Puji Tuhan acara Pray For Cities secara online dapat diselenggarakan kembali pada hari Jumat, 16 April 2021, dan dapat disaksikan secara online melalui Facebook, YouTube dan Instagram.

Dilayani oleh:

• Pdt. Hanny Lontaan, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Selapajang Neglasari, Tangerang, Banten.

• Pdm. Samuel Soumokil, Gereja Kristus Rahmani Indonesia (GKRI) Kendari, Sulawesi Tenggara.

• Pdt. Elia Bambang Djulianto, Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pelangi Kasih, Surabaya, Jawa Timur.

• Pdt. Esterlin Marlessy, Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua Jemaat Immanuel Kubiari, Teluk Wondama, Papua Barat.

• Pdt. Yusup Edi Prasetio, KPPI Ministry.

Bertemu Yesus Mengubahkan Hidupku

Pdt. Hanny Lontaan menyapa pemirsa dan membuka acara dalam doa. Firman Tuhan disampaikan dari Yohanes 4:10:

Jawab Yesus kepadanya: ”Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”

Ini adalah perkataan yang istimewa. Apa yang menghalangi wanita ini dalam percakapan dengan Tuhan Yesus sehingga tidak mengerti kasih karunia Allah, siapa yang berbicara dan apa arti air hidup itu. Ada empat hal yang menjadi penghalang yang menutupi sehingga wanita Samaria tidak mengerti, tidak tahu kasih karunia.

Pertama, perempuan ini terikat dengan suku. Di ayat ke-sembilan adalah suatu tanda wanita ini memelihara kesukuan.

Kedua, perempuan ini tidak terbuka. Kata- katanya adalah kompromi dengan keadaan -keadaan yang ditutupi oleh dirinya sendiri. TIdak berkata benar dan jujur.

Ketiga, ibadah hanyalah rutinitas.

Keempat, perempuan ini hidup senang berbuat dosa.

Namun kemudian wanita ini ingin hidupnya berubah. Pertama yang dilakukannya adalah membuka hati, dia terima Yesus. Dan setelah itu terjadi perubahan besar. Yang tadinya dia adalah orang yang keras tapi setelah dia menerima Yesus, dia bertemu dengan Yesus, empat hal yang lama dia buang dan menerima empat hal baru, yaitu:

Pertama, menghapus diskriminasi atau perbedaan. Dia terima Yesus jadi suatu keluarga Allah. Di sinilah darah Yesus mengubah hidupnya, menyucikan hidupnya, menjadi satu DNA dengan Allah, menjadi keluarga Allah.

Kedua, perempuan ini menjadi orang yang memberitakan kebenaran karena Yesus ada dalam dirinya.

Ketiga, ibadahnya bukan lagi rutinitas tetapi oleh Roh. Jadi orang yang menerima Tuhan Yesus akan dipulihkan Roh-Nya.

Keempat, perempuan ini menjadi pelayan Allah. Dia melayani Tuhan.

Setiap kita yang percaya dan menerima Yesus pasti akan sampai pada keempat langkah baru ini yaitu melayani Tuhan.

Setelah itu Pdm. Samuel Soumokil memimpin dalam doa untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan sebelumnya membacakan Firman Tuhan dari Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Dilanjutkan dengan berdoa untuk menjadi hamba Tuhan dan membacakan firman Tuhan dari Lukas 10:2, “Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Melangkah dengan Iman dan Terimalah Mujizat

Kemudian Firman Tuhan tentang kesembuhan dibawakan oleh Pdt. Elia Bambang Djulianto dari Kisah Para Rasul 1:3, “Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.”

Yesus harus memerintah dalam hidup kita. Memerintah itu kita akan merasakan bagaimana Dia menunjukkan diri-Nya luar biasa dalam hidup kita melalui perjumpaan-Nya. Ketemu Dia lalu kita boleh merasakan jamahan-Nya yang luar biasa. Kita akan disembuhkan melalui jamahan-Nya, kita akan mengalami mujizat melalui jamahan-Nya. Apapun penyakit kita, kita disembuhkan oleh Tuhan. Mari percaya maka kita akan melihat mujizat itu nyata. Firman Tuhan berkata “..oleh bilur – bilur-Nya sakit penyakit kita disembuhkan..”

Percaya bahwa Firman Tuhan itu nyata. Firman Tuhan itu adalah Roh dan kehidupan, ya dan amin. Dia akan membuktikan bahwa akan ada banyak tanda-tanda heran untuk kita disembuhkan. Bahkan kita bisa merasakan bahwa Yesus itu hidup. Selain itu hati yang gembira adalah obat, obat bagi segala sakit kita. Semua penyakit itu disembuhkan. Gembira dan sukacitalah, karena kesukaan Tuhan itu adalah kekuatan kita.

Seperti ketika wanita yang sakit pendarahan selama dua belas tahun. Tapi ketika mendengar nama Sang Penyembuh yaitu Yesus, wanita ini punya pengharapan bertemu Yesus. Kemudian wanita ini punya kerinduan untuk disembuhkan. Kemudian wanita ini bertindak mulai melangkah, mencari tahu di mana Yesus. Lalu di tengah keramaian wanita ini masuk, dia menyentuh ujung baju Yesus. Dan wanita ini pun disembuhkan. Itulah kuasa kesembuhan dari Yesus.

Setelah itu Pdt. Esterlin Marlessy memimpin dalam doa kesembuhan bagi yang sakit. Sebelumnya firman Tuhan dibacakan dari Yesaya 53:5, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Acara dilanjutkan dengan doa bagi bangsa dan negara dipimpin oleh Pdm. Samuel Soumokil berdoa untuk seluruh pemerintahan yang ada serta jajarannya, pemerintahan pusat sampai ke daerah dan TNI-Polri. Lalu doa dilanjutkan oleh Pdt. Esterlin Marlessy yang berdoa untuk perekonomian bangsa dan pandemi covid-19 agar berlalu dari bangsa ini.

Acara Pray For Cities Nusantara dilanjutkan dengan menyampaikan pengumuman layanan doa, jadwal PFC selanjutnya dan himbawan pemerintah tentang protokol kesehatan serta informasi medsos PFC.

Demikian rangkaian acara Pray For Cities Online Nusantara

Tuhan memberkati

(agn/ver)

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.