Pray For Palu Oktober 2016

Tibalah hari yang dinanti-nantikan, hari dimana kota Palu kembali mengalami lawatan Tuhan melalui event Pray For Palu yang berlangsung di GOR Siranindi, Palu – Sulawesi Tengah. Hujan gerimis sempat turun di Kota Palu hari itu, namun menjelang sore hujan berhenti dan cuaca menjadi cerah, Puji Tuhan. Sejak pukul 4.00 WITA para counsellor dan choir sudah mulai berdatangan untuk mulai melakukan persiapan dalam melayani di acara Pray For Palu malam ini. Mereka terlihat bersungguh hati dan bersemangat.

Pukul 05.30 WITA tampak jiwa-jiwa sudah hampir memenuhi GOR Siranindi. Jiwa-jiwa yang hadir banyak dari kalangan Gereja Protestan, mereka datang sendiri dan tidak ada penjemputan. Total hadir sebanyak 1.400 jiwa.Ibadah dibuka dengan doa pembukaan oleh Pdt. S. Sakeon (Wakil Ketua Sinode GPID), diikuti dengan Pujian dari paduan suara anak TK Kasih Bangsa.

Kata Sambutan dari Bimas Kristen, Pdt. Martinus mengajak seluruh Hamba Tuhan dan umat Kristiani se-Kota Palu bersatu hati untuk berdoa bagi Kota Palu. Dilanjutkan oleh Ketua Umum Pray For Palu, Pdt. Yohanes Sudarmaji menyampaikan doa membuka tingkap langit terbuka untuk memberkati Kota Palu,  ketika dengan sepakat doa dinaikkan maka kebangunan rohani di Kota Palu pasti terjadi.

Memulai Ibadah,  Imam Pujian mengajak seluruh jemaat untuk bangkit berdiri dan menyembah Tuhan dengan menyanyikan pujian “Hormat Bagi Allah Bapa”. Jemaat terus diajak untuk memuji Tuhan dengan bersungguh hati.  Puji-pujian dinaikkan dengan sorak-sorai menarik Hadirat Allah turun memenuhi hati setiap jemaat yang hadir, terlihat sungguh bergembira dan sukacita.

Doa syafaat dinaikkan bagi Bangsa dan kota Palu dipimpin oleh : Pdt. Agung (IFGF IFSI), Pdt. Oemboe (GBT Alfa Omega),  dan Pdt. Dr. Jenny Toding (GKI Woodward).  Berdoa bagi pemimpin dan pemerintah Indonesia, pemulihan dan keselamatan datang bagi kota Palu dan seluruh suku bangsa di Indonesia.
Sebuah film kesaksian kesembuhan Ibu Merlin Palunsu, yang disembuhkan secara ajaib dari sakit pinggang di acara Pray For Palu tahun 2015 membangkitkan iman bahwa Tuhan Yesus mengasihi, kerinduan Tuhan adalah menyelamatkan dan menyembuhkan umat yang dikasihiNya.

Pdt. Lenny Maria mengajak seluruh jemaat untuk mempersiapkan hati mendengar Firman Tuhan dengan menyembah Tuhan. Banyak persoalan hidup, tetapi janji Tuhan adalah kemenangan. Allah perduli dan berkenan hadir saat kita sungguh mencari Dia. Banyak mereka yang hadir datang dalam keadaan sakit dan berbeban berat.

Firman Tuhan yang diberitakan dari Injil Yohanes 8:2-11 oleh Pdt. Philip Suwandi. Seorang perempuan berdosa yang kedapatan berzinah seharusnya dihukum dengan dilempari batu. Namun, saat Tuhan berkata:  “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” Maka satu per satu dari para Ahli Taurat dan Orang Farisi itu undur diri karena tidak ada yang berani untuk melemparkan batu. 
Demikian Tuhan juga tidak menghukum perempuan berdosa ini, melainkan memberikan pengampunan.

Tuhan yang sama juga akan memberikan pengampunan bagi seluruh jemaat yang hadir jikalau datang dengan sungguh hati dan beriman. Hampir seluruhnya mengangkat tangan, mau sungguh-sungguh datang bertobat dan menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat.

Di lanjutkan Pdt. Togu Hasiholan menyampaikan Firman Tuhan dari Mazmur 107:20,
”disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka..”
Bahwa Tuhan adalah Allah yang melakukan mujizat, setiap FirmanNya disampaikan maka mujizat kesembuhan terjadi. Pdt. Togu mengundang setiap jiwa yang sakit untuk maju ke depan dan didoakan.

Seluruh konselor dan para hamba Tuhan diminta maju terlebih dahulu, diikuti dengan jiwa-jiwa yang sakit untuk didoakan. Doa kesembuhan secara bersama-sama dibawakan oleh Pdt. Chris Apitula (GBI Rock), Pdp. Sherlin Sakatih (GBI Woodworld), Victor Tuluran (Team Pray For Cities)

Puji Tuhan, Allah menyatakan KasihNya dan mujizat kesembuhan terjadi bagi umatNya. Ada 21 jiwa yang disembuhkan. 
Tantangan untuk melayani dan menyerahkan diri menjadi hamba Tuhan disampaikan oleh Pdt. Megio Tarigan. Sebanyak 500 jiwa terdiri dari  anak muda dan orang tua mengangkat tangan dan maju untuk menyerahkan hidupnya menjadi hamba Tuhan.  Revivalist Kota Palu dibangkitkan.

Terpujilah Tuhan yang telah berkenan hadir dan melawat umatNya. KasihNya dicurahkan, FirmanNya disampaikan dan mujizatNya dinyatakan.Segala pujian, hormat dan kemuliaan bagi Allah di tempat Maha tinggi.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram