PFC Online Papua 18 Mei 2022: Mati dan Bangkit Bersama Kristus

Puji Tuhan acara Pray For Cities Online Papua secara online dapat diselenggarakan kembali pada hari Rabu, 18 Mei 2022, dan dapat disaksikan secara online melalui Facebook, Youtube, Instagram, dan Twitter.  

Dilayani oleh:

• Pdt. Esterlin Marlessy, Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, Teluk Wondama, Papua Barat.

• Pdt. Herald Monintja, Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Jemaat Moria, Fakfak, Papua Barat

• Pdt. Arthur Watung, Gereja Penyebaran Injil (GPI) Jemaat Imanuel Kehiran, Sentani, Papua

• Pipiet Amelia, KPPI Ministry     

Mati dan Bangkit Bersama Kristus

Pdt. Esterlin Marlessy menyapa pemirsa dan membuka dalam doa. Firman Tuhan disampaikan dari Roma 6:6-10, bahwa banyak orang menginginkan keselamatan terjadi dalam hidupnya tapi banyak pemahaman yang berbeda mengenai keselamatan. Rasul Paulus dalam suratnya mengatakan dengan tegas bahwa keselamatan hanya terjadi di dalam Tuhan Yesus yaitu melalui kematian dan kebangkitan Tuhan Yesus. Kematian Tuhan Yesus adalah kematian yang mematikan dosa, dan dosa tidak ada kuasa lagi di dalam kematian-Nya.   Dia telah mati menanggung dosa kita, Dia menggantikan kita yang seharusnya menerima hukuman dan kematian-Nya adalah tanda bukti kasih-Nya yang besar kepada kita.

Kasih-Nya yang membuat kita selamat dan bebas dari dosa, ada jaminan hidup kekal yang kita dapatkan. Buanglah segala dosa yang selama ini yang menjadi kebiasaan dan mengikat kita.   Sebagai orang percaya tidak hanya diucapkan percaya kepada Tuhan Yesus tapi juga dengan imannya kepada Tuhan Yesus. Mari datang kepada Tuhan Yesus yang memberikan kita keselamatan, Dialah jalan kebenaran dan hidup, Dialah keselamatan hidup kita.  

Kemudian Pdt. Herald Monintja memimpin doa menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, sebelumnya membacakan Firman Tuhan dari Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”   Dilanjutkan berdoa bagi mereka yang mau memberi diri untuk melayani Tuhan, dengan membacakan dasar Firman Tuhan dari Lukas 10:2, “Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”  

Asal Kujamah saja Jubah-Nya, Aku Akan Sembuh  

Kemudian Firman Tuhan tentang kesembuhan disampaikan oleh Pdt. Arthur Watung, diambil dari Markus 5:28, “Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Ini adalah perkataan seorang perempuan yang mengalami sakit pendarahan selama dua belas tahun, dia telah berusaha dengan segala macam cara untuk dapat mengobati sakitnya oleh berbagai tabib tapi justru sakitnya semakin bertambah parah. Perempuan ini mendengar bahwa ada Yesus yang sanggup menyembuhkan dan memulihkan maka dengan iman dia datang dan menghampiri Yesus.

Alkitab menuliskan ketika dia mendekati Yesus dengan iman dan menjamah jubah Yesus maka sakit pendarahannya pada seketika itu juga berhenti dan dia mengalami kesembuhan. Mujizat kesembuhan terjadi baginya.   Ada Yesus yang menjadi jawaban dan sanggup melakukan mujizat bagi kita, apapun keadaan kita hari-hari ini, sakit penyakit ataupun persoalan dan pergumulan kita. Ada satu nama yang hebat dan ajaib yaitu nama Yesus. Percayalah kepada Tuhan Yesus, mujizat itu masih ada dan berlaku bagi kita.

Sebelum memimpin doa kesembuhan dibacakan Firman Tuhan dari Yesaya 53:5, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”  

Dilanjutkan doa syafaat bagi bangsa yang dipimpin oleh Pdt. Esterlin Marlessy mendoakan khusus untuk Provinsi Papua dan Papua Barat, untuk pemerintah mulai dari pusat sampai daerah dan untuk masyarakatnya.  Kemudian doa untuk Indonesia dipimpin oleh Pdt. Herald Monintja berdoa bagi Presiden Indonesia dan seluruh kabinetnya, TNI dan Polri sebagai garda terdepan untuk ketertiban dan keamanan bangsa, berdoa bagi para tim medis dan pasien yang sedang berjuang melawan Covid-19 dan pemulihan bangsa.  

Berikutnya, Pipiet Amelia menyampaikan pengumuman mengenai layanan doa, jadwal PFC selanjutnya serta informasi medsos Pray For Cities dan menutupnya didalam doa.   Demikian rangkaian acara Pray For Cities Online Papua. Tuhan Yesus memberkati. [Ros/Ros]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram