Puji Tuhan Pray For Cities (PFC) Papua secara online dapat diselenggarakan pada hari Rabu, 27 Mei 2020, yang dapat diikuti melalui Facebook dan Youtube.

PFC Online Papua ini dilayani oleh Pdt. Mathius Dolly (GKP Pemulihan, Serui – Papua); Pdt. Jevri Terok (GPKAI Enaimo, Amban Manokwari); Pdt. Misradi (GPT Kristus Ajaib, Bintuni); Pdt. Arthur Watung (GPI Imanuel, Sentani Jayapura); dan Pdt. Simon Wagner (KPPI Ministry).

 

Yesus Jalan Kebenaran dan Hidup

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Mathius Dolly dari kitab Yohanes 14:1-6 dan fokus pada ayat ke-6 tentang Yesus adalah jalan dan kebenaran dan hidup. Keselamatan dan kehidupan manusia hanya sementara, tetapi ada kehidupan setelah kematian, yakni sorga dan neraka. Keselamatan dan hidup kekal di Sorga hanya didapat dalam Tuhan Yesus. Mengapa? Karena Tuhan Yesus mati di atas kayu salib menebus dosa kita. Roma 3:23 mengatakan karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.

Kedua, karena Tuhan Yesus telah bangkit dari antara orang mati. Sesuai Yohanes 11:25 yang berkata “Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepadaKu, ia akan hidup walaupun ia sudah mati”.

Ketiga, Tuhan Yesus akan datang menghakimi semua orang. Serahkan hidupmu kepada Tuhan dan terima Dia sebagai Juru Selamat.

Firman Tuhan dilanjutkan dengan doa menerima Yesus oleh Pdt. Jevri Terok, sebelumnya dibacakan ayat Yohanes 3:16 yang berkata: karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Kemudian setiap pemirsa diajak untuk membuka hati dan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan Yesus dan Juru Selamat.

 

“Tidak Ada yang Mustahil bagi Orang Percaya!”

Selanjutnya Pdt. Misradi menyampaikan Firman Tuhan tentang kekuatan nama Tuhan Yesus yang tidak hanya menyelamatkan kita tetapi juga sanggup menolong kita dari apapun persoalan yang dihadapi. Syaratnya, asal memiliki keyakinan yang penuh kepada Tuhan Yesus.

Firman Tuhan diambil dari Lukas 5:12-13 tentang seorang yang sakit kusta yang datang pada Tuhan Yesus. Orang kusta ini yakin pada kuasa Tuhan Yesus. “Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”, demikian perkataan Yesus kepada orang kusta itu. Jika yakin padaNya maka tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, tidak hanya sakit penyakit tetapi apapun persoalan yang kita hadapi, Tuhan Yesus sanggup melakukan mujizat melalui iman. Dan siapa yang percaya kepadaNya, tidak akan dipermalukan. Ketika sepertinya keluarga sudah menolak, ada Tuhan yang sanggup menolong.

Kemudian sebelum memimpin doa kesembuhan bagi yang sakit, Pdt. Arthur Watung membacakan Firman Tuhan di dalam Yesaya 53:5 “tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita ; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Pdt. Arthur Watung mengajak semua yang sakit untuk meletakkan tangan di bagian tubuh yang sakit dan berdoa kepada Tuhan Yesus. Percaya kuasa darah Tuhan Yesus dan bilur-bilur Yesus dapat menyembuhkan segala sakit dan mujizat terjadi.

Acara dilanjutkan dengan mendoakan bangsa dan negara. Pdt.Jefri Terok yang berdoa untuk daerah Papua dan Papua Barat, untuk para pemimpin di kota dan desa dan agar gereja dapat bersatu dan taat pada peraturan pemerintah.

Pdt. Arthur Watung berdoa untuk pemimpin bangsa yaitu presiden dan para pemimpin daerah, agar diberikan hikmat Tuhan. Berdoa untuk hasil perkebunan, perikanan dari bangsa Indonesia agar semakin makmur, perekonomi agar dapat kembali normal dan wabah virus corona dapat segara selesai.

Kemudian Pdt. Simon Wagner menutup dengan doa dan menyampaikan kepada semua pemirsa agar kembali ke Gereja masing-masing, stay at home, sering cuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak. [sel/lyd]

 

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.