PFC Online 24 April 2020: Yesus, Jaminan Keselamatan

Puji Tuhan untuk Pray For Cities (PFC) secara online dapat diselenggarakan pada hari ini Jumat, 24 April 2020 dan dapat diikuti melalui Facebook dan Youtube.

Pada PFC Online perdana hari ini, dilayani oleh Pdt. Arie Assa, Pdt. Yohanes Philip Suwandi, Pdt. Aries Budianto dan Pdt. Ruben Ferlianto.

Yesus, Jalan Kebenaran dan Hidup

Mengawali kotbahnya, Pdt. Arie Assa menyampaikan bahwa pada kondisi pandemi Covid-19 dimana sudah lebih dari 200 negara terpapar, maka di seluruh dunia banyak orang ketakutan. Kematian sepertinya begitu dekat.

Dunia memang sudah jauh dari Tuhan, sudah jatuh ke dalam dosa. Firman Tuhan di dalam Roma 3:23 mengatakan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.

Namun ada kabar baik. Jika saat ini mau membuka hati bagi Tuhan, ada satu jaminan keselamatan bagi kita. Ada pribadi yang memberikan jaminan keselamatan bagi kita.

Firman Tuhan pada Yohanes 3:16 mengatakan: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal”.

Yesus datang buat dunia, Yesus datang bukan untuk satu golongan agama saja, tetapi bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Ini kesempatan bagi kita semua, momentum yang terbaik untuk kita meresponi panggilan Tuhan, sungguh-sungguh mencari Tuhan agar jiwa kita tidak binasa.

Ada jaminan keselamatan di dalam Yesus. Dalam Yohanes 14:6 Tuhan Yesus mengatakan: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku”.

Bagi semua yang mau mengaku dosa dan mau percaya serta menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat baginya, Pdt. Yohanes Philipus Suwandi memimpin di dalam doa. Disampaikan bahwa ini adalah mujizat terbesar dalam kehidupan seorang manusia, yaitu mendapatkan pengampunan dan keselamatan dari Tuhan.

Orang Lumpuh Disembuhkan

Selanjutnya Firman Tuhan yang menghantarkan pada doa kesembuhan disampaikan oleh Pdt. Aries Budianto, diambil dari Markus 2: 1-12.

Bagaimana mujizat kesembuhan bisa terjadi? Pertama, ada kesatuan hati, iman, kerjasama dari orang-orang yang percaya. Keempat orang itu punya kesatuan hati untuk membawa orang lumpuh itu kepada Tuhan Yesus. Kedua, ada usaha yang pantang menyerah. Mereka naik ke atas bubungan dan menurunkan orang yang sakit lumpuh tersebut. Inilah langkah-langkah iman.

Maka ketika akhirnya tiba dihadapan Yesus, mujizat pengampunan dosa dan kesembuahn terjadi. Yesus mengatakan: “ Hai anakKu, dosamu sudah diampuni”. Dan orang lumpuh itupun bangun.

Barangsiapa merendahkan diri dan bertobat, maka Tuhan akan bekerja atasnya, mengampuni dan menyembuhakan segala penyakitnya.

Pdt. Ruben Ferlianto memimpin dalam doa kesembuhan. Dimanapun pemirsa berada, apapun permasalahan yang dihadapi atau penyakit yang diderita, Covid-19 sekalipun, di dalam nama Yesus dan oleh bilur-bilur Tuhan Yesus jadilah sembuh.

Berdoa Bagi Bangsa Indonesia

Setelah doa kesembuhan, dilanjutkan berdoa bagi bangsa Indonesia yang dipimpin oleh Pdt. Yohanes Philipus Suwandi. Dimulai dari mendoakan pemimpin tertinggi bangsa ini Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin. Juga segenap Menteri, agar diberkati dalam segala upaya untuk mensejahterakan bangsa ini dan mengatasi pandemi Corona. Berdoa juga supaya virus corona dan penyebarannya berhenti.

Juga berdoa agar Tuhan memberkati para pemimpin di daerah sampai ke desa-desa dan Tuhan memberkati gereja-gerejaNya.  (em)

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram