Pray For City Online 23 April 2021: Diperdamaikan dan diselamatkan oleh Kristus

Puji Tuhan acara Pray For Cities secara online dapat diselenggarakan kembali pada hari Jumat, 23 April 2021, dan dapat disaksikan secara online melalui Facebook, YouTube dan Instagram. 

Pray For Cities Online dilayani oleh:
• Pdt. Mareti Zai, Gereja Protestan Injili Nusantara (GPIN) Karang Anyar, Lampung.
• Pdt. Dhany Satrianto, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Hosana Narada, Tanah Tinggi, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.
• Ev. Petrus Antono Wijaya, Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Siloam, Tarakan, Kalimantan Utara.
• Pdt. Andreas Supoyo, Gereja Penyebaran Injil (GPI) Breakthrough Ministries, Denpasar, Bali.
• Pdt. Friska Carolina Sirait, KPPI Ministry.

Diperdamaikan dan Diselamatkan oleh Kristus

Pdt. Mareti Zai menyapa pemirsa dan membuka acara dalam doa. Firman Tuhan disampaikan dari Roma 5:6-11.
Jika kita melihat kasih Kristus dalam kehidupan kita, maka kita melihat waktu Allah menciptakan alam semesta, matahari dan semua benda langit, ada sebuah kalimat yang menarik yaitu “Allah melihat semua itu baik”. Bahkan bukan hanya itu saja, tetapi Tuhan juga mengatakan segala sesuatu yang dijadikan itu “sungguh amat baik”, seperti yang dikatakan dalam kitab Kejadian pada masa penciptaan. Tetapi, ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, semua berubah.

Dalam Roma 3:23 berkata, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” 
Kita dapat melihat bagaimana saat manusia belum diperdamaikan oleh Allah, kita lemah dan tidak memiliki kekuatan untuk berbuat baik saat kita masih berdosa. Manusia melupakan Allah yang menciptakan dia, status manusia berdosa dan menjadi seteru Allah.

Apa yang dikerjakan Yesus sangat mulia, Dia mati saat kita masih lemah. Saat kita masih berdosa dan menjadi seteru Allah maka Dia datang bagi kita. Dia menunjukan kasih-Nya bagi kita. 

Bagaimana cara kita diperdamaikan oleh Allah?
Pertama, dibenarkan, bukan berarti kita benar. Pada Perjanjian Lama, saat manusia berdosa maka seorang imam akan mengorbankan binatang. Tetapi, Yesus datang menjadi korban bagi kita supaya kita diperdamaikan dari segala dosa kita.

Kedua, kita didamaikan. Semua dosa diselesaikan oleh Allah di kayu salib, sehingga kita beroleh damai sejahtera. Jangan sia-siakan pengorbanan Yesus bagi kita. Sesungguhnya kita tidak layak tapi Yesus datang menyatakan kasih-Nya, membuat kita menjadi bagian dalam keluarga Allah. 

Setelah itu Pdt. Dhany Satrianto memimpin dalam doa untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dengan sebelumnya membacakan Firman Tuhan  dari Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Kemudian dilanjutkan dengan doa untuk menjadi hamba Tuhan.

Iman yang Mengerjakan Mujizat Kesembuhan

Selanjutnya Firman Tuhan tentang kesembuhan dibawakan oleh Ev. Petrus Antono Wijaya, mengutip dari Markus 10:46-52 tentang Yesus menyembuhkan Bartimeus.

Yakin percaya bahwa Bartimeus akan menerima kesembuhan dari Yesus, ada pengharapan Bartimeus pada Yesus karena dia sering mendengar kisah tentang Yesus maka ada pengharapan dalam hatinya. Bartimeus yakin akan memperoleh kesembuhan saat dia berharap pada Yesus. Demikian kepada kita, marilah kita berharap penuh dan berseru kepada Yesus. Seperti seorang Bartimeus yang berharap dan berseru hanya kepada Yesus.

Bartimeus juga bertekun untuk terus berharap pada Yesus sekalipun kondisi banyak yang memerintahkan dia untuk diam. Tapi dia semakin keras berteriak dan menyerukan penggarapannya pada Yesus. Marilah kita juga bertekun untuk terus berharap pada Yesus. Tidak dengan keraguan, tapi sungguh-sungguh berharap pada Yesus.

Beriman kepada Yesus juga dilakukan oleh Bartimeus. Dalam firman Tuhan pada Ibrani 11:1, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Sekalipun Bartimeus tidak dapat melihat, tapi dia beriman bahwa Yesus sanggup menyembuhkan dirinya. Bartimeus menanggalkan jubahnya, berdiri dan datang pada Yesus sebagai tindakan imannya kepada Yesus. 

Apa yang kita harapkan dalam Yesus, mintalah pada Tuhan maka Dia akan menjawab. Apapun sakit penyakit yang kita alami, tidak ada yang mustahil bagi Yesus. Percayalah sungguh-sungguh kepada Yesus maka kita akan menerima kesembuhan yang berasal dari Yesus. 

Setelah itu Pdt. Andreas Supoyo memimpin dalam doa kesembuhan bagi yang sakit. Sebelumnya dibacakan Firman Tuhan  dari Yesaya 53:5, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Acara dilanjutkan dengan doa bagi bangsa dan negara dipimpin oleh Pdt. Dhany Satrianto, berdoa untuk seluruh pemerintahan yang ada serta jajarannya, pemerintahan pusat sampai ke daerah, untuk setiap permasalahan bangsa dan TNI-Polri. Lalu doa dilanjutkan oleh Pdt. Andreas Supoyo yang berdoa untuk perekonomian bangsa dan wabah Covid-19 agar berlalu dari bangsa ini. 

Acara Pray For Cities ditutup dalam doa oleh Pdt. Friska Carolina Sirait dan dilanjutkan dengan menyampaikan pengumuman layanan doa, jadwal PFC selanjutnya dan himbawan pemerintah tentang protokol kesehatan. 

Demikian rangkaian acara Pray For Cities Online. Tuhan memberkati.[ver]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram