PFC Online Maluku 23 April 2021: Hidup Untuk Kristus

Puji Tuhan acara Pray For Cities Online Maluku sudah terselenggarakan dengan baik pada hari Jumat, 23 April 2021 jam 17.00 WIB atau jam 19.00 WIT. Tayangan acara ini juga dapat disaksikan secara online melalui Facebook, YouTube dan Instagram.

Pray For Cities Online Maluku hari ini dilayani oleh:

• Pdt. Steven Dalending, Gereja Penyebaran Injil (GPI) Jemaat Kana, Kota Ambon, Maluku.

• Pdt. Stevi Matruty, Gereja Sahabat di Indonesia (GSI) Jemaat Getsemani Ekorino, Wasile Selatan, Kab. Halmahera Timur, Maluku Utara.

• Pdt. Melki Siahaya, Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Filipi, Masohi, Maluku.

• Ps. Dirk Roy Retraubun, Gereja Kasih Karunia Indonesia (GEKARI) Jemaat Pondok Daud Langgur, Maluku Tenggara-Kei, Maluku.

• Ev. Ellis Sriwahyuni, KPPI Ministry.

Hidup untuk Kristus

Acara dimulai oleh Pdt. Steven Dalending dengan menyapa pemirsa dan membuka acara dalam doa. Firman Tuhan yang disampaikan adalah dari 2 Korintus 5:15 :
Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.

Tema Firman Tuhan malam ini adalah Hidup untuk Kristus. Dewasa ini tidak bisa kita pungkiri bahwa sebagian manusia kecenderungan hidupnya adalah egosentris atau hidup untuk diri sendiri. Faktor penyebabnya yang pertama adalah meningkatnya konsumerisme, ditengah-tengah kebutuhan yang begitu meningkat, ditengah situasi kehidupan yang begitu sulit, sehingga manusia hanya berpusat dan hidup untuk diri sendiri, terjebak dalam individualisme dan lupa bahwa manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang perlu untuk berinteraksi dengan sesama kita manusia. 

Faktor penyebab yang kedua adalah merasa bahwa pencapaian itu karena usaha sendiri, merasa diri masih kuat, masih mampu mengerjakan segala sesuatu, sehingga tidak membutuhkan orang lain atau sesama bahkan tidak membutuhkan Tuhan. Tentunya keadaan ini sangat memprihatinkan dan menyedihkan, karena ketika seseorang berpusat pada dirinya sendiri maka kesombongan dan keangkuhan akan mulai menguasai kehidupannya dan otomatis akan menuju kepada kehancuran. 

Malam hari ini Firman Tuhan dengan tegas datang kepada kita sekalian dimanapun kita berada. Tuhan tidak menghendaki kita hidup bagi diri kita sendiri. Tuhan menghendaki kita hidup bagi Dia, karena Kristus telah mati dan bangkit untuk kita semua. 

1 Petrus 1:18-19, “Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.”

Kita sudah ditebus dari cara hidup kita yang sia-sia yang kita wariskan dari nenek moyang kita, bukan dengan barang fana, emas atau perak dan permata tetapi hanya oleh Darah Kristus yang tak bernoda dan tak bercacat. Kita sudah dibayar, dibeli dan harganya telah lunas dibayar (1Korintus 6:20a), berarti hidup kita bukan milik kita lagi, tetapi yang berkuasa sepenuhnya atas hidup kita hanyalah Kristus. Sepenuhnya kita adalah milik Kristus.

Mari kita hidup betul-betul untuk Kristus, bukan separuh untuk Kristus dan separuh untuk dunia, karena Kristus mati buat kita juga bukan separuh tapi seluruh secara total. Mari beralih dari berpusat kepada diri sendiri atau egosentris, menjadi berpusat pada Kristus yaitu hidup untuk Tuhan Kita Yesus Kristus. 

Bagaimana cara hidup bagi Kristus:

Pertama, menjadi hamba kebenaran dan bukan hamba dosa. Dahulu mungkin kita hamba dosa dan diperbudak oleh dosa, mengikuti keinginan dosa, namun saat kita sadar bahwa kita telah dibeli dan lunas dibayar oleh darah Kristus, mari ambil keputusan untuk berkomitmen hidup sepenuhnya bagi Tuhan, menjadi hamba kebenaran. 

Ketika hidup kita untuk Kristus,  hidup kita diatur dan dikendalikan oleh Firman Tuhan, maka hidup kita akan berdampak bagi keluarga, tetangga bahkan bagi banyak orang, sehingga nama Tuhan dipermuliakan. 

Kedua, dengan memuliakan Allah dengan tubuh kita 

Berbicara tubuh, ini berbicara tentang seluruh kehidupan kita. Dalam tubuh ada mulut yang berbicara soal perkataan kita. Juga berbicara tentang tindakan-tindakan kita, bagaimana kita berinteraksi dengan sesama kita. Mari segenap hidup kita memuliakan nama Tuhan. 

Mari ambil keputusan sekarang untuk tinggalkan semua dosa dan kejahatan kita. Kalau malam ini kita masih ada dan diberi kesempatan, jangan tunggu besok, mari buatlah keputusan untuk hidup bagi Tuhan, maka nama Tuhan akan dipermuliakan melalui hidup kita.

Kemudian Pdt. Stevi Matruty memimpin dalam doa untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan sebelumnya membacakan Firman Tuhan dari Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Dilanjutkan dengan berdoa untuk menjadi hamba Tuhan dan membacakan firman Tuhan dari Lukas 10:2, “Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Iman Mengerjakan Mujizat

Setelah itu Firman Tuhan tentang kesembuhan dibawakan oleh Pdt. Melki Siahaya diambil dari Markus 10 : 46 – 52 mengenai Yesus menyembuhkan Bartimeus. 

Siapakah Bartimeus ini ? Dia adalah orang yang memiliki keterbatasan fisik, dia buta bahkan ada kemungkinan dia buta sejak lahir. Dia berasal dari kota Yerikho, profesinya adalah pengemis. Firman Allah menjelaskan ketika dia mendengar bahwa itu adalah Yesus, maka dia berseru, ” Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”

Yang mendorong Bartimeus untuk bertindak berseru seperti itu adalah imannya. Saat itu ada banyak orang yang menegur dan memarahi dia, bahkan berusaha membungkamnya, supaya dia tidak mengganggu Yesus karena dianggap dia tidak mungkin disembuhkan. Namun semakin ditegur dia semakin keras berseru, karena imannya.

Bartimeus yang buta, karena keterbatasan fisiknya ini berarti ia tidak memiliki kesempatan banyak untuk mendengar Firman Allah ataupun kesempatan sebebas mungkin datang ke bait Allah. Tetapi ketika ia mendengar bahwa Yesus datang ke kotanya maka tumbuhlah imannya, ia kuatkan hatinya untuk beriman kepada Yesus.

Roma 10:17 berkata, “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”

Mari yakin dan percaya untuk mengalami pertolongan dan mukjizat dari Allah. Mari datang dan berseru kepada Tuhan, panggil nama Tuhan. Seperti Bartimeus, walau dia dicegah, dilarang dan dihalangi, namun dia pantang menyerah, dia tetap semakin berseru kepada Tuhan. Bartimeus memiliki keyakinan bahwa Yesus Kristus memiliki kuasa dan Dia sanggup untuk menyembuhkan, memulihkan, memberikan masa depan dan kekuatan bagi orang percaya.

Mungkin saat ini ada diantara pemirsa yang sakit, lemah bahkan divonis dokter tidak berumur panjang. Mungkin ada persoalan dalam bisnis atau keluarga saudara, dengarkan Firman Allah, percayalah bahwa Yesus sanggup melakukan mukjizat dalam kehidupan saudara dan saya. Mukjizat terjadi bukan karena kita mempunyai pengetahuan rohani yang tinggi tetapi karena kita memiliki iman yang besar. 

Firman Tuhan di ayat terakhir  berkata: Lalu kata Yesus kepadanya: “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!”

Ketika Bartimeus berjumpa Yesus dan Yesus menanyakan apa yang kau kehendaki Aku perbuat bagimu? Jawab Bartimeus: Rabuni, supaya aku dapat melihat. Yesus menemukan iman pada kehidupan Bartimeus, demikianlah Yesus ingin mendapati dalam kehidupan kita sebagai gereja Tuhan, orang percaya yang ada di akhir jaman ini, adalah iman yang besar. Iman yang sebesar biji sesawi saja mujizat Allah pasti terjadi. 

Lalu Ps. Dirk Roy Retraubun memimpin dalam doa kesembuhan bagi yang sakit. Sebelumnya membacakan Firman Tuhan  dari Yesaya 53:4-5, “Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” 

Acara dilanjutkan dengan doa bagi bangsa dan negara yang dipimpin oleh Pdt. Stevi Matruty untuk  daerah Maluku dan Maluku Utara baik untuk pemerintahan daerah, pembangunan juga kesejahteraan masyarakat. Kemudian dilanjutkan oleh Ps. Dirk Roy Retraubun yang berdoa untuk presiden dan wakil presiden, seluruh jajaran kabinet dan perwakilan rakyat, TNI Polri, tim medis dan kesembuhan dari Covid-19 dan supaya bangsa kita diluputkan dari pandemi. 

Acara Pray For Cities Online Maluku dilanjutkan doa menutup ibadah yang dipimpin oleh Ev. Ellis Sriwahyuni dan kemudian menyampaikan pengumuman kembali layanan doa, himbauan pemerintah tentang protokol kesehatan 5M, serta informasi jadwal acara selanjutnya dan akun media sosial PFC.

Demikian rangkaian acara Pray For Cities Online Maluku malam hari ini. Tuhan memberkati.[ver]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram