PFC Online Depok, Jakarta Selatan dan Tangerang 7 Juli 2021: Yesus Sumber Damai Sejahtera

Pray For Cities Online Depok, Jakarta Selatan dan Tangerang, Rabu 7 Juli 2021

Dilayani oleh:⁣

• Pdt. Bondan Bayu Pamungkas, Gereja Pantekosta Isa Almasih (GPIA) Tirza, Pondok Labu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.⁣

• Pdt. Reynold Nainggolan, Gereja Perhimpunan Injili Baptis Indonesia (GPIBI) El Gibbor, Depok, Jawa Barat⁣

• Pdt. Immanuel Sutrisno, Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kasih Abadi, Regency 2, Tangerang, Banten⁣

• Pdt. Eric Pakasi, Gereja Pantekosta Serikat di Indonesia (GPSdI) Ciputat, Tangerang Selatan, Banten⁣

• Pdt. Nehemia Rimba, KPPI Ministry⁣

Puji Tuhan Pray For Cities Online Depok, Jakarta Selatan, Tangerang  dan Tangerang Selatan dapat kembali diselenggarakan. Acara ini dapat disaksikan melalui Facebook, YouTube, dan Instagram Prayforcities

Yesus Sumber Damai Sejahtera

Acara dimulai dengan doa Pembukaan dan Firman Tuhan yang disampaikam oleh Pdt. Bondan Bayu Pamungkas. Kita ada di tengah kondisi Pandemi, setiap orang perlu damai sejahtera. Banyak dampak dirasakan akibat Pandemi, rasa ketakutan dan kekuatiran menyerang kita semua, untuk itulah kita perlu damai sejahtera. 

Efesus 2:14-16, “Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu.”

Damai sejahtera yang Tuhan berikan bukan berdasarkan materi, kesehatan, tetapi damai sejahtera yang Tuhan berikan adalah kekekalan. Jaminan kehidupan kekal yang diberikan dengan pengorbanan-Nya di atas kayu salib. Yang kita miliki dan alami semua adalah sementara. 

Karena pengorbanan Yesus di kayu salib maka manusia bisa kembali bersatu dengan Bapanya dan bersatu dengan Penciptanya. 

Bagi yang sudah mendengar kabar baik ini, kekuatiran dan ketakutan tidak menjadi fokus kita karena kita percaya dan sudah punya damai sejahtera di dalam Yesus Kristus.

1 Korintus 10:13, “Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”

Pencobaan yang kita alami di tengah pandemi ini adalah pencobaan biasa. Sekalipun kita harus mengalaminya, tetapi Tuhan memberikan kekuatan dan kemampuan untuk melewati semuanya. Inilah kabar baik bagi orang percaya. Saat ini datang kepada Yesus, jadikan Dia sebagai Juruselamat pribadi saudara, Dialah sumber damai sejahtera bagi semua orang karena hanya melalui Yesus kita bisa sampai kepada Bapa.

Efesus 2:8-9, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”

Semua diberikan karena kasih karunia Tuhan,  bukan kekuatan kita sendiri. Ini kabar baik buat kita semua. Terimalah Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka damai sejahtera yang kekal akan menjadi milik kita kekal selamanya. 

Selanjutnya, Pdt. Reynold Nainggolan membacakan Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Kemudian beliau memimpin berdoa menerima keselamatan dari Tuhan Yesus dan juga yang rindu untuk hidupnya berbuah dan melayani Tuhan, dengan membacakan dasar Firman Tuhan dari Lukas 10:2, Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.

Bagi Yesus Tidak Ada yang Mustahil

Firman Tuhan kesembuhan disampaikan oleh Pdt. Immanuel Sutrisno dari Kisah Para Rasul 3:1-9 tentang Petrus dan Yohanes menyembuhkan orang lumpuh. Ini sebuah mujizat terjadi atas orang lumpuh sejak kecil, sehingga dia menjadi peminta-minta. Di saat itu murid Tuhan Yesus lewat di sana lalu menyembuhkannya dengan nama Yesus Kristus. 

Di tengah kondisi pandemi saat ini mungkin kita juga mengalami kelumpuhan fisik ataupun kelumpuhan ekonomi. Tetapi  saat inilah kita harus percaya bahwa kuasa Tuhan tidak berubah. Orang lumpuh itu mengalami mujizat, nama Yesus yang berkuasa itulah yang membuat yang mustahil menjadi tidak mustahil. Dan kemudian orang lumpuh itu disembuhkan dan meloncat-loncat. Mujizat terjadi. 

Apapun kondisi kita, mungkin kita putus asa, jenuh, lumpuh hidupnya bergantung dengan orang lain, nama Yesus berkuasa menyelamatkan dan menyembuhkan. Inilah saat yang tepat, percayalah dan  terima mujizat dari Tuhan maka perubahan akan terjadi. Jawaban semua kelumpuhan kita ada di dalam nama Yesus Kristus. 

Lalu Pdt. Eric Pakasi memimpin doa kesembuhan dan membacakan Firman Tuhan dari Yesaya 53:5, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” Kemudian mengajak untuk meletakkan tangan pada bagian tubuh yang sakit. Oleh bilur-bilur Yesus kita akan menjadi sembuh.

Selanjutnya acara dilanjutkan dengan berdoa syafaat yang dipimpin oleh Pdt. Nehemia Rimba dan Pdt. Eric Pakasi.  Doa bagi Depok, Jakarta Selatan, Tangerang dan Tangerang Selatan dan Indonesia. Agar belas kasihan Tuhan turun atas bangsa ini di tengah pandemi yang terjadi. Tuhan memberkati pemerintah, memberikan kekuatan kepada team medis di seluruh Indonesia. 

Di penghujung acara Pdt. Nehemia Rimba menutup dalam doa. Setelah itu menyampaikan pengumuman untuk mematuhi aturan pemerintah dengan menerapkan 5M: mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Sebagai orang percaya kita tahu bahwa pemerintah adalah pihak yang Tuhan tetapkan untuk memimpin bangsa kita bagi kesejahteraan kita bersama, karena itu mari kita taati bersama.

Juga diumumkan acara PFC selanjutnya. Rangkaian acara PFC ditutup dengan video kesaksian kesembuhan dan informasi medsos PFC.

Tuhan memberkati.

[mar/ver]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram