Pray For Bintuni 4-5 November 2016

Puji Tuhan untuk pekerjaan Tuhan yang besar atas Teluk Bintuni sehingga acara Pray For Bintuni pada 4 November 2016 dapat diselengarakan di Gedung Serba Guna (GSG), Kabupaten Bintuni, Provinsi Papua Barat.

Acara dimulai pukul 18.30 WIT dengan puji-pujian dan Film kesaksian Natasya Situmorang dari Depok yang sembuh dari Kaki Bengkok. Dilanjutkan dengan kesaksian Ibu Olga Henny yang sembuh dari Tuli 50 tahun dari acara Pray For Jabodetabek. Semua jiwa memperhatikan dengan sungguh-sungguh.

Selanjutnya kata sambutan dari Pdt Nehemia Rumayomi (GPDP Zaitun) menyampaikan visi dan misi tentang Pray for Bintuni. Bagaimana Pray For Bintuni adalah suatu event untuk menggerakkan gereja. Juga disampaikan kata sambutan oleh perwakilan dari Pemerintah Bintuni yaitu Assisten 3 Bupati Kabupaten Teluk Bintuni, Sri Widianingsi Triutami.

Setelah itu Imam Pujian mengawali pujian “Ku ada sebagaimana ku ada.” Dilanjutkan dengan lagu “Hormat bagi Allah Bapa”. Doa pembuka disampaikan Pdt Asyer Haipon (GKI Lahai Roi). Kemudian, Imam Pujian menyanyikan Pujian “Ku tak pandang dari gereja mana” semua Jemaat bersukacita. Dilanjutkan dengan Pujian “Yesus ku luar biasa”

Selanjutnya hamba-hamba Tuhan maju ke depan membawakan doa syafaat bagi bangsa dan negara juga Kabupaten Bintuni dengan menyanyikan “Yesus terlebih Besar”. Hamba Tuhan yang berdoa adalah Pdt Bowo N.A (GPI Papua Bintuni) yang berdoa untuk kesejahteraan Indonesia dan pemeritahanan Indonesia. Pst Yohanes Damas SVD (Gereja St. Yohanes Bintuni) berdoa untuk kesatuan Gereja-Gereja. Pdt Petrus Wirajaya (GMAHK Bintuni), berdoa untuk pemerintahan Bintuni. Pdt Misradi (GPT Kristus Ajaib Bintuni), berdoa untuk kesejahteraan masyarakat Bintuni supaya Tuhan melawat Bintuni.

Selanjutnya Imam Pujian Pdt Jemima (Team Pray For Cities) memimpin pujian “Ku yakin saat Kau berfirman” Seluruh Jemaat datang memuji Tuhan dan semua menyembah akan Tuhan.

Selanjutnya disampaikan Firman Tuhan oleh Pdt Henny Thio (Team Pray For Cities), dari Markus 10:46-52. Pdt Henny menyampaikan tentang Iman Bartimeus yang menyelamatkan kehidupannya sendiri. Bagaimana ketika kita beriman kepada Tuhan dan berimana sungguh-sungguh maka Iman kitalah yang akan menyelamatkan kita. Seluruh Jemaat mendengarkan dengan serius dan ketika tantangan Terima Yesus maka hampir semua jemaat mengangkat tanggan untuk terima Yesus.

Penyampaian Firman Tuhan dilanjutkan oleh Pdt Evi Kapoh (Team Pray For Cities, GKIN Taman Firdaus Kelapa Gading Jakarta Utara), terambil dari Lukas 5:13, Lukas 6:9-10. Pdt Evi menyampaikan bahwa Jemaat harus percaya dan mengenal siapa Yesus. Sama seperti wanita yang pendarahan itu datang kepada Tuhan dan mau percaya sekalipun kondisi sekeliling kita tidak mendukung atau sekalipun sepertinya tidak mungkin tapi bagi Allah tidak ada yang tak mungkin (Markus 5:34).

Doa Kesembuhanpun berlangsung dan seluruh Jemaat yang sakit maju kedepan dan para consellor pun ikut maju untuk mendoakan orang-orang yang sakit. Doa Kesembuhan dibawakan oleh Pdt Megio Tarigan (Team Pray For Cities), Pdt Simon Wagner(Team Pray For Cities).

Haleluya! Mujizat terjadi orang yang sakit asam lambung selama 5 tahun sembuh, sakit pada kepala disembuhkan Tuhan, seorang anak kecil sembuh dari sulit untuk berbicara dari lahir, dan banyak kesaksian kesembuhan lainnya. Kesaksian kesembuhan dibawakan Ficker’s Samuel (Team Pray For Cities), Pdt Paulus Suwandi (Team Pray For Cities), Pdt Frenly Monintja Kaawoan (GSJA Shekinah Bintuni).

Selanjutnya pelaksanaan Pray For Bintuni pada hari kedua berjalan dengan lancar.

Para hamba Tuhan maju ke depan berdoa bagi bangsa, negara dan Kabupaten Bintuni. Pdt Meivin Clara Letunggamu (GPT Kristus SP5 Bintuni), berdoa bagi para pemimpin bangsa. Pdt Chardo Nardy Silitonga (GSJA Shekinah Bintuni), berdoa bagi kesejahteraan masyarakat Bintuni. Pdt Hesky Taya S.Th (GPdI SP5 Bintuni), berdoa memberkati aparat keamanan Kabupaten Bintuni. Pdt Yulian Nauw (GBI Efata), berdoa bagi kesatuan Gereja di Bintuni.

Pelayanan Firman Tuhan dibawakan oleh Pst Yohanes Damas SVD (Gereja St. Yohanes Bintuni) yang menyampaikan Tuhan Allah memberikan hadiah terindah kepada manusia yaitu pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib, sehingga oleh salib Yesus jurang pemisah antara Allah dan manusia tersambung kembali.

Selanjutnya Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt I.S. Chiang, S.Th., MSi (GKI Sion Sibena Bintuni), yang menyampaikan bahwa Tuhan lah yang mengatur hidup kita, memimpin hidup kita, tapi bukan kita yang mengatur Tuhan.

Doa bagi jiwa-jiwa yang sakit diadakan. Mereka yang sakit diundang maju ke depan untuk percaya kepada Tuhan Yesus yang sanggup menyembuhkan. Doa bagi yang sakit dibawakan oleh Pdp Herwin Nugroho (Team Pray For Cities), Pdt Nehemia Rumayomi (GPDP Zaitun), Pdt Jeffry Kojong (GPdI Eksousia Bintuni).

Puji Tuhan! jiwa-jiwa yang sakit Tuhan sembuhkan. Sakit kepala 5 tahun, sakit di leher, sakit pada lambung, tuli 3 tahun, Tuhan sembuhkan, dan banyak lagi mujizat kesembuhan terjadi. Kesaksian kesembuhan disampaikan oleh Eko Juliman (Team Pray For Cities), Pdt Nehemia Rumayomi (GPDP Zaitun), Pdt Jefri Larawo (GPdI SP3 Bintuni).

Terpujilah Tuhan yang memanggil anak-anakNya untuk melayani Tuhan. Ada banyak yang maju saat disampaikan tantangan untuk mau melayani Tuhan.

Puji Tuhan untuk pertolongan dan mujizat Tuhan yang terjadi di Pray For Bintuni. Segala kemuliaan bagi Tuhan. Haleluyah!!

Lihat Video : Pray For Cities : Pray For Bintuni 2016 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram