Mangamin Simangunsong bekerja sebagai karyawan di perusahaan kontainer dan ekspedisi PT.Sentosa Prima Abadi. Setiap hari, dia membawa / mengantarkan alat-alat berat, seperti excavator, ke pelabuhan Tanjung Priok untuk diangkut dengan kapal ke pulau-pulau di Indonesia atau ke negara-negara lain.

Pada tahun 2015, bagian dalam kuping kanannya terasa sakit, panas dan gatal karena dia sering mengorek kupingnya dengan kunci sepeda motor ketika sedang berada di lapangan / bekerja.

Selama 5 tahun, dia bolak balik pergi ke dokter spesialis THT (Telinga, Hidung dan Tenggorokan) sebanyak 4x untuk memeriksakan kuping kanannya yang tidak kunjung sembuh. Hal itu sangat mengganggunya. Dokter mengatakan bahwa telinga kanannya mengalami infeksi dan dokter meminta dia untuk tidak melakukan kebiasaannya untuk korek kuping. Dia diberikan obat yang harus diminumnya.

Pada 15 Mei 2020, anaknya menelponnya untuk memberitahukan ada acara Pray for Cities Online. Dia mengikuti acara tersebut bersama istrinya melalui handphone yang dia letakkan diatas mejanya.

Pada saat sesi doa kesembuhan, dia menumpangkan tangannya pada telinga kanannya yang sakit. Ketika berdoa, kupingnya terasa panas. Setelah selesai berdoa, kupingnya sudah tidak sakit dan gatal lagi. Haleluya !”

Dia sangat bersyukur atas kesembuhan yang diberikan Tuhan kepadanya.

Setelah acara Pray for Cities online selesai, dia dan keluarga di rumah berdoa bersama-sama untuk mengucap syukur kepada Tuhan.

Sampai dengan hari ini, kesembuhan itu masih terus berlangsung. Haleluya !

Leave a Reply

Your email address will not be published.