Bersyukur acara Pray For Cities Papua secara online dapat diselenggarakan kembali pada hari Jumat, 16 April 2021, dan dapat disaksikan secara online melalui Facebook, YouTube dan Instagram.

Tema: Yesus Bangkit dan Menang

Dilayani oleh:

1. Pdt. Resly Birahj
Gereja Kristen Injili (GKI) Di Tanah Papua Jemaat Kapernaum.
Serui – Papua

2. Pdt. Elieser Natanael
Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT) Jemaat Petra.
Merauke – Papua

3. Pdt. Herald Monintja
Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Jemaat Moria. Fakfak – Papua Barat

4. Pdt. Mathius Dolly
Gereja Kerapatan Pantekosta (GKP) Pemulihan. Serui – Papua

5. Ev. Jeany Abrahams
KPPI Ministry

Yesus Bangkit dan Menang

Acara dibuka dalam doa oleh Pdt. Resly Birahj. Firman Tuhan pertobatan diambil dari Matius 28:8-10:

Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: “Salam bagimu.” Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: “Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku.”

Murid-murid Yesus memiliki harapan yang besar kepada Yesus karena itu murid-murid meninggalkan segalanya untuk mengikut Yesus. Saat Yesus ditangkap dan kepada-Nya difitnahkan segala yang tidak benar dan disiksa secara tidak manusiawi hingga mati dan dikuburkan, Yesus tidak melakukan apapun selain pasrah dan tidak berdaya, Akibatnya murid-murid menjadi kecewa dan kehilangan harapan, harapan itu semakin sirna ketika batu besar digulingkan ke liang kuburnya dengan penjagaan serdadu Romawi.

Rempah-rempahpun disiapkan oleh mereka untuk jenazah sang guru dan ini membuktikan bahwa didalam hati mereka tidak terbersit sedikitpun harapan Yesus akan bangkit, mereka sangat terguncang tetapi dalam guncangan yang sangat dahsyat itu secara tidak terduga Yesus menjumpai murid-murid-Nya setelah Dia bangkit sembari menyapa mereka “Salam bagimu!”  Salam itu diucapkan-Nya dalam beberapa perjumpaan dengan para murid, salam damai itu menghangatkan hati murid-murid, mereka pun dengan semangat mengabarkan perjumpaan itu kepada murid-murid yang lain.

Perjumpaan dengan Yesus setelah kebangkitan-Nya telah mengubah dukacita para murid menjadi sukacita yang besar, harapan mereka kembali bangkit, ketakutan pun hilang.

Sebagai orang percaya seringkali kita juga mengalami situasi kehidupan yang sulit dan berat terlebih dalam situasi dan kondisi pandemi Covid-19 disaat ini yang masih menjadi ancaman bagi dunia bahkan secara khusus bagi kita di Indonesia. Ada begitu banyak orang yang telah menjadi korban keadaan ini baik itu korban jiwa, harta benda, pekerjaan atau mata pencaharian bahkan secara global kondisi ini mengakibatkan krisis-krisis yang berskala besar, baik dibidang sosial ekonomi, kesehatan bahkan keamanan. Segala situasi dan kondisi ini membuat kita menjadi kehilangan pengharapan.

Peristiwa Paskah atau kebangkitan Tuhan Yesus Kristus yang baru saja kita peringati kiranya memberikan kekuatan baru, semangat serta motivasi bagi kita. Dia Allah yang tidak dapat dibungkam oleh penderitaan dan kematian, Dialah Allah yang menyertai dan memberikan kita damai sejahtera. Dialah Imanuel, karena itu percaya dan bersandarlah kepada-Nya sebagai orang-orang percaya yang telah diselamatkan. Kiranya peristiwa Paskah atau kebangkitan Kristus ini semakin memperteguh iman dan pengharapan kita kepada-Nya.

Dan bagi saudara-saudara yang belum percaya dan masih meragukan kebangkitan ini percayalah dan terimalah Yesus dalam kehidupan saudara. Bertobatlah dan datanglah kepada-Nya sebab Dia sungguh-sungguh telah mati dan bangkit dari antara orang mati demi untuk menebus segala dosa umat manusia, Dia Tuhan yang sanggup menopang dan menguatkan kita bahkan melepaskan kita dari segala penderitaan dan pergumulan hidup.

Dialah satu-satunya Jalan Keselamatan dan kasih yang kekal, ingatlah bahwa orang-orang yang membuka hati dan pikiran terhadap kebangkitan Kristus akan mengalami bahwa hidupnya berarti, hidupnya layak untuk dihidupi, hidupnya layak untuk ditempuh dengan sukacita, betapapun sulitnya yang kita hadapi saat ini sebab kebangkitan Kristus adalah jaminan, sehingga tidak percuma kita beriman dan menjalani hidup yang penuh tantangan dan kesukaran ini.

Doa menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dipimpin oleh Pdt. Elieser Natanael. Sebelumnya lebih dulu membacakan Firman Tuhan dari Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Dilanjutkan berdoa bagi yang rindu melayani Tuhan dan sebelumnya membacakan Firman Tuhan dari Lukas 10:2, Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Datang pada Yesus Sumber Mujizat

Firman Tuhan mengenai kesembuhan dibawakan oleh Pdt. Herald Monintja diambil dari Markus 1:40-42 tentang Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta. Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.” Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.

Kebenaran Firman Tuhan datang lagi untuk mengingatkan kita semua bahwa Kristus Tuhan kita Dia Allah tetap sama dahulu sekarang dan sampai selamanya. Firman Tuhan yang kita baca mengisahkan seorang yang mengalami sakit kusta yang mendapatkan kesembuhan dan mujizat dari Tuhan Yesus. Tentunya ketika dia mengalami mujizat kesembuhan itu bukan terjadi begitu saja.

Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.”

Yang pertama mengapa orang kusta ini mengalami kesembuhan, karena dia datang kepada Tuhan dengan iman percaya kepada kesembuhan, kepada Tuhan Yesus Kristus sehingga apa yang menjadi kerinduannya yaitu kesembuhan diberikan oleh Tuhan Yesus pada saat itu juga. Kita percaya bahwa nama Tuhan Yesus adalah nama yang akan memberikan bagi kita semua berkat kesembuhan dan mujizat, siapapun kita mungkin ada yang bergumul begitu lama dengan sakit penyakit, sudah mengeluarkan banyak uang untuk berobat supaya mengalami kesembuhan namun belum juga mengalami kesembuhan.

Kebenaran Firman Tuhan datang kepada kita bahwa ada Dia yang akan senantiasa melakukan perkara yang ajaib didalam kehidupan kita, yang sanggup untuk mengangkat dan menyembuhkan kita. Datang kepada Tuhan dengam penuh iman, alami persekutuan dengan Allah. Orang yang sakit kusta ini dia datang kepada Tuhan tentunya bukan tanpa resiko, dia seharusnya tidak ada dalam sekumpulan banyak orang seperti keadaan kita saat ini orang yang terinfeksi Covid-19 harus dikarantina, tetapi dia berusaha datang kepada Tuhan Yesus dengan sungguh-sungguh dan dengan percaya sehingga apa yang terjadi dia mengalami kesembuhan.

Bagian kedua yang membuat Yesus menyatakan mujizat kesembuhan didalam kehidupan orang yang mengalami penyakit kusta adalah karena orang ini datang dengan kerendahan hati dihadapan Tuhan.

Jangan keraskan hati datang kepada Tuhan, datang hampiri Dia sehingga engkau yang sudah berpuluh-puluh tahun menderita karena suatu penyakit, Tuhan sedang memperhatikanmu, Tuhan ingin sekali melihat engkau datang kepada-Nya, Dia akan melakukan mujizat didalam kehidupanmu.

Dan selanjutnya Firman Tuhan berkata dan sambil berlutut dihadapan-Nya ia memohon pertolongan katanya, “Kalau Engkau mau, Engkau sanggup mentahirkan aku.” Dia melakukan itu bagi orang kusta ini, “Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: “Aku mau, jadilah engkau tahir.”

Malam hari ini buka hatimu kepada Tuhan datang kepada Tuhan dengan kerendahan hati bawa kehidupan Saudara datang dengan iman percaya maka Yesus akan menjamah kehidupan Saudara dan apa yang diinginkan oleh orang kusta ini didapatkannya.Seketika itu juga lenyaplah penyakit orang kusta itu, dan ia menjadi tahir. Perjumpaan dengan Tuhan Yesus membuat dia menjadi tahir, dia menjadi sembuh.

Malam hari ini datanglah kepada Tuhan dengan kerendahan hati maka Tuhan pasti akan menjamah kehidupan Saudara, ingat bahwa kuasa darah Yesus yang sudah tercurah dikayu salib dan kuasa kebangkitan-Nya yang baru saja kita rayakan bersama pasti dapat menjamah kehidupan kita. Tuhan sedang bekerja didalam hati Saudara, Dia sedang mengangkat sakit penyakit didalam kehidupanmu dan engkau akan menerima mujizat kesembuhan, itu akan terjadi.

Selanjutnya doa kesembuhan dipimpin oleh Pdt. Mathius Dolly. Sebelumnya membacakan Firman Tuhan dari 1 Petrus 2:24, “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”

Mujizat selalu tersedia bagi orang percaya, sakit apapun baik sakit kepala, gangguan telingga pada pendengaran, sakit pada mata, tenggorokan, jantung, paru-paru, diabetes, darah tinggi atau Covid-19 kami percaya belas kasihan Tuhan akan dinyatakan, dalam nama Tuhan Yesus mujizat terjadi, oleh bilur-bilur Tuhan Yesus segala sakit penyakit disembuhkan.

Sesi berdoa bagi bangsa dan negara oleh Pdt. Elieser Natanael dan Pdt. Mathius Dolly. Berdoa untuk Papua dan Papua Barat dilawat Tuhan, diberi keamanan dan kesejahteraan, berdoa untuk gubernur dan wakilnya, bupati dan wakilnya, kepala distrik, camat dan pengurus kampung bekerja sesuai dengan kehendak Tuhan. Untuk TNI agar dapat bekerja menjaga keamanan bangsa.

Memberkati bangsa dan negara dan pemerintahan juga berdoa untuk Presiden Jokowi dan Wakilnya Presiden Ma’ruf Amin supaya diberi

hikmat untuk memimpin bangsa Indonesia dan diberi kesehatan, juga untuk TNI Polri mengawal kesatuan bangsa.

Ibadah Pray For City ditutup doa oleh Ev. Jeany Abrahams dan memberikan pegumuman untuk melakukan protokol kesehatan serta sosial media Pray for Cities yang dapat akses oleh para pemirsa.

Demikian rangkaian acara Pray For Cities Online Papua.

Tuhan memberkati.

(ktn/ver)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.