Puji Tuhan acara Pray For Cities Online Jawa dapat kembali diselenggarakan pada hari Rabu, 14 April 2021. Acara ini dapat disaksikan melalui Facebook, Youtube dan Instagram Prayforcities.

Dilayani Oleh:⁣

• Pdt. Chada Jotlely, Gereja Baptis Indonesia (GBI) Babarsari, Yogyakarta.⁣

• Ev. Sainaria, Gereja Kristen Injili di Indoneis (GEKISIA) “Bukit Zaitun”, Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.⁣

• Pdt. Zakheus Sutaji, Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) “Menara Sion”, Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah.⁣

• Pdt. Anang Sugeng Sulis Tyanto, Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT) Kristus Tuhan, Pesanggaran, Banyuwangi, Jawa Timur.⁣

• Roy Vance, KPPI Ministry.⁣

Manusia Membutuhkan Keselamatan

Acara dibuka oleh Pdt. Chada Jotlely dengan berdoa dan dilanjutkan dengan membacakan Firman Tuhan dari Kisah Para Rasul 4:12, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

Semua orang akan berusaha mencari kebutuhan dasar yaitu makan, pakaian, rumah bahkan di tengah-tengah situasi pandemi Covid-19 sekarang ini. Kita merasa jika sudah ada kebutuhan dasar ini maka kita akan merasa aman dan tenteram. Ada juga bagi sebagian orang yang membutuhkan lebih dari makan minum, tetapi juga membutuhkan interaksi, rasa kasih, ini yang disebut kebutuhan sosial, mereka akan berupaya agar dihargai. Bahkan juga ada kebutuhan sebagian orang untuk mengembangkan dirinya yaitu kebutuhan aktualisasi diri. Tetapi kebutuhan yang paling mendasar bagi manusia adalah kebutuhan akan keselamtaan. Apa gunanya kita punya semuanya bisa makan minum dan rasa aman tetapi kehilangan keselamatan?

Markus 8:36, “Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya.” Yesus memberikan jaminan bagi kita, Dia berkata Akulah jalan kebenaran dan hidup, Dia sudah membuktikan diri-Nya ketika mati di kayu salib dan tabir bait Allah terbuka, itu adalah jalan yang membawa kehidupan bagi manusia. Itulah sebabnya dikatakan dalam Kisah Para Rasul 4:12 bahwa tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.

Semua orang yang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah, kita membutuhkan keselamatan, bukan hanya aktualisasi diri. Kasih Allah adalah hidup yang kekal pada Allah. Keselamatan hanya ada di dalam Yesus. Yesus membuka jalan. Mari raih dan lalui jalan itu agar kita selamat. Seringkali nama seseorang membuat kita mendapat akses dan kemudahan yang kita butuhkan, tetapi nama orang itu tidak bisa menjamin keselamatan kita. Tetapi nama Yesus beda, dalam Kisah Para Rasul 3 :6, “Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!”

Nama Yesus menyembuhkan orang yang lumpuh, tetapi lebih daripada itu nama Yesus memberi keselamatan. Prioritas kebutuhan kita adalah keselamatan di dalam Yesus. Kita harus mengaku dengan mulut bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan percaya dalam hati maka kita akan diselamatkan. Buka hati pada Yesus maka akan terima keselamatan di dalam Yesus.

Dilanjutkan dengan pembacaan ayat Firman Tuhan dari Yohanes 3:16 dan berdoa bagi yang mau menerima Tuhan Yesus dan bagi yang rindu melayani dipimpin oleh Ev. Sainaria.

Beriman kepada Tuhan dan Jadilah Sembuh

Acara dilanjutkan dengan Firman Tuhan kesembuhan yang dibawakan oleh Pdt. Zakheus Sutaji. Firman Tuhan dari Matius 15:21-28, tentang perempuan Kanaan yang percaya.

Yesus baru saja melakukan kesembuhan di Genesaret, kabar itu sampai ke mana-mana dan sampai ke telinga seorang ibu dari Kanaan yang memiliki pergumulan berat anaknya dirasuk setan dan sangat menderita. Tubuh  dan mental anaknya sangat menderita. Ketika mendengar bahwa Yesus menyembuhkan banyak orang maka ibu ini mencari Yesus, dan dia berseru minta tolong. Tetapi Yesus tidak memberi respon. Bagaimana dengan kita, ketika kita minta sesuatu pada seseorang tetapi diacuhkan oleh orang tersebut mungkin kita sakit hati. Tapi ibu ini tidak demikian, dia terus berteria-teriak sampai murid-murid Yesus merasa terganggu dan minta agar Yesus mengusir perempuan tersebut. Tetapi hal itu tidak menyurutkan iman ibu itu, dia justru tersungkur di kaki Yesus dan berkata, “Tuhan tolonglah aku.” Tetapi apa kata Yesus? Yang diungkit Yesus adalah masalah etnis, Ibu ini seperti dipermalukan. Tetapi ibu ini mengacuhkan saja, sekalipun disebut orang yang tidak berhak mendapatkan pertolongan. Bahkan ketika Yesus membandingkan ibu itu dengan seekor anjing dia tetap memohon dan merendahkan diri kepada Yesus. Perkataan ibu itu membuat Yesus tergerak hatinya dengan belas kasihan dan mengatakan agar terjadi sesuai dengan iman ibu itu. Dan anaknya seketika itu juga sembuh.

Mungkin diantara pemirsa ada yang terikat oleh sakit penyakit atau kuasa kegelapan, sakit ginjal, diabetes, darah tinggi, atau Covid-19, Pdt. Zakheus Sutaji mengajak untuk percaya kepada Tuhan Yesus yang sanggup menyembuhkan. Jika kita beriman sungguh-sungguh maka Tuhan Yesus akan menyembuhkan.

Kemudian acara dilanjutkan oleh Pdt. Anang Sugeng Sulis Tyanto memimpin dalam doa kesembuhan, sebelumnya membacakan Firman Tuhan dari Yesaya 53:5, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” Pdt. Anang Sugeng Sulis Tyanto mengajak untuk mengarahkan iman kepada Tuhan Yesus, meletakan tangan pada bagian tubuh yang sakit dan percaya kepada Tuhan Yesus, oleh iman kepada Tuhan Yesus maka semua sakit pasti disembuhkan.

Acara dilanjutkan dengan berdoa syafaat bagi pemerintahan dan keamanan di Pulau Jawa yang dipimpin oleh Ibu Ev. Sainaria dan berdoa bagi presiden dan bangsa negara Indonesia yang dipimpin oleh Pdt. Anang Sugeng Sulis Tyanto.

Di akhir acara Sdr. Roy Vance mengumumkan nomor layanan doa dan menutup acara Pray For Cities dalam juga mengingatkan untuk mentaati himbauan pemerintah untuk menjalankan protokol kesehatan dimasa pandemi, mengumumkan jadwal acara Pray For Cities berikutnya serta menginformasikan sosial media Pray For Cities.

Tuhan Yesus Memberkati.

 

(brt/ver)

 

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.