Puji Tuhan, Pray For Cities (PFC) secara online diselenggarakan pada hari Jumat, 22 Mei 2020 dan dapat diikuti melalui Facebook dan Youtube.

PFC Online kali ini dilayani oleh Pdt. Abner Latue (GPM Ebenhaizer, Ambon), Pdp. Ma’ie Dharwanto (GPIBI, Singkawang, Kalimantan Barat), Pdt. Made Narawati (GKPB Merta Urip Lukluk, Badung, Bali), Pdt. Lefrand Lembolangi (Gereja Bethany, Luwuk, Sulawesi Tengah), dan Pdt. Yohanes Handi (KPPI Ministry).

Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang

Firman Tuhan disampaikan dari Yohanes 8 : 1-11 oleh Pdt. Abner Latue tentang perempuan yang berzinah yang diampuni oleh Tuhan Yesus.

Perzinahan adalah sebuah perbuatan yang sangat bertentangan dengan apa yang Tuhan mau dalam hidup ini dan oleh karena itu perzinahan adalah sesuatu yang dilarang oleh Tuhan dan tidak boleh dilakukan oleh siapapun. Dalam Firman Tuhan yang kita baca, peristiwa yang terjadi adalah orang Farisi dan ahli-ahli Taurat justru membawa perempuan yang kedapatan berbuat zinah datang pada Yesus. Ini sebuah kenyataan bahwa Yesus harus memberikan respon terhadap kenyataan ada, perempuan yang melakukan perzinahan itu menurut hukum tidak dapat diterima’

Apa yang dilakukan oleh Yesus? Yesus justru memberikan jawaban yang sangat kontradiktif. Ketika ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berkeinginan menghukum perempuan itu, Yesus sebaliknya, Ia memberikan respon yang luar biasa baik. Dia berkata bahwa diantara ahli Taurat dan orang Farisi yang tidak pernah melakukan dosa, biarlah ia yang pertama melempari perempuan itu dengan batu. Dan mereka memilih mengundurkan diri, karena mereka sadar bahwa mereka adalah juga orang-orang berdosa.

Kemudian Yesus bertanya pada perempuan itu, “Dimanakah mereka yang hendak melempari kamu dengan batu? “ Perempuan itu menjawab, “Mereka semua telah pergi dan tidak ada yang menghukum saya.” Dan Yesus pun berkata, “Aku pun tidak akan menghukum engkau.” Yesus mengasihi perempuan itu walaupun perzinahan merupakan perbuatan yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama. Namun disitu ada cinta kasih yang besar yang dikedepankan oleh Yesus. Yesus berkata Aku pun tidak menghukum engkau, pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.

Ketika ada perjumpaan dengan Yesus banyak orang punya persoalan, tapi Tuhan menawarkan yang terbaik, Tuhan menginginkan ada pertobatan, dan itu dimulai ketika ada perjumpaan dengan Tuhan Yesus. Yesus berkata bahwa Aku pun tidak menghukum engkau, pergilah dan jangan berbuat dosa mulai dari sekarang.

Apakah saudara punya masalah? Yesus berkata marilah kepadaku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kepadamu kelegaan. Alkitab berkata dalam Yesaya 1 : 18 mengatakan bahwa sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba. Siapapun engkau, engkau adalah ciptaan Tuhan yang termulia.

Ketika engkau merasa dosamu begitu banyak, Yesus sanggup mengampuni engkau. Dia menyatakan cinta kasih Nya kepada engkau. Tuhan menerima engkau, Tuhan mau mengampuni engkau, Tuhan mengasihi engkau.

Kalau saudara berbuat dosa dan saudara tahu saudara orang berdosa, ketahuilah hanya Yesus yang sanggup menyelamatkan. Datanglah sekarang kepada Yesus, Ia sanggup untuk menyelamatkan engkau. Ia mengulurkan tanganNya kepadamu. Yesus mencintai kita dan telah mati bagi kita. Hanya Yesus yang dapat membebaskan kita dari hukuman dosa. Percayalah kepadaNya, kasihNya membebaskan kita. Hanya Dia Juruselamat kita.

Kemudian doa terima Tuhan Yesus dipimpin oleh Pdp. Ma’ie Dharwanto. Sebelumnya Firman Tuhan dalam Yohanes 3:16 dibacakan: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.

 

Kuasa Yesus Sanggup Menyembuhkan Segala Penyakit

Selanjutnya Firman Tuhan tentang kesembuhan disampaikan oleh Pdt. Made Narawati dari Lukas 11 : 14-20 tentang Yesus menyembuhkan seorang yang bisu. Penyakit bisu ini disebabkan oleh kuasa setan yang membelenggu dan mengikat orang bisu itu sehingga ada masalah pada lidahnya. Tanpa meminta, Yesus tahu kebutuhan yang paling dibutuhkan oleh orang bisu itu, yaitu disembuhkan. Hanya kuasa Allah yang sanggup melakukannya sehingga orang bisu ini menjadi sembuh.

Pdt. Made Narawati mengajak setiap orang untuk datang dan mendekat kepada Yesus, menantikan Yesus. Kuasa Yesus sanggup menyembuhkan kita semua. Kuasa Yesus melebihi kuasa di dunia ini. Kuasa Allah yang dinyatakan oleh Tuhan Yesus sanggup memberikan kesembuhan atas semua sakit penyakit.

Kemudian doa kesembuhan dipimpin oleh Pdt. Lefrand Lembolangi. Sebelumnya Firman Tuhan dibacakan dari Yesaya 53:5 yang berkata: “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh”.

Dengan iman penyakit apapun yang ada dalam tubuh saudara, oleh bilur-bilur Tuhan Yesus disembuhkan. Kuasa sakit penyakit di dalam tubuh saudara dihancurkan di dalam nama Tuhan Yesus. Kesembuhan terjadi, pemulihan dari Tuhan terjadi dan mujizat terjadi atas kita semua.

Kemudian doa syafaat dipimpin oleh Pdp. Ma’ie Dharwanto untuk pemerintahan, untuk pemimpin bangsa dan aparat keamanan. Dilanjutkan oleh Pdt. Lefrand Lembolangi, memberkati bangsa Indonesia dari berbagai sektor: pertanian, pertambangan dan sektor-sektor lainnya. Juga berdoa untuk wabah Covid-19 supaya setiap mereka yang sakit disembuhkan, supaya penyebarannya berhenti dan juga berdoa untuk perlindungan Tuhan bagi tenaga medis.

Acara Pray For Cities Nasional ditutup oleh Pdt. Yohanes Handi, tidak lupa mendoakan gereja-gereja di seluruh Indonesia supaya bersatu dan menjadi terang bagi bangsa ini. Juga diingatkan untuk kita semua tetap menuruti aturan pemerintah untuk stay at home. [pau/lyd]

 

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.