PFC Online Sulawesi 12 November 2021: Pertobatan Bagi Pemulihan

Puji Tuhan acara Pray For Cities Nusantara secara online dapat diselenggarakan kembali pada hari Jumat, 12 November 2021, dan dapat disaksikan secara online melalui Facebook, Youtube dan Instagram.

Dilayani oleh:

• Pdt. Rovie Fence Mardesa, Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) Tahuna, Sulawesi Utara.
• Ev. Elna Pauda, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Tiberias Purwo Agung, Sulawesi Tengah.
• Pdt. Karnius Simbolan, Gereja Penyebaran Injil (GPI) Jemaat Eluzai Tahuna, Sulawesi Tengah.
• Pdt. Priska Arruansipapa, Gereja Bethel Indonesia (GBI) Rajawali Pedallean Tana Toraja, Sulawesi Selatan.
• Jilly Lumanauw, KPPI Ministry.

Pertobatan Bagi Pemulihan

Mengawali acara ini Pdt. Rovie Fence Mardesa menyapa pemirsa dan membuka acara dalam doa. Firman Tuhan disampaikan dari 2 Raja Raja 5:15-19, Firman Tuhan ini bercerita tentang Pertobatan Naaman sesudah disembuhkan, Naaman merupakan panglima dari tentara kerajaan Aram karena Ia mengalami sakit kusta sehingga Raja Aram yang sangat cemas dan menyuruh Naaman menjumpai Elisa dan Naaman membenamkan dirinya tujuh kali kedalam sungai Yordan, dan ketika keluar dari air itu seluruh kustanya menjadi hilang, bagian Alkitab yang kita baca mengisahkan dua sikap yang luar biasa yaitu pribadi yang Tuhan ubahkan. Hal pertama yang dilakukan Naaman dalam kehidupannya adalah pertobatan untuk mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dirinya mengakui bahwa dia memperoleh kesembuhan karena Tuhan. Pertobatan Naaman mendorong dia mengakui Yesus adalah Tuhan, pengakuan yang keluar dari hatinya, dia merasakan bahwa sungguh pengalaman ini membuat dia tiba di titik terendah dalam hidupnya namun Tuhan angkat untuk menjadi alat kesaksian, dia disembuhkan dan di pulihkan.

Hal pertama yang kita pelajari dari pertobatan Naaman adalah mengakui bahwa tiada Tuhan selain Allah. Yang kedua Naaman meninggalkan cara hidupnya yang lama, pertobatan adalah perubahan sikap, pertobatan adalah sikap iman yang mendorongnya untuk meninggalkan cara hidup yang lama kepada hidup baru. Ini penting bahwa sikap dan tindakan menjadi sejalan.

Mari belajar dari Naaman, akui dia dalam segala lakukumu dan kemudian hidupi dalam lakumu, pengakuanmu harus diikuti dengan tindakan, Naaman tidak mengenal Elisa, Naaman tidak mengetahui Tuhan Yesus, Naaman tidak mengetahui bahwa disana ada kesembuhan tapi dia pergi dan dia diubahkan dan pertobatannya membawa perubahan luar biasa, Tuhan rindu kita datang kepadaNya dan Dia akan mengubahkan dan memulihkan kita.

Kemudian Ev. Elna Pauda memimpin dalam doa untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, sebelumnya membacakan Firman Tuhan dari Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Dilanjutkan berdoa bagi mereka yang rindu untuk melayani Tuhan, dengan membacakan dasar Firman Tuhan dari Lukas 10:2, “Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Yesus Penyembuh

Acara dilanjutkan dengan Firman kesembuhan yang dibawakan oleh Pdt. Karnius Simbolan dari Matius 8:5-8. Yesus adalah sang Penyembuh, kembali kita melihat kisah dari seorang perwira di Kapernaum yang mengalami pergumulan tentang seorang hamba yang ada dirumahnya menderita lumpuh, dia sudah sering membawa hamba itu keberbagai tabib tapi tidak mengalami kesembuhan ketika Perwira ini mendengar, bahwa ada satu pribadi yang bisa menyembuhkan, kemungkinan Perwira ini juga sudah pernah mendengar bagaimana Yesus menyembuhkan orang kusta, bagaimana Tuhan Yesus menyembuhkan orang buta atau orang yang kerasukan setan, Sehingga saat Tuhan Yesus masuk dalam Kapernaum ini, kesempatan itu tidak disia – siakan oleh perwira sehingga dia membawa Hambanya itu dan pada akhirnya hambanya disembuhkan.

Namun kesembuhan itu tidak terjadi begitu saja, tapi ada hal yang harus kita perhatikan, sehingga mujizat itu bisa terjadi. Jika pada malam ini, kita mendengarkan Firman Tuhan ini, pergumulan apapun kalau kita mau datang kepada Yesus dan kita menerima Dia, maka Dia tidak akan menolak kita dan tidak mengecewakan kita karena Dia adalah Tuhan yang peduli. Perwira ini belum pernah berjumpa dengan Yesus, tetapi lihat ketika dia katakan dia mau supaya Tuhan Yesus datang kerumahnya dan Tuhan Yesus datang kerumah Perwira itu, ini adalah sebuah gambaran bahwa Tuhan Yesus adalah seorang yang murah hati. Jika kita mengalami pergumulan, Tuhan mau datang untuk menolong kita.

Yang kedua apa yang dilakukan perwira ini, dia datang memohon apa yang menjadi keperluannya, jika kita sudah datang kepada Tuhan dan menerima Dia dalam hidup kita, jangan diam, dan jangan berfikir bahwa Tuhan sudah tau, tapi Tuhan mau mendengar dari bibir kita apa yang kita perlukan, sama seperti perwira ini dia datang kepada Tuhan bahwa hambanya sangat menderita. jika kita datang kepada Tuhan dan mengutarakan dengan tulus maka Tuhan akan datang menjamah.

Yang ketiga apa yang dilakukan oleh Perwira ini dia mengimani setiap perkataan Firman Tuhan bahwa setiap apa yang disampaikan maka itu akan terjadi. Dia percaya bahwa setiap perkataan yang keluar dari mulut Tuhan Yesus itu berkuasa menyembuhkan. Jika saat ini kita mendengarkan Firman Tuhan ini dan percaya bahwa Tuhan Yesus sanggup menyembuhkan, maka segala sakit penyakit kita akan disembuhkan, jangan ragu dan buka hati dan Firman itu akan berkuasa.

Doa kesembuhan dibawakan oleh Pdt. Priska Arruansipapa memimpin dalam doa kesembuhan bagi yang sakit. Sebelumnya firman Tuhan dibacakan dari Yesaya 53:5, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Acara dilanjutkan dengan doa bagi bangsa dan negara dipimpin oleh Ev. Elna Pauda berdoa untuk seluruh pemerintahan yang ada serta jajarannya khususnya di wilayah Sulawesi . Lalu doa dilanjutkan oleh Pdt. Priska Arruansipapa yang berdoa untuk pemerintahan pusat sampai ke daerah dan TNI-Polri, berdoa untuk pandemi covid-19 agar berlalu dari bangsa ini dan setiap tenaga medis diberkati.

Kemudian dilanjutkan oleh Jilly Lumanauw yang menyampaikan pengumuman mengenai layanan doa, jadwal Pray For Cities selanjutnya dan himbauan pemerintah tentang protokol kesehatan serta informasi medsos Pray For Cities dan menutupnya didalam doa. Demikian rangkaian acara Pray For Cities Nusantara.

Terima kasih dan Tuhan Yesus memberkati.[jr/mul]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram