PFC Online 3 September 2021: Kasih Allah Memberi Hidup Kekal

Puji Tuhan acara Pray for Cities Online dapat diselenggarakan kembali pada hari Jumat, 3 September 2021 dan dapat disaksikan melalui Facebook, YouTube dan Instagram.

Dilayani oleh:
• Pdt. Grace Santi Pulumbara, Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Jemaat Effatha Palu, Sulawesi Tengah.
• Pdt. Rina Teriasi, Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) MJ GKE Hosianna, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
• Pdt. Yohanes Marsudiono, Gereja Pekabaran Injil (GPI) Jalan Suci, Salatiga, Jawa Tengah.
• Pdt. Agnes Budiman, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) House of Miracle, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur, DKI Jakarta.
• Ev. Meyva Linda, KPPI Ministry.

Kasih Allah Memberi Hidup Kekal

Pdt. Grace Santi Pulumbara menyapa pemirsa dan membuka acara dalam doa. Firman Tuhan disampaikan dari Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Binasa berarti mengalami kematian. Hidup atau tidak binasa berarti mengalami kehidupan. Saat ini kita masih ada dalam masa pandemi, dimana kita diperhadapkan pada kematian yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Berikut kisah percakapan antara Tuhan Yesus dengan Nikodemus.
Nikodemus adalah orang Farisi. Saat itu dia mengalami kebimbangan dalam hidupnya, sesudah kehidupan ini apa yang akan terjadi dengan dirinya. Nikodemus telah mendengar kisah tentang Tuhan Yesus, maka secara diam-diam ia mengambil keputusan untuk berjumpa dengan Tuhan Yesus. Nikodemus bertanya kepada Tuhan Yesus tentang kehidupan kekal dan Tuhan memberikan jawaban bahwa ada kehidupan kekal jika percaya kepada Yesus.

Hari ini berita tentang kasih Allah yang besar itu menjadi bagian kita semua. Dalam masa pandemi seperti ini, ketika kita mengalami rasa takut maka sesungguhnya ada Allah yang mengasihi kita. Allah mau menyelamatkan kita dan menolong kita. Percaya kepada Tuhan Yesus, sebab hanya di dalam Tuhan Yesus ada keselamatan dan hidup. Mari buka hati dan terima Tuhan Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat dalam hidup kita.

Pdt. Rina Teriasi kemudian memimpin dalam doa untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Sebelumnya Firman Tuhan dibacakan dari Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Kemudian dilanjutkan dengan doa untuk menjadi hamba Tuhan. Firman Tuhan dibacakan dari Lukas 10:2, “Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Ada Pengharapan dalam Tuhan Yesus

Firman Tuhan tentang kesembuhan dibawakan oleh Pdt. Yohanes Marsudiono, diambil dari Yohanes 5:1-8.
Firman Tuhan ini menceritakan bahwa ada sejumlah besar orang-orang sakit yang sedang menantikan kesembuhan di Kolam Betesda. Ada yang sakit ringan seperti sakit kulit, panu, radang tenggorokan dan lainnya. Tapi ada juga yang sakitnya cukup berat seperti bisu, buta, sakit lumpuh. Mereka semua berkumpul menantikan mukjizat kesembuhan. Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya.

Ada seorang yang sakit lumpuh sudah 38 tahun lamanya, ketika malaikat Tuhan datang dan menggoncangkan air itu, karena ia lumpuh maka ia tidak bisa berlari. Tidak ada keluarga yang membantunya untuk masuk ke dalam kolam itu, sehingga ia tak kunjung sembuh. Walaupun kondisinya sulit, tapi ia tidak pernah mengeluh, selama 38 tahun ia tetap menantikan kesembuhan.

Yesus adalah Allah yang Maha Tahu, Dia mengetahui penderitaan orang yang 38 tahun sakit lumpuh itu. Tuhan Yesus datang kepadanya, menghampirinya dan bertanya: “Mau kah engkau sembuh?”
Dan ketika ia menjawab mau sembuh, pada saat itu juga orang yang 38 tahun sakit lumpuh mengalami kesembuhan. Dia dapat berjalan, dia mengalami mukjizat kesembuhan dari Tuhan Yesus.

Demikian halnya dengan kita, Tuhan Yesus tahu apa yang terjadi dalam hidup kita. Dia sangat mengasihi kita. Tuhan Yesus turun ke dunia, mati di atas kayu salib, mencurahkan darah-Nya dan berbilur-bilur. Oleh darah-Nya kita memperoleh pengampunan dosa dan oleh bilur-bilur-Nya kita disembuhkan.

Buka hati dan percaya bahwa kuasa Tuhan Yesus tidak pernah berubah, Dia sanggup menyembuhkan kita.

Kemudian, Pdt. Agnes Budiman memimpin dalam doa kesembuhan bagi yang sakit. Firman Tuhan dibacakan dari Yesaya 53:5, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Acara dilanjutkan dengan doa bagi bangsa dan negara yang dipimpin oleh Pdt. Rina Teriasi. Pdt. Rina Teriasi berdoa untuk seluruh pemerintahan, mulai dari pemerintahan pusat sampai ke daerah dan berdoa untuk TNI-Polri. Lalu doa dilanjutkan oleh Pdt. Agnes Budiman yang berdoa untuk perekonomian bangsa dan pandemi covid-19 agar berlalu dari bangsa ini.

Acara Pray for Cities Nusantara dilanjutkan dengan menyampaikan pengumuman layanan doa, jadwal Pray for Cities selanjutnya dan himbauan pemerintah tentang protokol kesehatan serta informasi media sosial Pray for Cities.

Demikian rangkaian acara Pray for Cities Online Nusantara. [agn/ris]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram