Pray For Cities Online Papua yang berlangsung pada hari Rabu, 17 Februari 2021 Jam 19.00 WIT dapat disaksikan melalui Facebook, Youtube dan Instagram.

Dilayani oleh:⁣

• Pdt. Surianto Berutu, Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Jemaat Shallom, Kaimana Papua Barat.⁣

• Pdt. Lukas Mujiono, Gereja Bethel Indonesia (GBI) Bukit Sion, Teluk Wondama, Papua Barat.⁣

• Pdt. Hotmaria Rismawati Purba, Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Jemaat Efata Kotaraja, Jayapura, Papua.⁣

• Pdt. Alonso Simatupang, Gereja Kemah Injili Indonesia (GKII) Jemaat Gevale Gonia, Fakfak, Papua Barat.⁣

• Pilar Petra Sadoek, KPPI Ministry.⁣

 

Kasih Allah yang besar

⁣Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Surianto Berutu dari Injil Yohanes 3:16.

Yesus datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan manusia, Allah tidak menemukan orang benar dalam dunia ini tetapi orang berdosa sehingga di Roma 3:23 mengatakan bahwa orang-orang di dalam dunia ini sudah berdosa, tetapi karena Kasih Allah yang besar Ia mengaruniakan anak-Nya Yesus Kristus. Allah menemukan kita bukan karena kita benar tetapi menemukan kita sebagai orang berdosa. Di Roma 6:23 dikatakan upah dosa adalah maut, seharusnya kita yang harus dihukum, disalibkan karena pelanggaran dosa kita tetapi Yesus mau disalibkan. Luarbiasa kasih Allah, siapakah kita ini? Kita sering melakukan dosa tetapi Yesus sangat mengasihi kita, Allah sangat mengasihi kita sampai hari ini.

Tuhan masih memberikan kesempatan bagi kita untuk datang pada Yesus bahkan di Firman Tuhan dalam Kisah Rasul 4:12 mengatakan bahwa keselamatan hanya dalam Kristus Yesus dan tidak ada jalan lain. Itulah kasih Allah yang sangat besar bagi kita.

Ada tiga kasih Allah yang sangat besar:

Pertama, Yesus datang menyelamatkan kita yang berdosa, siapakah kita ini dimana Tuhan datang menyelamatkan kita.

Kedua, memberikan Roh Kudus sebagai Penolong karena Allah tahu kehidupan kita dalam mengikut Tuhan.

Ketiga, Allah memberi jaminan hidup yang kekal, betapa luarbiasa dan kita bersyukur karena diberikan jaminan hidup yang kekal.

Siapakah kita ? Mari datang pada Yesus, ada pengampunan seperti yang dinyatakan dalam 1 Yoh 1:9 bahwa Tuhan mau kita mengakui semua dosa kita, mari kita datang pada Tuhan karena Tuhan setia dan adil maka Ia akan mengampuni dosa-dosa kita. Allah sangat mengasihi kita, Dia tidak melihat strata kita, mungkin kita berkata kita tidak layak tetapi Allah sangat mengasihi kita sampai hari ini, pintu pengampunan masih terbuka lebar bagi siapa yang mengasihi Yesus. Buka hati kita untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat didalam hidup kita sebab kita sangat berharga dimata Tuhan maka diberikan Yesus bagi kita karena ada jaminan kekekalan sebagai orang percaya.

Setelah itu doa bagi yang mau mengambil keputusan untuk menerima Yesus dipimpin oleh Pdt. Lukas Mujiono. Sebelumnya ayat Firman Tuhan dari Yoh 3:16 dibacakan, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Kemudian Pdt. Lukas Mujiono berdoa bagi yang rindu untuk dipakai Tuhan untuk melayani Tuhan, dengan membacakan terlebih dahulu ayat Firman Tuhan dari Lukas 10:2 “Kata-Nya kepada mereka: Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

 

Berserulah pada Yesus

Kemudian Pdt. Hotmaria Rismawati Purba menyampaikan Firman Tuhan kesembuhan dari Matius 20: 29-34 tentang Yesus menyembuhkan dua orang buta.

Belajar bagaimana Tuhan Yesus menyembuhkan dua orang buta. Ada dua orang buta yang duduk dipinggir jalan, mendengar. Kata mendengar digarisbawahi, dalam Roma 10:17 dikatakan “Iman timbul dari pendengaran akan Firman Kristus.” Ketika Yesus lewat maka mereka telah mendengar bahwa Yesus sudah melakukan banyak mujizat, Yesus telah membuat mujizat di Kana air menjadi anggur, Yesus membangkitkan orang mati, Yesus mengusir roh jahat, yang terikat dibebaskan, Yesus memberi makan lima ribu orang bahkan Yesus menyembuhkan sakit kusta sehingga dua orang buta ini telah banyak mendengar yang dilakukan Yesus pada zaman itu. Ketika mereka mendengar Yesus lewat maka ada tindakan yang mereka lakukan yaitu mereka berseru, “Tuhan anak Daud kasihanilah kami.” Artinya seruan dimana mereka ingin mengalami kesembuhan karena mereka telah mendengar bahwa Yesus melakukan kesembuhan.

Dalam Injil Matius 20:31 dikatakan banyak yang menegor tetapi mereka makin keras berseru dan mereka tidak mengijinkan orang lain menghalangi mereka mengalami kesembuhan karena mereka rindu mengalami kesembuhan dari Tuhan. Roma 10:13 mengatakan barangsiapa yang berseru akan diselamatkan. Pdt. Hotmaria Rismawati Purba mengingatkan kembali Firman Tuhan sebelumnya dimana bagaimana kasih Yesus bagi kita bukan hanya menyelamatkan tetapi menyembuhkan, apakah kita berani berseru pada Tuhan sebagai orang yang pernah mendengar bahwa kuasa Yesus nyata bagi kita seperti bagi orang buta ini.

Ketika mereka berseru lebih keras lagi maka itu menarik perhatian Yesus, lalu Yesus berhenti dan memanggil mereka dan berkata, “Apa yang kamu kehendaki untuk Aku perbuat bagimu?” Ada tawaran yang luarbiasa, lalu mereka mengungkapkan isi hati mereka dan berkata, “Tuhan supaya mata kami dapat melihat.” Itulah kebutuhan mereka, mereka rindu melihat mujizat dan dalam Matius 20:34 dikatakan maka tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan.

Yesus Allah kita yang kita sembah pengasih, penyayang, Yesus bukan hanya menyelamatkan tetapi juga menyembuhkan dan ketika hati Yesus tergerak oleh belas kasihan sampai hari ini Yesus tetap melakukan perkara itu. Saat itu juga Tuhan Yesus menjamah mata mereka dan ketika itu juga mereka sembuh.

Firman Tuhan dalam Ibrani 13:8 berkata “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.” Yesus yang kita sembah tidak berubah, dulu sanggup menyembuhkan sakit kusta hari ini juga Yesus sanggup menyembuhkan segala sakit penyakit apapun yang kita alami. Jangan takut, jangan ragu karena Yesus yang kita sembah Allah yang perkasa melakukan perbuatan ajaib pada masa lalu dan pada masa saat ini juga Tuhan akan melakukan bagi kita.

Selanjutnya doa kesembuhan dipimpin oleh Pdt. Alonso Simatupang dengan membacakan Yesaya 53:5 sebagai dasar Firman Tuhan tentang kesembuhan,”Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Firman Tuhan ini menjadi kekuatan bagi kita bahwa oleh bilur-bilur Yesus kita disembuhkan ketika kita mengimani bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan.

Dalam sesi doa syafaat bagi bangsa Pdt. Lukas Mujiono berdoa khusus untuk Provinsi Papua dan Papua Barat, baik untuk gubernur, bupati, kepala distrik, kelurahan, kepala kampung,RT RW diseluruh tanah Papua. Dilanjutkan Pdt. Alonso Simatupang berdoa untuk Presiden Jokowi dan wakilnya, seluruh staff pemerintahan, para menteri dan berdoa untuk kesembuhan bagi yang sakit covid19.

Pray For Cities Online Papua malam ini ditutup oleh Ibu Pilar Petra Sadoek ( KPPI Ministry) dan mengingatkan untuk tetap mengikuti himbaun Pemerintah, agar tetap melakukan protokol kesehatan dan juga menginformasikan medsos PFC.

Tuhan Yesus memberkati.

(jen/ver)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.