PFC Online Jawa Tengah – DIY 22 Oktober 2021: Pindah dari Maut ke dalam Hidup

Puji Tuhan acara Pray For Cities Online Jawa Tengah – DIY secara online dapat diselenggarakan kembali pada hari Jumat, 22 Oktober 2021, dan dapat disaksikan secara online melalui Facebook, Youtube dan Instagram.
 
Dilayani oleh:
·     Pdt. Rahmat Kristiono, Gereja Baptis Indonesia (GBI) Imanuel Karanggede, Boyolali, Jawa Tengah.
·     Pdt. Kus Widagdo, Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Welahan, Jepara, Jawa Tengah.
·     Pdt. Yohanes Saryono, Gereja Beth-El Tabernakel (GBT) Gladagsari, Boyolali, Jawa Tengah.
·     Pdt. Kristina Rananingsih, Gereja Bethel Indonesia (GBI) Miracle Service, DI. Yogyakarta.
·     Basril Tarigan, KPPI Ministry.

 
Pindah dari Maut ke dalam Hidup
 
Pdt. Rahmat Kristiono menyapa pemirsa dan membuka dalam doa. Firman Tuhan disampaikan dari Yohanes 5:24, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.”
 
Bapak dan ibu semua, kita patut bersyukur karena Covid sudah menurun, walaupun demikian kita tetap jaga protokol kesehatan. Jangan sampai lengah, dengan senantiasa melakukan protokol kesehatan, supaya jangan terjadi gelombang-gelombang berikutnya. Kita harus menang mengatasi ini semua, tetapi ada sesuatu hal yang menakutkan dari sejak zaman purbakala sampai saat ini, yaitu maut. Dunia sedang dalam ancaman maut, kematian kekal. 
Bagaimana dengan Anda, apakah Anda sudah merasakan keresahan tentang maut itu sendiri? Dan apakah Saudara takut menghadapi maut? 
 
Maut menjadi hal yang menakutkan. Apa yang menyebabkan maut menakutkan bagi manusia? Maut adalah dosa dan keterhilangan. Dalam kitab Yesaya 59:1-2, “Sesungguhnya, tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.”
 
Manusia memberontak kepada Tuhan dengan memilih jalannya sendiri. Pemberontakan manusia inilah yang disebut dosa. Firman Tuhan dalam Roma 3:23, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,”
Dosa mengakibatkan kita terpisah, terpisah antara kita dengan Tuhan, dan terpisah antara kita dengan sesama manusia. Dan akhirnya karena itulah kita ada dalam maut.
 
Dari Yohanes 5:24 ada dua hal, yang pertama adalah dengarkanlah Tuhan berbicara melalui firman Tuhan ini. Apakah engkau mau membuka telinga atau menutup telinga, itu pilihanmu. Kalau Saudara mendengarkan kotbah ini, maka Saudara telah mengikuti langkah pertama untuk luput dari maut. Yang kedua adalah percayalah. Setelah kita merespon pendengaran kita tersebut, kita meresponnya dengan percaya dan mengaku Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi. Sebab hanya Yesus yang sanggup mengampuni dan menebus segala dosa-dosa kita, tidak ada cara yang lain.
Tuhan Yesus mau menebus dosamu. Hari ini Tuhan mau memindahkan Saudara dari maut kepada hidup yang kekal. 
 

Kemudian Pdt. Kus Widagdo memimpin doa menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dengan sebelumnya membacakan Firman Tuhan dari Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
 
Dilanjutkan berdoa bagi mereka yang rindu untuk melayani Tuhan, dengan membacakan dasar Firman Tuhan dari Lukas 10:2, “Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”  
 

Tuhan Yesus Menyembuhkan Segala Penyakit
 
Kemudian Firman Tuhan tentang kesembuhan disampaikan oleh Pdt. Yohanes Saryono, diambil dari Matius 8:14-17, Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia. Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.” 
 
Tuhan Yesus adalah Allah yang menjadi manusia. Tatkala Tuhan Yesus sebagai manusia, Dia berkeliling dari desa ke kota sambil berbuat baik, melepaskan orang yang kerasukan setan dan menyembuhkan orang sakit. Tuhan Yesus datang ke rumah Petrus dan melihat mertua Petrus yang sakit demam, memegangnya dan menyembuhkannya. Orang-orang juga membawa orang yang kerasukan setan dan orang sakit. Tuhan Yesus mengusir setan-setan itu hanya dengan sepatah kata saja dan Tuhan Yesus menjamah serta menyembuhkan mereka semua.
 
Tuhan Yesus mau menolong setiap kita yang sakit. Firman Tuhan dalam 1 Petrus 2:24, “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” Oleh sebab itu mari kita yang sakit datang kepada Tuhan Yesus, Dia akan menjamah kita dan menyembuhkan kita. Oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh.
 

Kemudian doa kesembuhan dipimpin oleh Pdt. Kristina Rananingsih. Sebagai dasar doa kesembuhan dibacakan Firman Tuhan dari Yesaya 53:5, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh”.

Dilanjutkan doa untuk Pulau Jawa dipimpin oleh Pdt. Kus Widagdo bagi seluruh wilayah Jawa Tengah dan DI. Yogyakarta, para pemimpin dari tingkat provinsi sampai jajaran paling bawah agar diberikan hikmat untuk dapat memimpin sesuai kehendak Tuhan, serta bagi seluruh masyarakat Jawa agar perekonomian mereka dipulihkan dan dijauhkan dari segala bencana alam.
 
Kemudian doa untuk bangsa Indonesia yang dipimpin oleh Pdt. Kristina Rananingsih, berdoa untuk pemulihan pertumbuhan ekonomi, berdoa bagi penderita covid-19 agar disembuhkan, berdoa bagi para pemimpin negeri mulai dari tingkat pusat sampai ke daerah agar mereka dapat diberikan hikmat untuk memimpin bangsa ini menjadi lebih baik lagi.
 

Selanjutnya Basril Tarigan menyampaikan pengumuman mengenai layanan doa, jadwal PFC selanjutnya dan himbawan pemerintah tentang protokol kesehatan serta informasi medsos Pray For Cities dan menutupnya didalam doa.
 
Demikian rangkaian acara Pray For Cities Online Jawa Tengah – DIY. [lin/ros]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram