Pray For Cities Jakarta Barat 21 April 2021: Pengharapan yang Pasti

Syukur kepada Tuhan acara Pray For Cities Jakarta Barat secara online telah diselenggarakan pada hari Rabu, 21 April 2021 dan dapat diikuti melalui Facebook, Instagram dan YouTube.

Pray For Cities Jakarta Barat pada hari ini dilayani oleh:

• GI. Yonatan Suwardi, Gereja Kristen Jakarta (GKJ), Kalianyar, Jakarta Barat, DKI Jakarta.⁣

• Ev. Rynce Octavianus, Gereja Kristus Rahmani Indonesia (GKRI) Haleluya, Cengkareng, Jakarta Barat, DKI Jakarta.⁣

• Pdt. Yakob Linus Oey, Gereja Bethel Indonesia (GBI) Cengklong, Kosambi, Tangerang, Banten.⁣

• Pdt. Timotius R. Gulo, Gereja Yesus Kristus Tuhan (GYKT) Pelita Community Penjaringan, Jakarta Utara, DKI Jakarta.⁣

• Pdm. Lukas Oey, KPPI Ministry.⁣

Pengharapan yang Pasti

GI. Yonatan Suwardi menyampaikan Firman Tuhan yang diambil dari Mat 11:28

Matius 11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Tidak ada yang pernah menyangka bahwa pandemi berlangsung cukup lama dan ada orang yang menjadi cemas, takut akan masa depan, sakit penyakit. Mengapa muncul kecemasan, putus asa dan ketakutan? Karena tidak memiliki pengharapan di dalam hidupnya.

Alkitab menjelaskan ada pengharapan yang pasti, dan pengharapan yang pasti di masa kini berkaitan dengan kehidupan kita dan masa yang akan datang, berkaitan dengan kehidupan setelah kematian.

Mat 28:11, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

Yesus mengajak banyak orang untuk datang kepada-Nya sebab Dia sanggup memberikan kelegaan bagi kita. Yesus mengajak untuk datang kepada-Nya sebab Yesus sanggup menyembuhkan sakit penyakit. Orang yang sakit kusta merupakan orang yang dikucilkan dan Yesus menyembuhkannya, Yesus juga meredakan angin ribut, menyembuhkan orang yang sakit pendarahan,  memberikan makan lima ribu orang laki-laki,  tidak ada yang mustahil bagi Yesus, sebab Yesus itulah Pengharapan yang pasti.

Yesus juga pengharapan yang kekal. Yohanes 11:25-26, Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,

dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?”

Banyak orang takut akan kematian dan ngeri terhadap kematian, tetapi Yesus memberikan pengharapan dimana orang yang mati akan bangkit jika percaya kepada Yesus. Yesus memberikan pengharapan yang pasti akan kehidupan yang kekal setelah kematian bagi saudara-saudari yang mau percaya kepada Yesus.

Hari ini, jika ada kekuatiran, kecemasan, keputusaan, datanglah kepada Yesus sebab Yesus sanggup. Marilah kepada-Ku, dimana Yesus menawarkan diri-Nya bahwa diri-Nya adalah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Maukah Saudara menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat? Dia adalah pengharapan didalam kondisi saat ini.

Jika kita mau maka kita siapkan diri kita sebab didalam Yesus tidak ada ketakutan bahkan setelah kematian sekalipun ada pengharapan untuk hidup yang kekal.

Kemudian Ev. Rynce Octavianus  membaca Firman Tuhan di dalam Yohanes 3:16, kemudian memimpin didalam doa untuk menerima Tuhan Yesus secara pribadi dan kemudian mengajak untuk  melayani Tuhan Yesus. Sebelum berdoa membacakan Firman Tuhan dari kitab lukas 10:2.

Menerima Mukjizat Kesembuhan dari Tuhan

Pdt. Yakob Linus Oey menyampaikan Firman Tuhan yang diambil dari Matius 15:21-28 Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: “Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita.” Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: “Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak.” Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: “Tuhan, tolonglah aku.” Tetapi Yesus menjawab: “Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” Kata perempuan itu: “Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.” Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: “Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki.” Dan seketika itu juga anaknya sembuh. 

Itu adalah proses dari seorang yang menerima kesembuhan dari Tuhan. Perempuan Kanaan ini datang pada Yesus. Dia datang dan berseru kepada Yesus. Dan apa yang dapat kita teladani dari perempuan ini? Dia menceritakan pergumulannya dan tetap beriman memohon kepada Yesus. Namun Yesus berdiam diri dan tidak menjawab dan murid-muridNya mengusir akan perempuan ini. Sikap perempuan Kanaan ini dapat kita teladani dimana dia rendah hati dan dia menyadari siapa dirinya di hadapan Yesus dimana dia menyembah kepada Yesus. Yesus mengatakan bahwa status perempuan ini berbeda dengan orang Israel, perempuan itu hanya meminta yang layak dia dapatkan yaitu remah-remah, karena dia tidak memaksakan kehendaknya, dia fokus kepada permohonan dan minta belas kasihan Yesus. 

Yesus menyembuhkan banyak orang, tetapi tidak semua memiliki iman seperti perempuan ini yang datang merendahkan diri dan memohon belas kasihan Yesus. Sebab itu, sikap perempuan ini harus kita teladani, ada jawaban dan jalan keluar bagi bapak dan Ibu yang sakit, walaupun banyak halangan yang datang namun kita dapat datang kepada Yesus dan memohon kepada Yesus.

Didalam Firman Tuhan janji kesembuhan itu sudah dijamin. Dalam Yesaya 53:4-5, “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” Itulah janji Firman Tuhan, jika kita mau merendahkan diri walaupun banyak halangan dan rintangan dimana itu merupakan ujian iman kita, tetaplah percaya kepada Tuhan.

Kemudian Pdt. Timotius R. Gulo memimpin didalam doa kesembuhan dimana sebelumnya membacakan Firman Tuhan dari 1 Petrus 2:24. Pdt. Timotius R. Gulo mengajak semua pendengar untuk sungguh-sungguh percaya kepada Yesus bahwa hanya darah Yesus dan  bilur-bilur-Nya yang dapat menyembuhkan kita. 

Lalu dilanjutkan berdoa bagi Jakarta Barat yang dipimpin oleh Ev. Rynce Octavianus. Kemudian berdoa bagi perekonomian bangsa Indonesia, pemerintahan dan para dokter dan suster dipimpin oleh Pdt. Timotius R. Gulo. 

Acara Pray For City Jakarta Barat diakhiri dalam doa lalu disampaikan pengumuman acara PFC berikutnya oleh Pdm. Lukas Oey. Disampaikan juga arahan pemerintah untuk lakukan protokol kesehatan. Terakhir diberitahukan informasi mengenai media sosial acara Pray For Cities. [ver]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram