Seminar Hamba Tuhan Kutai Barat 26 Mei 2017 : Gereja yang Menginjili

Gereja dihadirkan Tuhan di tengah dunia untuk menjadi terang dan berkat bagi dunia. Gereja Tuhan haruslah berusaha memperlengkapi seluruh anggota jemaatnya melakukan tugas yang diamanatkan Tuhan Yesus yaitu pergi untuk memberitakan injil keselamatan kepada banyak orang (Matius 28:16-20)

Dalam rangkaian persiapan Pray for Kutai Barat yang akan diadakan pada Kamis – Jumat (15-16 Juni 2017) di BPU Tanaa Ngeriman Kompleks Perkantoran Pemkab Kutai Barat, Kecamatan Barong Tongkok, Sendawar Kabupaten Kutai Barat, maka diadakan pertemuan Seminar Hamba Tuhan yang bertemakan “Gereja yang Menginjili” yang dilaksanakan di GKKA Indonesia Jemaat Sendawar.Jl Sendawar Raya 2, Kel. Barang Tongkok Kec. Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat. Jumat (26/5).

Acara ini di ikuti oleh para Gembala, anggota majelis pekerja gereja. Para peserta yang berasal dari interdemominasi gereja-gereja se Kutai Barat ini sangat bersemangat mengikuti sesi demi sesi dari seminar yang berlangsung pada jam 09.00 – 12.00 WITA.  Seminar ini dilayani oleh team Pray For Cities Jakarta Pdt Ria Situmorang dan Pdt David Simanjuntak, Total hadir dalam seminar Hamba Tuhan 122 orang Hamba Tuhan dari sinode GKKAI, GPdI, GGP, GPSI, GKII, GPPS, GBI, GeTor, GKE, Gepembri, GPMII dan GBIS.  sebagian besar  yang hadir adalah para gembala/pendeta, juga vicaris dan pelayan di gerejanya.

Para peserta daam acara Seminar Hamba Tuhan dengan tema"Gereja yang Menginjil". Jumat (26/5)
Para peserta dalam acara Seminar Hamba Tuhan dengan tema”Gereja yang Menginjili”. Jumat (26/5)

Sesi pertama disampaikan kembali mengenai panggilan Allah bagi Gereja-Nya untuk bangkit menjadi terang di tengah-tengah bangsa ini. Saat ini kita hidup di akhir dari pada akhir zaman keadaan saat ini menunjukan pada puncaknya. Gereja Tuhan harus menyadari mengenai masa dan waktu yang akan berakhir menjelang waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya. inilah waktu pemberitaan Injil bagi semua orang.  Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya (Matius 24:14). Perkataan Tuhan Yesus yang tertulis tersebut merupakan jawaban atas pertanyaan para murid-Nya, “Apakah tanda kedatangan Tuhan Yesus dan tanda kesudahan dunia?”

Gereja harus menyadari bahwa inilah masa akhir zaman tersebut, dan waktunya umat-Nya pergi dan melayani, Kristus memberikan kepada umat-Nya tanda-tanda akhir zaman yang dengannya mereka dapat mengetahui bahwa kedatangan-Nya sudah sangat dekat.

Namun harus dimulai dari manakah pekerjaan besar ini? “Dimulai dari setiap pemimpin gereja yang bangkit dan menjadi terang! ” Para pemimpin gereja diberikan tanggung jawab untuk membangun kota melalui doa syafaat dan pemberitaan Injil yang disertai dengan tanda-tanda heran dan mujizat, merekalah yang akan mengajari dan menggerakan jemaat untuk melakukan pemberitaan Injil dan penggembalaan bersama-sama. Mereka akan membangun reruntuhan  yang sudah berabad-abad, dan akan mendirikan kembali tempat-tempat yang sejak dahulu menjadi sunyi; mereka akan membaharui kota-kota yang runtuh, tempat-tempat yang telah turun-temurun menjadi sunyi. (Yesaya 61:4) Kebangkitan Gereja merupakan pengharapan serta penghiburan atas umat Tuhan yang saat ini tertawan.

Kebangkitan Gereja
Kebangkitan Gereja

Sebelum memasuki sesi kedua seluruh peserta bangkit berdiri sambil menyerukan yel-yel yang membangkitkan semangat, kekuatan serta keyakinan atas gereja Tuhan bahwa saatnyalah gereja bangkit dan melayani Tuhan sekarang, kemudian disambut dengan memuji Tuhan bersama-sama “Bangkit s’rukan nama Yesus” sebelum melanjutkan sesi kedua yang bertemakan ” Kasih kepada Tuhan dan Sesama”.

Pelayanan adalah buah kasih kita kepada Tuhan, itulah sebabnya Allah menghendaki bukan hanya pelayanan tetapi suatu hati yang penuh dengan kasih seperti yang dinyatakan Tuhan Yesus dalam Matius 22:37-38  “Kasihilah Tuhan, Allahmu , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.  Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.

Kasih persaudaraan adalah perintah baru, yaitu perintah untuk saling mengasihi, dalam cara yang lebih mulia dan lebih khusus atas semua orang percaya diperintahkan harus saling mengasihi terlepas dari kelompok, keanggotaan gereja, ataupun pandangan teologis. Mari berkaca seperti yang dilakukan oleh jemaat yang mula-mula yang memiliki hati penuh dengan kasih, mereka hidup dengan rukun saling menolong, saling berbagi, saling mengampuni, saling mengasah dan saling mengingatkan, dan kesemuanya ini dilakukan dengan dasar saling mengasihi karena kasih Kristus Yesus yang memenuhi hati dan hidup mereka.

Dalam sesi ini suasana kekeluargaan dan kesatuan terasa menyentuh sekali, mereka saling menyapa dan bersalaman dengan kerendahhatian yang tulus. Menutup seminar pada sesi dua ini, dinyanyikan lagu “ku kasihi kau dengan kasih Tuhan”. Sungguh indah menjadi keluarganya Allah.

Setelah itu masuk dalam sesi berdoa berkelompok yang dipimpin oleh  Pdt Jefri Manggaribeth, ketua majelis daerah sinode GGP yang juga adalah Gembala Sidang GGP Belempung Ulaq. Semua peserta yang hadir dibagi perkelompok masing-masing 5 orang atau lebih, sebelum memulai berdoa untuk kota dan bangsa semua menyanyikan pujian “Yesuslah Tuhan yang layak ditinggikan” semua peserta yang ada di kelompok doa dengan sungguh-sungguh menaikan pujian ini dan masing-masing perkelompok mulai berdoa, bagi bangsa dan negara serta meminta kepada Tuhan supaya orang-orang yang ada di Kota Kutai Barat ini bertobat dan kembali kepada Tuhan, tidak lagi datang kepada ilah-ilah lain, orang pintar bahkan tidak lagi untuk pergi ke dukun, semua bersehati merendahkan diri dan berseru kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh, memohon kiranya lawatan Tuhan nyata atas Kutai Barat dan bangsa ini, dan dibeberapa kelompok mereka berdoa sampai menangisi kota dan bangsa dengan sungguh-sungguh berharap pertolongan Tuhan.

Para peserta seminar berdoa bersama-sama bagi kota dan bangsa
Para peserta seminar berdoa bersama-sama bagi kota dan bangsa

Doa-doa terus dinaikkan kepada Tuhan. Para Pendeta, Hamba Tuhan bahkan perkerja dan jemaat yang sama-sama menangisi jiwa-jiwa yang tersesat untuk keselamatan kota dan bangsa ini. Percaya bahwa kesatuan tubuh Kristus yang telah terjadi di Kutai Barat ini akan membuat kita melihat lawatan Allah terjadi atas kota Kutai Barat dan atas bangsa ini.

Acara seminar dilanjutkan dengan sesi diskusi yang di buat perkelompok para peserta melakukan pemetaan rohani atas Kutai Barat dan sekitarnya, mereka mendapatkan gambaran kegelapan yang kelam menutupi daerah sekitar Kutai Barat dan bangsa ini, hal ini menyadarkan umat Allah tersebut untuk bangkit berdoa bersungguh hati dan bangkit untuk pergi menjadi saksi ditengah kegelapan atas kota dan bangsa ini.

Sesi ketiga dilanjutkan dengan tema “Gereja yang Menginjili”  Tidak ada pengharapan tanpa Allah didalam dunia, itulah sebabnya Gereja harus pergi menginjili, sebab kebinasan jika seseorang terpisah dari Allah, sebab itu amanat agung Tuhan untuk dalam perintah-Nya untuk menginjili merupakan suatu perintah yang urgent dan mendesak, dan hal ini merupakan tugas setiap orang percaya.  (Matius 28:16-20).  Para peminpin gereja harus mampu untuk menyadarkan para jemaat tentang siapa mereka sesungguhnya didalam Tuhan, dan apa kehendak Allah atas seluruh orang percaya. Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib (1 Petrus 2:9)

Sesi ke empat dilanjutkan dengan tema “Kesatuan Tubuh Kristus” diberitakan bahwa ini adalah masa penuaian untuk memenangkan kota dan bangsa sebab itu diperlukan kerjasama dalam tubuh Kristus dan kita harus bekerja lebih cepat. Gereja telah dibentuk Tuhan menjadi tubuh Kristus satu dengan yang lain saling memerlukan, jika gereja semakin bersatu maka mereka akan semakin kuat dan semakin powerfull dan semakin berbuah besama-sama, dengan demikian kemuliaan Tuhan akan dinyatakan. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku  supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu (Yohanes 17:22). 

Inilah waktunya gereja Tuhan bangkit berdoa untuk membangun kota dan bangsa, melalui Pray for Kutai Barat yang akan berlangsung tersebut, diharapkan membangkitkan Gereja Tuhan yang menginjii sehingga kemuliaan serta keselamatan Tuhan dinyatakan atas bangsa dan negara ini.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram