PFC Online Tangerang 14 Juli 2021: Yesus Peduli Akan Hidupmu

Puji Tuhan acara Pray For Cities Tangerang secara online dapat diselenggarakan kembali pada hari Rabu, 14 Juli 2021, dan dapat disaksikan secara online melalui Facebook, Youtube dan Instagram.

Dilayani oleh:
• Pdt. Sandra Sormin, Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Jemaat Samaria, Tangerang, Banten.
• Pdt. Makmur Simanjuntak, Gereja Kristen Oikumene (GKO) Sola Fide, Tangerang, Banten.
• Pdt. Theofilus, Gereja Bethel Indonesia (GBI) Barcelona, Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten.
• Pdt. Yulius Widodo, Gereja Kristus Rahmani Indonesia (GKRI) Perumnas IV, Tangerang, Banten.
• Pdt. Megio Tarigan, KPPI Ministry.

Yesus Peduli Akan Hidupmu

Pdt. Sandra Sormin menyapa pemirsa dan membuka dalam doa. Firman Tuhan disampaikan dari Matius 15:32-39 tentang Yesus memberi makan empat ribu orang.

Ketika banyak orang memborong kebutuhan hidup seperti susu dan vitamin, orang-orang hanya peduli pada hidupnya sendiri tidak peduli pada orang lain. Tuhan Yesus sangat berbeda, dia sangat peduli pada kehidupan sesama-Nya. Dia tidak ingin orang menderita tapi selalu ingin manusia hidup bahagia, menikmati sukacita dalam kebersamaan dengan Allah. Tuhan Yesus tidak pernah menghendaki kita ada dalam penderitaan karena dosa, Dia tidak pernah menghendaki kita masuk dalam kematian yang kekal di neraka.

Tuhan Yesus peduli dan memberi tindakan nyata ketika Dia memberikan makan empat ribu orang. Saat orang banyak mengikuti-Nya mendengar Firman Tuhan mereka lapar setelah berhari-hari mengikuti Dia, mereka lapar belum makan dan ada di tempat yang sunyi tidak mungkin mereka pulang dalam kondisi lapar akan pingsan di jalan. Murid-murid-Nya lupa bahwa Yesus adalah Tuhan yang dapat melakukan mujizat. Lalu mereka mendapati ada tujuh roti dan beberapa ikan kecil-kecil dan dibawa kepada Tuhan Yesus, lalu Dia mengucap berkat dan dibagi-bagikan pada orang banyak sehingga mereka semua makan sampai kenyang, bahkan potongan roti sisa tujuh bakul penuh.

Tuhan Yesus memberi tindakan nyata dengan memberi hidup-Nya untuk saudara, sehingga tidak memperhitungkan diri-Nya sendiri lewat kayu salib, luar biasa Dia mengasihi saudara supaya tidak ada dalam kematian yang kekal. Tuhan Yesus memperhatikan saudara, Dia mengulurkan tangan-Nya dan memberi hidup-Nya untuk saudara. Saat ini apakah kita mau menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan penyelamat hidup kita? bila saudara rindu kehidupan Sorga, mari menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan satu-satunya Juruselamat dalam kehidupan kita karena Tuhan Yesus peduli dan terus mengulurkan tangan-Nya agar saudara tetap menjadi milik-Nya.

Kemudian Pdt. Makmur Simanjuntak memimpin doa menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, sebelumnya membacakan Firman Tuhan dari Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Dilanjutkan berdoa bagi mereka yang rindu untuk melayani Tuhan, dengan membacakan dasar Firman Tuhan dari Lukas 10:2, “Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Yesus Menyembuhkan Seorang yang Sakit Kusta

Kemudian Firman Tuhan tentang kesembuhan disampaikan oleh Pdt. Theofilus dari Matius 8:1-4 tentang Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta.

Kesembuhan orang yang sakit kusta ini terjadi karena ada tindakannya datang kepada Tuhan Yesus. Hal yang indah terkandung dalam tindakannya sehingga Tuhan Yesus menyembuhkannya. Tuhan Yesus baru selesai mengajar di bukit lalu orang sakit kusta ini datang menemui Yesus, dia sangat berani, dia datang mendekati Tuhan Yesus adalah tindakan yang bertentangan dan sangat beresiko karena orang kusta tidak boleh menghampiri orang sehat dan harus berteriak dari jauh najis najis, tindakannya itu sangat mengancam keselamatannya, bisa saja orang lain akan melemparinya dengan batu.

Keyakinan orang kusta ini pastilah karena dia telah mendengar tentang Tuhan Yesus dari pembicaraan banyak orang siapa Tuhan Yesus, sehingga dia yakin, percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Mesias. Sebab itu orang kusta ini sangat yakin Tuhan Yesus akan menyembuhkannya. Sekotor dan senajis apapun, respon Tuhan Yesus tidak akan menolaknya seperti para ahli taurat atau para rabi, tapi Tuhan Yesus menerima dia dan mengulurkan tangan-Nya, menjamahnya lalu menyembuhkannya. Kita menerima pelajaran penting bahwa Tuhan Yesus tidak akan menolak setiap kita yang mau datang kepada Dia, seperti keyakinan orang kusta ini bahwa Tuhan akan menerima dia, hendaknya dengan keyakinan yang sama harus kita miliki. Tidak boleh seorang pun dari kita merasa terlalu hina sehingga tidak dapat datang kepada Yesus. Yohanes 6:37b, “dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.” Ini ada suatu jaminan kepastian bahwa Tuhan Yesus tidak akan membuang setiap orang yang datang kepada Dia. Justru kita merasa terlalu hina karena telah melakukan dosa yang berat, besar apalagi kita telah melakukan dosa dosa yang berulang-ulang, ada perasaan takut tidak berani tapi hendaknya datang pada-Nya. Ketika mengalami masalah yang berat seperti orang kusta ini penyakit, penderitaan, persoalan, atau masalah yang kita alami hendaknya kita dapat datang pada Tuhan Yesus dan mengharapkan pertolongan-Nya.

Orang kusta ini datang dengan penghormatan tertinggi, dia datang tersungkur pada Tuhan Yesus sebab dia tahu bahwa dia orang yang hina, dan dia sedang datang pada Mesias.
Kita dapat datang pada Tuhan Yesus dengan keyakinan dan penghormatan yang tinggi seperti orang kusta ini. Orang kusta ini datang merendahkan diri pada Tuhan Yesus, dia tidak menuntut pada Tuhan tapi dia berkata : “Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku.” Dan Tuhan Yesus menyembuhkannya saat itu. Tindakan orang kusta ini menyentuh hati Tuhan Yesus. Belajar dari orang kusta ini datang percaya, berani dan rendah hati berharap pada Tuhan Yesus.

Kemudian doa kesembuhan dipimpin oleh Pdt. Yulius Widodo, sebagai dasar doa kesembuhan dibacakan Firman Tuhan dari Yesaya 53:5, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh”.

Dilanjutkan doa untuk Tangerang yang dipimpin oleh oleh Pdt. Makmur Simanjuntak mendoakan pemerintah Tangerang mensejahterakan seluruh kota dan takut akan Tuhan, berdoa bagi warga Tangerang, pemulihan kondisi pandemi ini di Tangerang dan berbagai sektor, memohon Tuhan memulihkan keadaan semuanya.

Dilanjutkan doa untuk Indonesia yang dipimpin oleh Pdt Pdt. Yulius Widodo, berdoa bagi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, Tuhan berikan kemampuan, kesehatan yang prima dan hikmat akal budi untuk memimpin dan membawa bangsa ini pada damai sejahtera. TNI dan Polri Tuhan berkati dan diberikan kekuatan serta kemampuan sehingga dapat menjalankan tugasnya karena mereka yang Tuhan tetapkan untuk menjaga keamanan bangsa Indonesia. Berdoa bagi para tim medis yang sedang berperang melawan Covid 19 diberikan perlindungan dari Tuhan dalam menjalankan tugasnya.

Kemudian dilanjutkan oleh Pdt. Megio Tarigan yang menyampaikan pengumuman mengenai layanan doa, jadwal PFC selanjutnya dan himbawan pemerintah tentang protokol kesehatan serta informasi medsos Pray For Cities dan menutupnya didalam doa.

Demikian rangkaian acara Pray For Cities Online Tangerang.

Tuhan Yesus memberkati.

[dor/ros]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram