PFC Online Sumatera 27 Oktober 2021: Pertobatan Awal dari Pemulihan Hidup

Puji Tuhan acara Pray For Cities Sumatera secara online dapat diselenggarakan kembali pada hari Rabu, 27 Oktober  2021, dan dapat disaksikan secara online melalui Facebook, Youtube dan Instagram.

Dilayani Oleh:⠀

•Pdt.Paulus P. Sibarani, Gereja Pentakosta (GP) Jambi, Sabak, Jambi.⁣

•Pdm.Enos Hasibuan, Gereja Bethel Indonesia ( GBI) Sangkala, Pekanbaru  .⁣

•Pdp. Rudi Katarina Simanullang, Gereja Pantekosta Kudus Indonesia (GEPKIN) Kasih Karunia, Siborong-borong, Tapanuli Utara, Sumatra Utara (GMI).

•Pdt.Timotius Radin Ratulona, Gereja Perhimpunan Injil Baptis Indonesia (GPIBI)Tanjung Piayu, Batam, Kepulauan Riau.

• Christian Panggabean, KPPI Ministry.⁣ 

Pertobatan Awal dari Pemulihan Hidup

Mengawali acara ini Pdt.Paulus P. Sibarani  menaikkan doa pembukaan, kemudian sesuai tema pada saat ini beliau menyampaikan Firman Tuhan yang diambil dari Yunus 3:6-10, “Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.

Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: “Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya.

Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa.”

Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Ia pun tidak jadi melakukannya. 

Firman Tuhan yang disampaikan dari Yunus 3 tadi, dikatakan bahwa hukuman dari kota Niniwe karena kota ini dosanya sangat keras, penduduk kota Niniwe ini penuh dengan kekerasan, peperangan, kejahatan, sundal, dusta, persundalan dan terbiasa dengan penyembahan berhala. Tuhan akhirnya tidak jadi menghukum kota Niniwe karena kota ini berbalik dari tingkah lakunya yang jahat . Dan inilah juga yang Tuhan harapkan supaya setiap manusia untuk hidupnya mau dipulihkan dan berbalik kepada Tuhan.

Disampaikan pengertian dari bertobat, artinya berbalik arah dan kita dalam perbuatan kita yang tadinya hamba dosa sekarang menjadi hamba kebenaran. Dan arti pemulihan artinya pemulihan yang ditawarkan kepada kita kepada situasi yang indah, bagaimana dulu begitu mesranya hubungan Allah dengan manusia di taman Eden sebelum dosa berkuasa. Dipulihkan artinya adalah sehat kembali, kembali kepada keadaan yang semula. 

Dan disampaikan Firman Tuhan dari 1 Yohanes 1:9, “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

Firman Tuhan jelas tanpa pengakuan tidak ada pengampunan, tanpa pengakuan tidak ada penyucian. Jadi jangan sembunyikan dosa akuilah dan katakan secara pribadi kepada Tuhan bahwa saya orang berdosa. maka manusia butuh pengampunan dari pada Tuhan. 

Firman Tuhan telah disampaikan dan mengajak untuk semua pemirsa yang baru pertama kali mendengar siaran ini untuk mau membuka hati dan hidup untuk dipulihkan dengan menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi. Juga mengajak pemirsa sebagai orang Kristen tapi belum berubah dari kehidupan yang lama untuk berkomitmen memperbaharui kehidupan dan mau untuk melayani Tuhan. Inilah saat untuk berhenti dari segala dosa.

Dibacakan Firman Tuhan Lukas 7: 37-38 tentang perempuan berdosa adalah seorang wanita pelacur. Perempuan ini hanya perduli kesenangan daging dan kesenangan segala macam tetapi dia berlutut dan menangis dikaki Yesus dan Tuhan hidupnya dipulihkan oleh Tuhan. Dan kesimpulan dari berita Firman Tuhan yagn disampaikan adalah:

Mengajak semua manusia untuk ikuti ketiga langkah :

Pertama, akuilah diri sebagai orang berdosa

Kedua, berhenti berbuat dosa

Ketiga, terima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat 

Kemudian doa menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat dipimpin oleh Pdm.Enos Hasibuan. Sebelum doa dinaikkan, Firman Tuhan yang menjadi dasar, disampaikan dari Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Disampaikan hanya ada satu nama yang dapat menyelamatkan manusia yaitu hanya Nama Yesus Kristus. 

Dilanjutkan berdoa bagi yang mau memberi diri melayani Tuhan dengan membacakan Firman Tuhan dari Lukas 10:2  “KataNya kepada mereka tuaian memang banyak tapi pekerja sedikit. Maka mintalah supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” 

Asal Kujamah saja Jumbai Jubah-Nya

Selanjutnya Firman Tuhan mengenai kesembuhan disampaikan oleh Pdp. Rudi Katarina Simanullang dari Markus 5 :25-29 tentang perempuan yang sudah dua belas tahun sakit pendarahan.

Selama dua belas tahun perempuan ini mengalami sakit pendarahan. Dia sudah berobat ke berbagai tabib sehingga dihabiskan semua yang ada padanya namun tidak kunjung sembuh juga, malah keadaanya makin memburuk. Ketika ia mendengar kabar tentang Tuhan Yesus, ia datang dengan iman dan keyakinannya yang sungguh di dalam hatinya. Ia berkata  “Asal kujamah saja jumbai jubah-Nya, aku akan sembuh”. Kepercayaan di dalam dirinya kepada Tuhan itu yang menyembuhkan dirinya. 

Mari kita belajar dari keyakinan iman perempuan yang sakit pendarahan ini. Kita yakin percaya bahwa kita sembuh. Saat itu juga perempuan itu mengalami kesembuhan secara total.

Tuhan Yesus berkata kepadanya,”Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”(Matius 11:28) 

Dari Firman Tuhan ini kita melihat bahwa Yesus memberi selamat, kesembuhan yang total bukan sementara dimana hanya satu minggu atau satu bulan kemudian dapat kambuh lagi. Ketika perempuan ini percaya dengan sungguh-sungguh, maka ia mendapatkan kesembuhan yang total, ada damai sejahtera dan sukacita. Sakit penyakit membuat diri kita menjadi tersiksa, kehilangan sukacita tapi Yesus memberi keselamatan, pengharapan, dan kesembuhan. Ketika kita mendapatkan keselamatan, maka kita juga mendapatkan kesembuhan secara total. 

Dalam Mazmur 107:20 dikatakan, “disampaikan-Nya firman-Nya dan disembuhkan-Nya mereka, diluputkan-Nya mereka dari liang kubur.” Firman Tuhan berkuasa untuk melepaskan kita dari segala keterpurukan dan dari sakit penyakit asal kita percaya kepada Tuhan. 

1 Petrus 2:24, “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”

Ibrani 11:1, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”

Perempuan ini memiliki iman yang teguh kepada Yesus hanya Yesus yang dapat melakukan mujizat. Apa yang dilakukan oleh perempuan ini, baiklah kita juga melakukannya. Ketika kita mengalami kesembuhan, baiklah kita juga menceritakan kepada orang lain mujizat kesembuhan yang sudah kita terima. Kita tidak malu menyaksikannya agar mereka yang belum percaya kepada Tuhan Yesus menjadi percaya. 

Di dalam Yesus Kristus kita mendapatkan kesembuhan.Mari saat ini kita sungguh-sungguh naikkan pujian dan doa. Kita percaya Tuhan sembuhkan. Dan ketika kita sudah disembuhkan, kita sampaikan kesaksian keselamatan dan kesembuhan yang kita terima kepada orang lain sehingga orang lain dapat percaya kepada Yesus. 

Kemudian sebagai dasar doa kesembuhan yang akan dipimpin oleh Pdt.Timotius Radin Ratulona dibacakan dari Yesaya 53:5 “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita, ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh”

Setelah itu doa bagi Pulau Sumatera dipimpin oleh Pdm.Enos Hasibuan, berdoa bagi seluruh provinsi yang ada di Sumatera, berdoa semua sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, perikanan, perindustrian, para pemimpin dari tingkat gubernur, walikota, bupati, DPRD sampai jajaran paling bawah agar Tuhan bekati dan berikan hikmat kepada mereka untuk dapat memimpin sesuai kehendak Tuhan dan dijauhkan dari roh- roh pemecah belah 

Dilanjutkan doa untuk Bangsa Indonesia yang dipimpin oleh Pdt. Pdt.Timotius Radin Ratulona, berdoa  untuk para pemimpin di berikan hikmat dari Tuhan dan para aparat keamanan bangsa Indonesia supaya Tuhan berkati. Berdoa bagi pandemi Covid-19 agar Tuhan bekerja, menolong  dan lalukan dari bangsa ini.

Acara ditutup dalam doa yang dipimpin oleh Christian Panggabean yang menyampaikan pengumuman mengenai nomor layanan doa, himbauan untuk mengikuti protokol kesehatan dan jadwal acara Pray For Cities selanjutnya dengan memfollow media sosial Facebook, Youtube dan Instagram Pray For Cities.[lel/ver]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram