray for Cities Sulawesi, kita membawa diri kita lebih dekat lagi kepada Tuhan, karena hidup kita terbatas dan kita tidak tahu berapa lama lagi kita akan hidup. Tetapi Tuhan menyediakan hidup yang kekal dan tidak terbatas dan mari kita sambut kasih Tuhan yang besar ini, yang rindu untuk menyelamatkan kita dan menyampaikan kasih-Nya yang tidak terbatas.

Kasih Yesus yang tetap sama baik kemarin, sekarang, dan selama-lamanya menjadi sukacita bagi kita semua untuk membuka hati dan datang kepada Tuhan, menerima keselamatan yang sesungguhnya daripada Nya. Kita tidak akan menyia-nyiakan dan menolak kasih Tuhan yang sungguh-sungguh mengasihi kita semua.Tidak ada kata terlambat untuk datang kepada Tuhan, mari kita buka hati dan datang kepada Tuhan.

Lalu Pdt. Ferry Rawung membacakan ayat Firman Tuhan dari Yohanes 3:16 yang mengatakan “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Kemudian memimpin doa bagi yang mau untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Setelah itu berdoa bagi yang rindu dipakai untuk melayani Tuhan dengan terlebih dahulu membacakan Lukas 10:2 yang berbunyi: Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.

 

Tuhan Yesus Sanggup Menyembuhkan

Setelah itu Pdt. Lieke L. L. Repi-Wuisan menyampaikan Firman Tuhan tentang kesembuhan dari Matius 9:12-13 Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.”

Kita punya tabib segala tabib yaitu Yesus Kristus yang penuh dengan belas kasihan sehingga Dia datang bukan untuk orang benar tetapi untuk orang berdosa diselamatkan. Termasuk orang sakit yang memerlukan tabib, sebab bukan orang sehat yang memerlukan tabib.

Bagi mereka yang sudah diampuni karena mengakui dosa maka ada jawaban yang pasti yaitu mereka yang sakit apapun akan mengalami kesembuhan kalau datang kepada Nya dengan mengakui kesalahannya.Jika kita sakit bertahun-tahun dan meminta kepada Tuhan, Tuhan siap untuk menyembuhkan kita. Penyakit apapun yang kita alami, percayalah bahwa Tuhan sedang mendengar seruan doa kita.

Ayat Firman Tuhan dalam Matius 20:32-34 tentang bagaimana Tuhan Yesus menyembuhkan dua orang yang buta menceritakan bagaimana orang buta ini ditegor dan tidak disukai karena berteriak-teriak memanggil Yesus. Tetapi Yesus dengan belas kasihan mendengar teriakannya dan bertanya apakah yang kamu mau Aku lakukan. Mereka memohon agar dapat melihat dan Tuhan menjamah mata mereka sehingga mereka dapat melihat.

Jika yang buta Tuhan dapat sembuhkan maka sakit perut, sakit kepala, tumor, ataupun kanker, kita percaya bahwa Yesus mau untuk menyembuhkan bagi kita yang berseru dan memanggil namaNya. Kita punya tabib namanya Yesus yang berkuasa dan tidak pernah berubah. Apapun yang kita alami saat ini, jangan takut dan jangan kuatir. Tuhan mendengar teriakan kita dan Dia mau menyembuhkan kita.

Kemudian Pdt. Andri Thio mendoakan setiap orang yang mengalami sakit, supaya kuasa mujizat kesembuhan terjadi. Sebelumnya dibacakan ayat Yesaya 53:5 “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Acara dilanjutkan dengan doa syafaat bagi Pulau Sulawesi dan bangsa negara, Pdt. Ferry Rawung berdoa bagi Pulau Sulawesi, bagi pemerintahan yang ada dari DPRD, Gubernur, Bupati dan seluruh jajarannya supaya diberikan hikmat untuk menjalankan pemerintahan. Kemudian Pdt. Andri Thio berdoa bagi Presiden dan Wakil Presiden, aparat keamanan dan supaya wabah penyakit berlalu dari bangsa ini. Juga mendoakan hasil pertanian dan seluruh masyarakat Indonesia.

Rangkaian acara Pray For Cities Online bSulawesi ditutup dalam doa oleh Ev. Ruth Siregar. Kemudian disampaikan juga beberapa pengumuman mengenai layanan doa, jadwal Pray For Cities Online selanjutnya dan arahan untuk tetap menjalankan protokol kesehatan pada masa new normal. [vnt/ver]

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.