Pray For Mamuju 02 Mei 2017 : Sukacita Surga Tercurah

Sesungguhnya pasti datang dan pastilah akan terjadi suatu hari yang telah di Firmankan Tuhan. Yohanes 12:32 dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.

Terpujilah Tuhan yang telah menjadikan hari ini sebagai hari yang luar biasa, hari yang telah di tunggu telah tiba yaitu Pray For Mamuju yang akan berlangsung pada tanggal 2 dan 3 Mei 2017, Pukul 18.00 WITA,  bertempat di Gereja Toraja (GETOR) Mamuju Sulawesi Barat. Acara ini diselenggarakan oleh Panitia bersama Pray For Mamuju berkerjasama dengan FKGM (Forum Komunikasi Gereja-gereja Mamuju).

jiwa-yang-berdatangan-di-pfm-day1

Langit yang cerah mengawali pagi yang indah, dengan awan putih yang menghiasi langit kota Mamuju, telah menghantarkan semangat dan sukacita para Hamba Tuhan dan para Counselor yang sudah datang siap bertugas, sejak pukul 16.00 WITA mengambil bagian dalam pelaksanaan acara Pray For Mamuju baik itu sebagai petugas menerima tamu,pendoa maupun team pengangkut orang sakit.

Yesus menyatakan, Dia akan menarik semua orang datang kepada-Nya, ketika nama-Nya di tinggikan dari bumi. Haleluya! Pujilah TUHAN, demikianlah Tuhan yang menghantarkan jiwa-jiwa yang sudah berdatangan memenuhi bangku dalam ruangan tempat ibadah sejak pukul 17.00 WITA.

Pdt. Yusuf Rumininding,S.Th.,M.M (Gereja Toraja)
Pdt. Yusuf Rumininding,S.Th.,M.M (Gereja Toraja)

Tepat pada pukul 18.00 WITA acara dimulai dengan kata sambutan dari Pdt. Yusuf Rumininding,S.Th.,M.M (Gereja Toraja) yang menyampaikan bahwa dengan adanya Pray For Mamuju agar dapat mengingatkan umat Tuhan di kota ini bahwa adanya suatu rencana Tuhan atas hidup mereka, dan agar mereka memiliki beban atas kota Mamuju.

Acara kemudian di lanjutkan dengan puji-pujian yang di bawakan oleh Worship Leader dengan mengangkat Pujian “Hormat bagi Allah Bapa”  seluruh jemaat bangkit berdiri untuk memberikan pengagungan serta penyembahan dengan kesungguhan bagi Allah Bapa melalui puji-pujian yang dinaikan. Pujian kembali dilanjutkan dengan lagu “Hai bangkit bagi Yesus, Karya terbesar-Rayakan Yesus Rayakan-Syukur untuk setiap rencanaMu“. Hadirat Tuhan begitu indah dirasakan kidung puji-pujian tersebut di naikan di tengah-tengah jemaah, sebab Allah bersemayam di atas puji-pujian (Mazmur 22:4).

Suasana Ibadah Pray for Mamuju, Selasa (2/5)
Suasana Ibadah Pray for Mamuju, Selasa (2/5)

Sebelum memasuki Firman Tuhan doa syafaat bagi Kota dan Bangsa dinaikan yang di pimpin oleh para Hamba Tuhan dan gembala sidang yang berasal berbagai denominasi gereja di kota Mamuju, yaitu Pdt. Erni Laifani, S.Th., dari Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB) berdoa bagi kemanan dan kesatuan serta persatuan bangsa, Pdt. Herman, S.Th.  dari Gereja Toraja Mamasa (GTM) berdoa bagi pemerintah dan Pemimpin negara, Pdt. Jafri Yosias,S.Th. dari Gereja Kristen Indonesia (GKI) berdoa generasi muda yang merupakan generasi penerus bangsa, Pdt. Deifi Stanly Supit,S.Th. dari Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) berdoa lawatan Tuhan dan hujan pertobatan terjadi atas Kota Mamuju dan Bangsa serta  Pdt. Jon Sampe, S.Th. dari Gereja Kerapatan Injili Bangsa Indonesia (KIBAID) kebangkitan dan kebangunan rohani atas gereja-gereja.

Setelah doa syafaat dinaikan dilanjutkan dengan sebuah video kesaksian  kesembuhan dari Sdri Melati yang disembuhkan dari batu ginjal di acara Pray for Samarinda. Memasuki Firman Tuhan Pujian “Dia Hanya Sejauh Doa” dinaikan, yang di pimpin oleh Sdri Esther Noviati sebagai worship leader dari team Pray For Cities.

Pdt. Michael Judah Sumbayak
Pdt. Michael Judah Sumbayak

Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Michael Judah Sumbayak (Team Pray For Cities) yang terambil dalam Lukas 15 :1-7 tentang perumpamaan domba yang hilang, disampaikan dalam pemberitaan Firman tersebut bahwa Tuhan sangat mencintai manusia, tidak ada satu detik pun waktu berlalu tanpa Tuhan memperhatikan kehidupan manusia dan ketika Tuhan menemukan mereka yang terhilang maka hati-Nya pun penuh dengan kegembiraan. Sesungguhnya, semua manusia telah terhilang sejak dikandung di dalam kandungan. Tetapi Tuhan Yesus telah memutuskan untuk datang ke dunia.

Siapakah Tuhan itu sesungguhnya? Adakah Ia seorang pribadi yang menakutkan dan tidak dapat dijamah? Adakah Ia Tuhan yang kejam? Adakah Dia bisu dan tuli ketika kita berdoa kepada-Nya? Tidak! Dia adalah Tuhan yang besar, pencipta langit yang bumi yang sangat mencintai manusia sehingga mau datang ke muka bumi. Seperti seorang gembala yang baik yang rela mencari satu ekor domba yang tersesat dengan meninggalkan 99 ekor lain yang ada padanya, demikian Pencipta langit dan bumi turun ke dunia untuk mencari manusia yang tersesat.

Pencipta langit dan bumi rela datang ke dunia, kepada ciptaan-Nya. Dia disalibkan, mencucurkan darah, dicambuk demi cinta-Nya kepada manusia, demi menghapus dosa-dosa manusia.

Tuhan Yesus adalah gembala yang sangat baik, yang datang untuk mencari domba-Nya yang terhilang dengan rela mencucurkan darah, dicambuk, dan dipakaikan mahkota duri demi cinta-Nya kepada manusia. Sungguh, tidak ada Tuhan seperti Tuhan Yesus.

Seperti kegembiraan gembala yang baik ketika menemukan domba yang hilang dan meletakkannya pada bahunya, maka demikianlah kegembiraan Tuhan Yesus saat manusia bertobat dan kembali kepada-Nya. Manusia yang sering kali menyakiti hati Tuhan, telah beroleh belas kasihan-Nya dan ketika satu orang diselamatkan, maka seisi surga akan bersukacita. Demikian juga pada malam itu, Tuhan Yesus memanggil setiap yang hadir untuk kembali berbalik kepada Tuhan, untuk kembali pulang ke rumah Bapa.

mamuju-suasana-ibadah
Mereka yang percaya kepada Tuhan Yesus, malam itu datang kepada Tuhan dan bertobat
Saat lagu “manis lembut Tuhan Yesus memanggil” Pdt. Michael Judah Sumbayak pun menantang setiap yang hadir untuk berbalik dari segala dosa dan mengundang Tuhan Yesus masuk ke dalam hati mereka, dan seluruh jemaat bangkit berdiri untuk berdoa menerima tantangan tersebut sebab itu Kita patut bersukacita dan bergembira sebab orang-orang berdosa  dan yang belum mengenal Kristus kembali pulang. Bahkan, ada sukacita yang besar di Sorga oleh karena satu orang berdosa bertobat (Lukas 15:7).
niel-mamuju
Pdt Daniel Judah Sumbayak

Setelah itu, Firman Tuhan mengenai berita pengharapan dalam kesembuhan terhadap sakit penyakit disampaikan oleh  Pdt. Daniel Judah Sumbayak (Team Pray For Cities)  yang maju untuk menyampaikan Firman Tuhan dalam Yohanes 5:1-9 tentang Tuhan Yesus menyembuhkan seorang yang lumpuh 38 tahun di pinggir kolam Betesda. Firman Tuhan tersebut menyatakan bahwa betapa kita ini memiliki Tuhan yang sangat mengasihi dan memperhatikan kita. Ia pun memiliki kuasa untuk menyembuhkan kita.

Sebagaimana Tuhan Yesus menyuruh orang yang sakit 38 tahun itu untuk bangun dan berjalan, maka demikianlah Allah yang kita sembah mau menyembuhkan umat-Nya. Namun Diperlukan iman percaya. Orang yang telah lumpuh 38 tahun itu langsung berjalan ketika diperintahkan untuk berjalan. Tidak ada kebimbangan dan keragu-raguan, ia langsung berjalan. Hal yang sama pun akan terjadi pada semua orang sakit yang mau percaya kepada Tuhan Yesus. Syaratnya adalah memiliki iman percaya kepada Tuhan Yesus.

Yesaya 59:5 mengatakan bahwa oleh bilur-bilur Tuhan Yesus, maka kita semua menjadi sembuh. Apapun penyakitnya, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan kita, hanya tetaplah percaya kepada Tuhan Yesus dan Ia mau menyembuhkan manusia.

Hingga hari ini, Tuhan Yesus tetaplah sama. Ia berkuasa dan akan memberikan kesembuhan bagi mereka yang percaya. Percaya saja dengan tidak takut dan bimbang.

Pdt. Daniel Judah Sumbayak kemudian mengundang semua yang sakit untuk maju ke depan untuk didoakan, Haleluya! Doa kesembuhan dibawakan oleh Julian Maradona (Team Pray For Cities), Pdt Andri Thio (Team Pray For Cities), dan Pdt Chandra, M.Th. (GKKD Makassar).

Puji TUHAN mereka disembuhkan dari berbagai sakit penyakit seperti stroke, tumor payudara, rematik, mata kabur, maag, sakit pinggang, sesak nafas, sakit pada kepala, sakit pada kaki, dan radang usus malam itu dijamah dan disembuhkan oleh Tuhan Yesus Kristus. Setelah itu kesaksian kesembuhan disampaikan oleh Pdt Chandra, M.Th. (GKKD Makassar), Julian Maradona (Team Pray For Cities), Pdt Ni Made Julita, B.Th. (GBI Mamuju). Haleluya! “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya” (Ibrani 13: 5).

Hari ini lawatan Tuhan terjadi atas kota Mamuju dan sekitarnya sebab itu bersukacitalah dan beribadahlah kepada Tuhan dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai, sebab Tuhan telah menyatakan keselamatan yang sesungguhnya hanya ada di dalam Yesus.  Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. (Yohanes 14: 6)

 

Lihat video selengkapnya : Pray For Cities : Pray For Mamuju 2017

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram