Nickson kuliah di Papua. Usai mengikuti kuliah, dia bermain futsal. Saat main futsal, dia jatuh. Itulah awal mulanya dia mengalami sakit pada pinggangnya. Tiba di rumah, dia beristirahat dan tidur.

Pagi hari ketika bangun tidur, dia merasa sakit sekali pada bagian pinggang belakang. Sejak saat itu, dia berhenti mengikuti kegiatan – kegiatan olahraga, baik di kampus maupun di rumah, terutama main futsal.

Kurang lebih selama 2 tahun, dia merasakan sakit pada pinggangnya saat menggerakkan pinggang & kaki. Apalagi, saat membungkukkan badan akan terasa sangat sakit. Dia harus menahan rasa sakit dan memaksakan diri saat melakukan pekerjaan – pekerjaan di rumah, misalnya saat dia harus angkat air dalam ember maka pinggang belakang akan terasa sakit sekali.

Rasa sakit yang dialaminya ini membebani pikirannya, karena aktifitasnya menjadi sangat terbatas. Dia ingin sekali pergi ke dokter, tapi dia tidak memiliki uang untuk berobat. Dia berpikir pasti butuh uang yang sangat banyak untuk berobat, sementara dia perlu uang untuk membiayai kuliahnya.

Pada bulan Desember 2017, dia kembali ke kampung halamannya di desa Golgol, kecamatan Kao, kabupaten Halmahera Utara, propinsi Maluku Utara. Pada bulan Agustus s/d November 2018, kondisi kesehatannya semakin parah. Dia mengalami pendarahan saat buang air besar.

Dua bulan pertama, 1 sampai 2x se-minggu pasti ada flek / bercak darah saat dia buang air besar. Setelah itu, Flek / bercak darah muncul 3 sampai 4x se-minggu. Secara manusia, dia sudah putus asa dengan kondisi yang dialaminya karena sepertinya tidak mungkin sembuh. Dia merasa kecil hati. Dia sembunyikan penyakitnya ini dari keluarganya, karena dia kuatir membebani pikiran keluarga dan istrinya. Tapi, akhirnya dia ceritakan sakitnya ini kepada istrinya setelah dia mengalami buang air besar yang berdarah. Dia ingin sekali sembuh, tapi dia tidak tau bagaimana caranya. Sampai dia berpikir & berdoa dalam hatinya semoga suatu saat Tuhan mempertemukannya dengan orang-orang yang bisa membantunya.

Puji Tuhan ! Pada bulan November 2018, gembala gerejanya yang juga tetangga yang tinggal didekat rumahnya memberikan informasi bahwa akan diadakan KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) Doa Bagi Bangsa di lapangan sepak bola Kao, Kecamatan Kao – Halmahera Utara pada tanggal 6 – 7 November 2018. Pada 7 November 2018, dia beserta istri bersiap-siap untuk pergi ke KKR Doa Bagi Bangsa.

Puji Tuhan ! Pada saat puji-pujian, Nickson mengalami jamahan Tuhan sehingga ia merasakan kelepasan dari sakit penyakitnya. Saat ada tantangan doa kesembuhan untuk yang sakit, dia maju. Pada saat didoakan oleh seorang hamba Tuhan, dia gemetar. Seluruh badannya bergetar. Dia sulit mengungkapkan apa yang dialaminya dengan kata-kata.

Kemudian, dia coba menggerak-gerakkan tubuhnya. Puji Tuhan ! Pinggangnya sudah tidak terasa sakit lagi. Penyakit yang membebaninya selama ini, yaitu sakit pinggang yang luar biasa dan buang air besar yang berdarah, disembuhkan secara total. Tuhan sangat baik.

Dalam perjalanan pulang, dia bersyukur kepada Tuhan. Berulang kali dia mengucap syukur kepada Tuhan. Dia tidak mampu membalas kebaikanNya. Dia ingin melayani Tuhan dalam hidupnya. Dia berikan hidupnya bagi kemuliaan nama Tuhan.

Tuhan itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikanNya (Mazmur 145:9).

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.