PFC Online 16 Juli 2021: Yesus Melepaskan Belenggu

Puji Tuhan acara Pray For Cities secara online dapat diselenggarakan kembali pada hari Jumat, 16  Juli 2021, dan dapat disaksikan secara online melalui Facebook, YouTube dan Instagram.

Dilayani oleh:

• Pdt. Hana Danieyati, Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Getsemani, Bandung Barat, Jawa Barat.
• Pdt. Hendra D. Kandari, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Kapernaum, Serui, Papua.
• Pdt. Pardamean Pasaribu, Gereja Kristen Roti Hidup Indonesia (GKRHI) Kota Bercahaya, Jakarta Timur, DKI Jakarta.
• Pdt. Oloan Sitorus, Gereja Kristen Kemah Daud (GKKD), Balige, Sumatera Utara.
• Pdm. Boston Silalahi, KPPI Ministry

Yesus Melepaskan Belenggu

Pdt. Hana Danieyati menyapa pemirsa dan membuka acara dalam doa. Firman Tuhan disampaikan dari Markus 5:1-10 tentang Yesus mengusir roh jahat dari orang Gerasa.

Firman ini bercerita tentang seorang yang kerasukan setan dan sudah sering sekali diikat dan dibelenggu. Tidak ada seorang pun yang sanggup melepaskan dan membuat dia sadar. Secara manusia tidak ada harapan untuk dia bisa berguna bagi orang tua, sesamanya bahkan untuk dirinya sendiri. Tapi di ayat selanjutnya disebutkan Tuhan Yesus datang menyembuhkan dia dan membuatnya menjadi normal, Tuhan Yesus melepaskan orang gila itu dari belenggu jahat yaitu Legion. Bahkan dikatakan di ayat 18 sampai ayat 20, setelah orang gila itu disembuhkan Tuhan Yesus, dia menjadi pelayan Tuhan di sepuluh kota. Orang yang tidak diperhitungkan oleh siapapun bahkan oleh dirinya sendiri tetapi ketika Tuhan Yesus datang, Tuhan Yesus sanggup mengubah orang itu. Demikian dengan kita, ketika kita dibelenggu oleh dosa, mari datang kepada Tuhan Yesus, masih ada harapan di dalam Tuhan Yesus. 

Yesaya 43:4
Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.

Apapun adanya diri kita, dosa dan pergumulan kita, Tuhan Yesus sanggup untuk mengubah kita. Karena Dia sangat mengasihi kita. PengorbananNya di atas Kayu Salib itu adalah salah satu bukti begitu besarnya Ia mengasihi kita. Tuhan Yesus mau menyatakan kepada kita, Dia Yesus sangat mengasihi kita, masih ada harapan di dalam Tuhan Yesus. Tuhan Yesus adalah satu – satunya Juruselamat yang sanggup mengubah hidup kita. Datang pada Tuhan Yesus dan terima Dia sebagai Juruselamat pribadi.

Setelah itu Pdt. Hendra D. Kandari memimpin dalam doa untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan sebelumnya Firman Tuhan dibacakan dari Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Dilanjutkan dengan doa untuk menjadi hamba Tuhan dan sebelumnya dibacakan Firman Tuhan dari Lukas 10:2, “Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Yesus Menyembuhkan Seorang yang Sakit Kusta

Kemudian Firman Tuhan tentang kesembuhan dibawakan oleh Pdt. Pardamean Pasaribu dari Matius 8:1-4 tentang Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta.

Seorang penderita sakit kusta, dia datang menjumpai Yesus tersungkur di hadapan Yesus. Dia mendengar berita tentang Yesus sang penyembuh. Dan dia mendengar khotbah Yesus yang memberikan pengharapan pada nya. Itulah sebabnya dia berharap dan percaya Yesus sanggup menyembuhkan dia. Namun ada satu hal yang dia rasakan, apakah Yesus mau menyembuhkan dia dari sakit kustanya. Karena penyakit kusta saat itu dianggap sebagai kutukan atau hukuman dan menular, itulah sebabnya seorang yang menderita sakit kusta akan dikucilkan.

Orang yang menderita sakit kusta itu, bukan hanya menderita secara fisik tetapi terlebih lagi jiwa mereka pun mengalami sakit karena mereka adalah orang – orang yang tertolak dan dihindari. Itulah sebabnya ketika orang sakit kusta ini datang kepada Yesus, dia bertanya apakah Yesus mau menyembuhkan nya. Dia memohon dengan sebuah pertanyaan. Tetapi dia datang kepada Tuhan yang hidup. Penyakit kusta bukanlah penyakit yang ditolak oleh Tuhan. Yesus mengulurkan tangan-Nya menjamah orang sakit kusta itu. Tuhan mau orang sakit kusta itu sembuh, demikian juga dengan kita. Tuhan mau menyembuhkan kita dan menjamah tubuh kita. Percayalah kepada Yesus. Dua ribu tahun yang lalu, Dia sudah mati di atas kayu salib, tubuh-Nya penuh dengan luka – luka. Yesaya 53 menggambarkan bagaimana penderitaan Yesus sesungguhnya menanggung penderitaan kita saat ini. Datanglah pada Yesus dan bukalah hati pada Yesus.

Setelah itu Pdt. Oloan Sitorus memimpin dalam doa kesembuhan bagi yang sakit. Sebelumnya Firman Tuhan dibacakan dari Yesaya 53:5, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Acara dilanjutkan dengan doa bagi bangsa dan negara dipimpin oleh Pdt. Hendra D. Kandari berdoa untuk seluruh pemerintahan yang ada serta jajarannya, pemerintahan pusat sampai ke daerah dan TNI-Polri. Lalu doa dilanjutkan oleh Pdt. Oloan Sitorus yang berdoa untuk perekonomian bangsa dan pandemi covid-19 agar berlalu dari bangsa ini.

Acara Pray For Cities Nusantara dilanjutkan dengan menyampaikan pengumuman layanan doa, jadwal Pray for Cities selanjutnya dan himbauan pemerintah tentang protokol kesehatan serta informasi media sosial Pray for Cities.

Demikian rangkaian acara Pray for Cities Online Nusantara.

Tuhan memberkati.

[agn/ris]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram