Puji Tuhan Acara Pray For Cities Jawa secara online dapat diselenggarakan pada hari Rabu, 17 Februari 2021 dan dapat diikuti melalui Facebook, Instagram dan YouTube.

Pray For Cities online Jawa kali ini dilayani oleh :

• Pdm. Rendi Christiawan, Gereja Baptis Indonesia (GBI) Pos PI Pacitan, Jawa Timur.

• Pdt. Yohanes Kristiyono, Gereja Kristen Muria Indonesia (GKMI) Welahan, Jepara, Jawa Tengah.

• Pdt. Victor Lesnussa, Gereja Kristen Perjanjian Baru (GKPB) Subang, Jawa Barat.

• Pdt. David Jemmy Weku, Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Elim Pacitan, Jawa Timur.

• Yusuf Farid, KPPI Ministry.

 

Pertobatan Sejati

Pdm. Rendi Christiawan membuka dalam doa lalu melanjutkan untuk membacakan firman Tuhan tentang pertobatan sejati dalam Injil Markus 1:14-15, “Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

Pertobatan apakah hanya sekedar penyesalan atau legalitas sebagai orang Kristen? Kita akan melihat apa arti dari pertobatan yang sejati. Kalau kita lihat dalam Injil Markus ini setelah Tuhan Yesus dibaptis dan mengalami pencobaan di padang gurun, Ia memberitakan Injil bahwa waktunya telah genap, berbicara tentang waktunya telah digenapi. Tercatat dalam Lukas 4:17-21 “Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis:  “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.” Yesus mengucapkan tergenaplah nats bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias, yang artinya Kristus yang diurapi.

Yesus menyerukan pertobatan yang disebut metanoia yaitu perubahan hati dan pikiran kita secara utuh. Perubahan yang merupakan komitmen dan perubahan diri kita ke arah Kristus, contohnya Saulus yang membenci Yesus dan berubah menjadi pengikut Yesus. Pengenalan akan Tuhan adalah hal yang penting bagi kehidupannya. Pertobatan bukan saja perubahan dari jahat ke baik, tetapi ada sebuah komitmen, pertobatan kepada Yesus akan mendatangkan kepastian. Oleh karena itu Yesus berseru bukan saja bertobat tetapi percaya kepada Injil.

Pertobatan itu adalah anugerah. Pertobatan yg sejati adalah datang kepada Tuhan Yesus, percaya kepada Tuhan Yesus. Kalau kita belum mengalami pertobatan, datang lah kepada Tuhan Yesus. Jangan takut mengakui kesalahan kepada Tuhan Yesus. 1 Yohanes 1:9 mengatakan jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Diingatkan kembali untuk sungguh-sungguh bertobat dan setia kepada Tuhan.

Dilanjutkan oleh Pdt. Yohanes Kristiyono berdoa bagi yang mau menerima Tuhan Yesus dan membacakan dasar firman Tuhan dari Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Pdt. Yohanes Kristiyono mengajak untuk percaya kepada Tuhan Yesus dan menuntun pemirsa untuk berdoa menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan juga mendoakan pemirsa untuk melayani Tuhan dan menjadi berkat dan membacakan firman Tuhan dari Lukas 10 : 2 “Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Iman yang mengerjakan mujizat

Pdt. Victor Lesnussa  melanjutkan memberitakan firman Tuhan dengan membacakan Markus 10:46-52 tentang Yesus menyembuhkan Bartimeus.

Inilah sebuah kisah dimana Yesus masuk ke sebuah kota bernama Yerikho, waktu kesana banyak orang berbondong-bondong mengikuti Yesus dan seorang buta bernama Bartimeus berseru seru ketika dia mendengar Tuhan Yesus.

Ada tiga hal yang dilakukan Bartimeus untuk mendapatkan mujizat kesembuhan :

Pertama, mengenal Tuhan Yesus dengan benar. Bartimeus sekalipun dia buta, dia percaya dan mengenal Tuhan Yesus. Tuhan Yesus yang kita sembah adalah Allah pencipta langit dan bumi. Bartimeus bisa mengucapkan kata Yesus, Anak Daud, darimana dia bisa mengetahui Yesus adalah anak Daud, yaitu karena Dia mendengar tentang siapakah itu Yesus yang banyak menyembuhkan orang sakit, dan dia menjadi percaya kepada Tuhan Yesus bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias yang dijanjikan sesuai kitab suci.

Kedua, menutup telinga kita dari hal-hal yang bisa membuat melemahkan iman kita. Karena orang yang banyak itu berusaha menegor dia untuk diam. Kita harus menguatkan iman kita, walaupun mungkin dokter berkata tidak ada harapan lagi.

Ketiga, harus bertindak dengan iman dan berlari kepada Tuhan Yesus, dia menanggalkan jubah-Nya dan pergi menghadap Yesus. Dia tidak menunggu lama, tetapi dia segera berlari kepada Yesus, dia yang buta langsung segera mendapatkan Yesus walaupun banyak tantangan yang dia lewati karena dia buta.

Kabar gembira bagi semua yang sakit, percaya kepada Yesus, terima dengan iman dan bertindak dengan iman maka Tuhan sudah menyembuhkan.

Pdt. David Jemmy Weku mendoakan semua pemirsa yang sakit dan terlebih dahulu membacakan kebenaran firman Tuhan dari 1 Petrus 2:24, “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”

Kemudian Pdt. Yohanes Kristiyono  memimpin doa syafaat, berdoa bagi pulau Jawa. Bagi gubernur, bupati dan seluruh jajarannya agar diberikan hikmat untuk membawa masyarakat seluruh penduduk pulau Jawa semakin aman, kondusif dan damai sejahtera. Dan berdoa untuk pemerintahan daerah dari yang tertinggi hingga terendah agar semua pemimpin takut akan Tuhan.

Dilanjutkan Pdt. David Jemmy Weku  berdoa bagi presiden dan seluruh jajaran pemerintahaan agar diberikan hikmat dapat memimpin bangsa Indonesia semakin maju, berdoa untuk TNI Polri untuk menjaga keamanan Negeri  dan juga bagi perekonomian semakin membaik. Berdoa untuk para tim medis yang berada di garda depan yang menangani dan melayani pasien Covid-19, Tuhan  memberikan kemampuan untuk melaksanakan tugas dengan sehat.

Sdr. Yusuf Farid menutup acara dalam doa lalu melanjutkan dengan pengumuman mengenai nomor layanan doa dan mengingatkan untuk mentaati himbauan pemerintah membacakan pengumuman acara Pray For Cities berikutnya serta menginformasikan sosial media Pray For Cities.

Tuhan Yesus Memberkati.

(lin/ver)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.