PFC Online Sulawesi 21 Januari 2022: Hadiah Tak Ternilai

Puji Tuhan acara Pray For Cities Sulawesi secara online dapat diselenggarakan pada hari Jumat, 22 Januari 2022 dan dapat disaksikan secara online melalui Facebook, YouTube dan Instagram.

Dilayani oleh:
• Pdt. Semuel Victor Rompas, Gereja Kristen Maranatha Indonesia (GKMI), Sulawesi Tengah.
• Pdt. Dian Lantigimo, Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Anugerah Masamba Palu, Sulawesi Tengah.
• Pdt. Gustaf E. Pauda, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Purwo Agung, Luwuk Timur, Sulawesi Tengah.
• Pdt. Imanuel Ethan P, Gereja Bethel Indonesia (GBI) Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
• Betania Julita Mangkey, KPPI Ministry.

Hadiah Tak Ternilai

Mengawali acara ini Pdt. Semuel Victor Rompas menyapa pemirsa dan membuka acara dalam doa. Firman Tuhan disampaikan dari Roma 3:23-24. Kasih karunia Allah itu sama seperti kita yang menerima hadiah dari teman karena ulang tahun, anniversary; apapun itu kita menerimanya secara gratis, tidak bayar. Tetapi orang yang memberikan hadiah kepada kita, dia harus pergi dulu ke toko, keluarkan uang yang artinya harus ada yang dikorbankan dulu. Demikian juga karena kasih karunia kita menerima penebusan dari Kristus Yesus. Kita menerimanya secara gratis, tetapi Tuhan Yesus memberikan diri-Nya sendiri mati di kayu salib untuk menebus kita orang-orang yang berdosa.

Dia menebus kita, Dia menunjukkan anugerah-Nya dan kasih-Nya kepada kita, ketika kita masih berdosa. Dia ambil hidup kita dari jalan yang menuju kebinasaan, ditempatkan kepada jalan yang menuju kehidupan yang kekal. Ketika kita berada di lumpur dosa kita kehilangan kemuliaan Allah, kita tidak bisa menyatu dengan Bapa. Tetapi oleh karena kasih karunia-Nya, Dia angkat kehidupan kita, Dia bawa kita kepada keselamatan menuju kepada kediaman-Nya yaitu sorga kekal.

Hadiah yang Dia berikan bagi kita orang-orang percaya adalah hadiah yang tak ternilai harganya, karena Dia memberikan diri-Nya untuk menebus dosa-dosa kita. Tidak ada satu orang pun di dalam dunia ini yang oleh kehebatannya menjadi suci.

Gambaran Kerajaan Sorga atau hadiah yang Tuhan siapkan itu sama seperti ada seorang bapa yang sedang berpergian, kemudian di tengah jalan dia menemukan ada mutiara yang terpendam di dalam tanah. Kemudian ditutup kembali mutiara itu dan dia kembali ke rumahnya. Apa yang dilakukan di rumahnya? Dia menjual seluruh harta miliknya. Alkitab katakan “seluruh harta miliknya”. Setelah dijual seluruh harta miliknya, dia kembali ke ladang itu dan membelinya karena di situ ada mutiara. Waktu dia menemukan mutiara itu dia begitu senang, begitu bangga. Itulah gambaran dari anugerah keselamatan yang Tuhan siapkan.

Saudara dapat membayangkan waktu dia menjual seluruh harta miliknya itu. Dia sudah tidak mempunyai apa-apa lagi untuk membeli mutiara itu. Dengan kata lain, mutiara atau hadiah yang tak ternilai disiapkan Tuhan bagi kehidupan kita sangat luar biasa, bahkan nilainya itu tidak bisa kita ukur dengan kekuatan, harta benda atau apapun kehebatan kita.

Kemudian, Pdt. Dian Lantigimo memimpin doa menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dengan membacakan Firman Tuhan dari Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Dilanjutkan doa bagi mereka yang rindu untuk melayani Tuhan

Yesus Penyembuh

Acara dilanjutkan dengan Firman kesembuhan yang dibawakan oleh Pdt. Gustaf E. Pauda, diambil dari Yohanes 9:5–7. Sebuah peristiwa nyata yang sudah terjadi di mana ada pemuda yang lahir buta tidak pernah melihat sejak lahirnya. Yesus yang lewat di tempat itu melihat seorang pemuda ini, maka timbul belas kasihan.

Murid-murid-Nya bertanya “Guru kesalahan siapa sehingga orang ini menjadi buta?” Yesus berkata kepada murid-Nya, “Bukan kesalahan siapa. Bukan kesalahan orang tuanya tetapi ada maksud pekerjaan-pekerjaan Allah yang dikerjakan kepada anak muda ini.”

Setiap hari pemuda ini duduk mengemis dan meminta. Segala upaya, usaha yang telah dilakukan oleh keluarganya untuk mengobati anak muda ini telah sia-sia dilakukan. Tetapi, puji nama Tuhan, karena Yesus ada di tempat itu maka Yesus melakukan mujizat yang luar biasa. Setelah Yesus mengaduk ludah-Nya dengan tanah, Dia mengoleskan pada mata pemuda ini. Lalu Yesus berkata “Pergilah ke kolam Siloam, basuhlah dirimu.” Pemuda ini mendengar perkataan Yesus, dia langsung melakukan perintah Yesus, pergi ke kolam Siloam lalu kembali dengan mata yang sudah melihat.

Orang-orang yang mengetahui keadaannya ini, mereka bertanya-tanya, “Bukanlah dia dahulu buta?” Ada yang berkata: “Bukankah dia seorang pengemis? Mengapa dia bisa melihat?” Dan mereka bertanya kepada orangtuanya. Orangtuanya berkata: “Tanyalah kepada anak itu.” Lalu mereka bertanya dan anak muda ini menjawab: “Orang yang disebut Yesus yang menyembuhkanku.” Yesus tidak pernah berubah, kuasa-Nya dashyat!

Doa kesembuhan dibawakan oleh Pdt. Imanuel Ethan P. Sebagai dasar doa kesembuhan dibacakan Firman Tuhan dari Yesaya 53:5 “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” Pemirsa diajak meletakkan tangan pada bagian tubuh yang sakit, dan berdoa.

Acara dilanjutkan dengan doa bagi bangsa dan negara dipimpin oleh Pdt. Dian Lantigimo yang berdoa untuk seluruh pemerintahan daerah dan berdoa untuk keamanan di Sulawesi. Lalu doa dilanjutkan oleh Pdt. Imanuel Ethan P yang berdoa untuk pemerintahan pusat, TNI-Polri dan berdoa untuk pandemi covid-19 agar berlalu dari bangsa ini, serta setiap tenaga medis diberkati.

Kemudian dilanjutkan oleh Betania Julita Mangkey yang menyampaikan pengumuman mengenai layanan doa, jadwal PFC selanjutnya, himbauan pemerintah tentang protokol kesehatan, dan informasi medsos Pray For Cities, serta menutupnya di dalam doa. Demikian rangkaian acara Pray For Cities Online Sulawesi.[mul]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram