PFC Online Sumatera 4 Agustus 2021: Yang Hilang Telah Ditemukan

Puji Tuhan acara Pray For Cities secara online dapat diselenggarakan kembali pada hari Rabu, 4 Agustus 2021, dan dapat disaksikan secara online melalui Facebook, Youtube dan Instagram.

Dilayani Oleh:⠀
• Pdt. Koko Sumarno, Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan (GKSBS) Natar, Lampung, Bandar Lampung.
• Pdt. Mardius Tarigan, Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia (GSPDI) EKKLESIA, Batam Center, Kepulauan Riau.
• Pdt. M. Sitorus, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Efrata, Medan Baru, Bengkulu.
• Pdt. Ritha Simanungkalit, Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA), Doloksanggul, Sumatera Utara.
• Veronika Dwi, KPPI Ministry.

Yang Hilang Telah Ditemukan

Pdt. Koko Sumarto menyapa pemirsa dan membuka acara dalam doa. Firman Tuhan disampaikan dari Lukas 19:10, “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang”.
Ada seorang gembala yang memiliki 100 ekor domba. Pada sore hari ketika dia membawa domba-dombanya pulang ke kandang ternyata yang pulang hanya 99 domba, berarti ada 1 domba yang tidak ikut pulang ke kandang. Dan akhirnya gembala tersebut mencarinya dan setelah sekian lama mencari akhirnya menemukan satu domba yang hilang. Gembala tersebut sangat bersukacita dan bergembira karena domba yang hilang sudah kembali lagi.

Domba yang hilang itu melambangkan kita manusia yang berdosa kepada Tuhan. Manusia berusaha kembali kepada Tuhan melalui berusaha hidup saleh, melalui kekayaan, melalui perbuatan-perbuatan baik tetapi tetap tidak bisa mencapainya. Yesaya 64 : 6 “Demikian kami sekalian seperti seorang najis dan segala kesalehan kami seperti kain kotor; kami sekalian menjadi layu seperti daun dan kami lenyap oleh kejahatan kami seperti daun dilenyakpan oleh angin.”

Manusia jatuh ke dalam dosa dan akibatnya harus terhilang dari Allah untuk selamanya. Allah sangat mengasihi akan manusia. Yohanes 3:16 “Karena begitu besar Kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tanggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Kematian Yesus di kayu salib menggantikan kita yang seharusnya dihukum karena dosa-dosa kita. Tuhan Yesus membebaskan kita dari belenggu dosa. Mungkin saat ini kita merasa terhilang dari Tuhan dan berdosa di hadapan Tuhan dan tidak ada jaminan yang pasti. Di dalam Yesus ada jaminan keselamatan yang kekal.

Langkah apa yang harus diambil supaya kita tidak terhilang? Akuilah bahwa kita orang yang berdosa, akui kalau kita tidak mampu untuk menyelamatkan diri kita sendiri, lalu percaya kepada Tuhan Yesus bahwa Tuhan Yesus menyelamatkan hidup kita. Terimalah Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dalam kehidupan Saudara. Ketika kita menerima Tuhan Yesus maka kita diselamatkan. Imani bahwa ketika kita menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita diselamatkan.

Setelah itu, Pdt. Mardius Tarigan memimpin dalam doa untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dengan sebelumnya membacakan Firman Tuhan dari Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Dilanjutkan dengan doa untuk menjadi hamba Tuhan, dengan sebelumnya membaca dasar Firman Tuhan dari Lukas 10:2, “KataNya kepada mereka tuaian memang banyak tapi pekerja sedikit. Maka mintalah supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Yesus, Allah Penyembuh

Kemudian Firman Tuhan tentang kesembuhan dibawakan oleh Pdt. M Sitorus dari Ibrani 13:8, “Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.”
Tuhan Yesus tidak pernah berubah, dulu, hari ini sampai selamanya. Yesus itu penyembuh, dokter di atas segala dokter.

Dalam Yohanes 5:5-6, “Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu terbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: Maukah engkau sembuh?”

Orang ini sudah 38 tahun sakit lumpuh, dia sudah menderita, dia sudah menunggu goncangan air dari kolam Betesda dan Tuhan menyembuhkannya. Sama dengan 10 orang yang berpenyakit kusta, penyakit ini tidak bedanya dengan Covid penyakit sampar saat ini yang ditakuti dan harus diisolasi, tetapi Yesus mendengar seruan hati orang kusta ini. Yesus mendengar dan menyembuhkan. Kita perlu beriman, iman yang berserah kepada Yesus dan tahu bersyukur dan menyembah. Iman kita perlu kuat dan kokoh, maka kita akan alami mujizat.

Setelah itu Pdt. Ritha Simanungkalit memimpin dalam doa kesembuhan bagi yang sakit dengan membacakan dasar Firman Tuhan tentang kesembuhan dari Yesaya 53:5, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Acara dilanjutkan dengan doa bagi bangsa dan negara dipimpin oleh Pdt. Mardius Tarigan, berdoa bagi seluruh provinsi yang ada di Sumatera, para pemimpin dari tingkat gubernur, walikota, bupati, DPRD sampai jajaran paling bawah. Lalu doa dilanjutkan oleh Pdt. Ritha Simanungkalit, berdoa untuk pertumbuhan ekonomi, covid agar segera berlalu dari bangsa ini.

Acara Pray For Cities Online dilanjutkan dengan menyampaikan pengumuman layanan doa, jadwal PFC selanjutnya dan himbawan pemerintah tentang protokol kesehatan serta informasi medsos PFC. Demikian rangkaian acara Pray For Cities Online Sumatera. Tuhan memberkati.[may/mul]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram