Seminar Hamba Tuhan Semarang

 

 

Pagi itu di kantor BAMAG Kota Semarang ada sesuatu yang istimewa, bersama dengan panitia Pray For Semarang (Doa Bagi Semarang) 2016, Badan Musyawarah Antar Gereja ini mengadakan Seminar setengah hari yang bertajuk “Tubuh Kristus Bangkit Untuk Kebangunan Rohani.” Acara ini melibatkan banyak Hamba Tuhan dari berbagai gereja, tercatat berbagai denominasi gereja menghadiri seminar ini, antara lain Gereja Babtis Indonesia, Gereja Isa Almasih, Gereja Pantekosta di Indonesia, Gereja Bethel Indonesia, Gereja Kristen Indonesia, Gereja Injil Sepenuh, Jemaat Kristen Indonesia, Gereja Sidang Jemaat Allah, Gereja Sidang Jemaat Pantekosta, Gereja Perkabaran Injil, dan masih banyak yang lainnya.

Seminar ini membuat kantor BAMAG New House of Prayer di Jl. MT. Haryono No.565A, Semarang Tengah sudah ramai dikunjungi para peserta sejak pagi hari. Setelah ruangan mulai dipadati peserta, Pendeta muda Gereja Bethany Yanuar Adesoma memimpin peserta untuk berdoa dan menaikan puji-pujian bagi Tuhan. Yanuar menyampaikan selamat datang kepada peserta, dan membawa suasana doa dan pujian pagi itu, ia mengingatkan Tuhan Raja Maha Besar, dan membawa peserta untuk tidak lelah bekerja diladangnya Tuhan.

Pembukaan seminar dilakukan oleh Pendeta Bambang sebagai Ketua Panitia Pray For Semarang, ia mengucapkan terimakasih untuk kehadiran para gembala dari berbagai gereja yang hari itu dua belas kecamatan Semarang memiliki wakil gerejanya sebagai awal beban doa bagi kota Semarang. Stefanus penyelenggara BIMAS Kristen Kota Semarang menyampaikan dukungan penuh kepada kesatuan gereja. “Ayat tema hari ini yang diambil dari Yeremia 29:7 mengena dihati saya”, begitu kata Stefanus saat menyampaikan sambutan. Memang mengusahakan kesejahteraan kota Semarang menurut Stefanus menjadi tanggung jawab gereja dan umat Kristen yang sudah menjadi keluarga kota ini.

Seminar ini menghadirkan Pendeta Yohanes Nugroho dan Evangelist Paul Budianto dari team Pray For Cities Jakarta. Mereka berdua menyampaikan topik-topik yang menarik perhatian para peserta Seminar. Topik yang disampaikan sesuai dengan ayat tema dilengkapi dengan survey kepelayanan gereja di Indonesia, dilengkapi juga dengan pembahasan kasih kepada Tuhan dan sesama, pentingnya doa dan Firman Tuhan, dan terakhir membangkitkan jemaat untuk berkarya bagi kesejahteraan kota. Yohanes dan Paul keduanya menyampaikan dengan beban untuk kesejahteraan kota Semarang, berdasarkan perjalanan mereka dari kota ke kota keduanya menyampaikan topik-topik seminar dengan hidup.

Menjawab pertanyaan peserta tentang Pray For Cities, Yohanes dan Paul menerangkan Pray For Cities sendiri bukanlah sebuah lembaga atau organisasi, Pray For Cities lebih menjadi gerakan yang dimulai di Jakarta pada tahun 2012 dalam bentuk kebaktian bersama dari seluruh denominasi gereja di kota yang bersangkutan yang diselenggarakan oleh gereja-gereja lokal setempat untuk berdoa bagi kesejahteraan kota.

Pendeta Djoko Poernomo GIA Condrokusumo, salah seorang peserta seminar yang pernah melayani bersama-sama dengan team Pray For Cities mengatakan “Saya percaya kalau sampai saat ini Pray For Cities bisa berlangsung dimana-mana itu karena Tuhan semua yang mengerjakannya, mari kita dukung dan ambil bagian bersama-sama.” Pendeta Zaderach dari GPdI Alfa Omega Semarang memberikan kesaksian ia melihat kasih Tuhan yang besar didalam hidup mereka. Pendeta Sadrakh menyemangati peserta untuk mendukung berdoa bagi Semarang!

Setelah berlangsung lebih dari tiga jam seminar ini ditutup pada pukul 12.30, banyak kesan yang mendalam yang didapatkan para hamba Tuhan yang hadir. Pdt. Indro Rudianto, gembala sidang Gereja Babtis Indonesia Ngembak, menyatakan seminar ini perlu disampaikan ke semua gereja Tuhan, mengingatkan kembali akan tugas dan panggilan gereja. Ia menyatakan bahwa Gereja Babtis Ngembak akan bergerak tahun ini sesuai dengan tema dan visi dalam seminar ini.

Seminar kedua telah dilanjutkan kembali pada hari Jumat tanggal 17 Juni 2016 yang lalu, antusias para peserta masih sama dengan seminar yang pertama, kegembiraan peserta sudah juga ada sejak pukul 8.00 hingga pukul 13.00 di New House of Prayer di Jl. MT. Haryono No.565A, Semarang Tengah. Kerinduan mereka adalah satu yaitu berdoa dan bertindak bagi kesejahteraan kota Semarang. Berbagai denominasi gereja bergandengan tangan dan bersatu. Seminar kedua kali ini membuahkan semangat dan dukungan Pendeta Hellen Luhulima Hukom Gembala GPIB Immanuel, atau yang dikenal dengan Gereja Blenduk Semarang. Setelah kunjungan salah satu peserta seminar ke GIPB Blenduk, Pendeta Hellen siap untuk terlibat dengan paduan suaranya, dan ia akan mengajak rekan-rekan gereja besar lain seperti GKJ, HKBP juga gereja Katolik untuk bersama berdoa.

Kegairahan gereja untuk berdoa membawa kesejahteraan kota Semarang semakin membara, peserta bersepakat untuk bertemu kembali pada seminar ketiga yang melibatkan banyak rekan-rekan pelayan lain pada tanggal 19 Juli 2016 di New House of Prayer di Jl. MT. Haryono No.565A, Semarang Tengah. Pertemuan ini terbuka untuk semua denominasi gereja, mari berdoa dan berkarya untuk kota Semarang tercinta.

 

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram