Puji Tuhan Pray For Cities Online Bali Nusa Tenggara kembali berlangsung pada hari Rabu , 1 Juli 2020 dengan tema Yesus Kristus Batu Yang Hidup dan dapat disaksikan melalui Facebook dan Youtube.

PFC Online hari ini ini dilayani oleh Pdt. Johny E. Riwu Tadu (GMIT Kota Kupang, NTT), Pdp. Trifosa Apriana Bua (GBI R.O.C.K Ministry, Senggigi NTB), Pdt. Legi Fuji Yanti (GPPS Betlehem Mataram, NTB), Pdt. Otto Jesaja Sinjal (GSJA Kasih Karunia , Pemogan, Bali) dan Ev. Vera Indriani (KPPI Ministry).

 

Yesus Kristus Batu Yang Hidup

Firman Tuhan disampaikan dari 1 Petrus 2 : 1-5 oleh Bapak Pdt. Johny E. Riwu Tadu. Menjadi Kristen yang sesungguhnya itu bukan karena kita lahir dalam keluarga Kristen dan juga bukan karena kita rajin beribadah ke gereja setiap hari minggu. Menjadi Kristen yang sesungguhnya hendaknya diawali dari sebuah titik balik yang disebut dengan Lahir baru. Proses Lahir baru itu adalah mengaku dosa, meminta ampun atas dosanya serta mengaku percaya serta menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam hidup kita. Kelahiran baru adalah hal pribadi, ini adalah urusan masing-masing pribadi dengan Tuhan. Kita tidak bisa gandeng atau numpang selamat dengan orang lain, entah istri kita, suami kita, orang tua kita atau keluarga kita. Kelahiran baru adalah proses awal untuk seseorang memperoleh keselamatan, tanpa kelahiran baru seseorang tidak bisa memperoleh keselamatan.

Dalam Yohanes 3:3 tertulis : Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.” Ini menegaskan kepada kita bahwa hanya dengan kelahiran kembali kita dapat melihat kerajaan Allah.

Bagaimana kita dapat menerima kelahiran baru ? Kita bisa menerima kehidupan yang baru hanya melalui Firman Allah yaitu Yesus Kristus yang telah menjadi Manusia. Firman Tuhan dalam 2 Korintus 5:17 mengatakan “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang”. Melalui bacaan ini wujud manusia baru didahului dengan meninggalkan hidup yang lama dengan cara membuang semua kejahatan seperti yang tertulis dalam 1 Petrus 2:1 “Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah”

Setelah kita membuang seluruh hal kehidupan lama kita maka barulah kita menerima kehidupan yang baru melalui Kelahiran Baru. Kelahiran Baru bukan saja bertujuan untuk kita melihat kerajaan Allah yang kekal yang akan datang tapi kita juga akan di jadikan batu yang hidup yang akan dipakai untuk membangun rumah rohani dimana pelayanan Imamat itu dilakukan. Kita harus datang kepada Yesus yang adalah Batu Penjuru. Yesus adalah pijakan dan arah hidup kita. Kita harus menjadi batu yang hidup yang berguna bagi orang lain untuk melayani sesama bagi kerajaan Allah.

Bagi yang mau mengambil keputusan untuk menerima Yesus, Ibu Pdp. Trifosa Apriana Bua kemudian memimpin doa menerima Yesus. Sebelumnya ayat Firman Tuhan dari Yohanes 3: 16 dibacakan, yang berkata “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”. Kemudian Ibu Pdp. Trifosa Apriana Bua juga mengajak berdoa bagi yang rindu untuk melayani Tuhan.

 

Mujizat Masih Berlangsung

Selanjutnya Ibu Pdt. Legi Fuji Yanti menyampaikan Firman Tuhan mengenai kesembuhan dari Markus 5:25-35 tentang seorang perempuan yang sakit pendarahan. Cerita ini adalah kisah nyata yang terjadi ribuan tahun yang lalu, seorang perempuan yang mengalami pendarahan selama 12 tahun, dia sudah menghabiskan hartanya, dia sudah berusaha berobat dengan berbagai macam cara yang dia tempuh namun penyakitnya tidak juga sembuh, malah bertambah parah. Namun pada suatu saat dia mendengar bahwa Yesus akan lewat daerahnya, dengan kepercayaan yang ada padanya , di tengah kerumunan orang banyak sambil berusaha untuk menjamah jubah Yesus, dia berkata dengan iman “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Maka seketika itu juga pendarahan perempuan itu berhenti dan perempuan itu pun sembuh.

Mungkin kita sedang mengalami hal yang sama seperti perempuan ini. Percayalah dan datanglah kepada Yesus, dia adalah Tabib yang ajaib, Dia sanggup menyembuhkan penyakitmu, Dia sanggup untuk memberikan kelepasan dari segala penyakit dan kelemahan tubuh yang engkau alami.

Kisah kesembuhan yang kedua adalah seorang yang sakit lumpuh 38 tahun dalam Yohanes 5:1-8. Orang lumpuh ini sudah menunggu kapan waktunya dia bisa turun ke kolam itu selama 38 tahun namun hari itu Yesus datang kepadanya dan pada ayat ke 8-9 dikatakan : “Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Pada saat dia bertemu Yesus mujizat kesembuhan terjadi. Percayalah kepada Tuhan, masih ada mukjizat Tuhan untuk kesembuhanmu.

Kemudian Bapak Pdt. Otto Jesaja Sinjal memimpin doa kesembuhan dengan membacakan ayat dari Yesaya 53 : 5 “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Acara dilanjutkan dengan berdoa bagi bangsa dan negara. Ibu Pdp. Trifosa Apriana Bua memimpin doa untuk seluruh masyarakat dan para pemimpin beserta jajaran pemerintahan serta TNI Polri yang ada di provinsi Bali, NTB dan NTT. Dan Bapak Pdt. Otto Jesaja Sinjal berdoa bagi bangsa Indonesia, bagi para pemimpin bangsa, perekonomian, penanganan wabah Covid 19 dan juga bagi keamanan bangsa Indonesia.

Acara Pray For Cities Wilayah Bali dan Nusa Tenggara ditutup oleh Ev. Vera Indriani dengan berdoa mengucap syukur untuk keselamatan dan kesembuhan yang Tuhan berikan, juga berdoa untuk gereja-gereja Tuhan di bangsa ini. Tidak lupa disampaikan juga pengumuman layanan doa, jadwal acara PFC Online berikutnya, serta mengingatkan untuk tetap mentaati himbauan pemerintah dalam masa new normal. [gan/lyd]

‭ ‬‬‬‬

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.