PFC Online Balnustra 8 Mei 2020: KasihNya Memulihkanku

Kita jumpa kembali pada Pray for Cities (PFC) Online yang disiarkan melalui link Facebook dan Youtube,  pada hari Jumat, 8 April 2020.

PFC Online kali ini khusus untuk wilayah Bali – Nusa Tenggara, dilayani oleh Pdt. Oce Marlince Seo, S.Th (GMIT Oenaunu Kupang NTT); Pdt. I Nengah Sukarma Yasa, S. Th. (GKII Gracia, Negara – Bali); Pdt. Simon Petrus Lubis, S.Th. (GPPS Maranatha, Bima – NTB); Pdp. Trifosa Apriana Bua (GBU Senggigi R.O.C.L Ministry, Lombok – NTB); dan Pdt. Simon Saragih dari KPPI Ministry.

 

Yesus, Juru Selamat yang mengampuni dosa manusia

Pdt. Oce Marlince Seo membuka dengan pembacaan Firman Tuhan dari Markus 2:1-12 tentang orang lumpuh disembuhkan. Ketika Yesus kembali ke Kapernaum di rumah Simon Petrus orang banyak bedesak- desakan datang mau bertemu dengan Yesus. Tidak hanya untuk mendengar pengajaran dari Yesus tapi mereka juga ingin di sembuhkan oleh Yesus.

Oleh karena itu empat orang yang membawa seorang lumpuh untuk ketemu dengan Yesus, ketika  mereka sampai di rumah Simon Petrus, rumah penuh sesak tidak ada lagi kesempatan untuk bisa membawa orang lumpuh ini bertemu dengan Yesus. Lalu mereka membuka atap dan menurunkan tilam tempat orang lumpuh itu terbaring, tepat di depan Yesus.

Ketika Yesus melihat iman mereka, bekatalah Ia kepada orang lumpuh itu: “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni”. Pada ayat ini Yesus memproklamirkan siapa diriNya, bahwa Dia bukan hanya seorang Rabi dan seorang pembuat mujizat, tetapi Dia adalah Tuhan dan Juru Selamat yang menebus manusia dari dosa.

Oang sakit membutuhkan tabib, orang berdosa membutuhkan Juru Selamat, dan itu semua ada pada pribadi Tuhan Yesus. Pemulihan terbesar dari Tuhan bukanlah ketika kita sembuh dari sakit kita, tapi ketika kita ditebus dari dosa dan diselamatkan.  

Allah mengasihi kita dengan kasih yang kekal, kita bisa lihat itu dalam injil Yohanes 3:16. Kasih yang kekal itu membuat anakNya yang tunggal menjadi manusia dalam pribadi Yesus. Membawa jawaban atas segala kebutuhan manusia, lebih dari kesembuhan atau makanan tapi ditebus dari dosa.

Seperti yang dialami orang lumpuh tadi, Yesus mengawali penyembuhan Ilahi dengan menyatakan pengampunan dosa lebih dulu bagi orang lumpuh ini.

Bapak Ibu saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus, sakit penyakit apapun itu termasuk virus corona sekalipun masih lebih berbahaya adalah ketika kita terus hidup dalam dosa. Allah telah memberikan Kristus bagi saya dan saudara, kasih Kristus sanggup memulihkan hidup saya dan saudara. Karena itu mari buka hati kita untuk terima Juru Selamat. Dia akan mengampuni dosa dan menyembuhkan penyakit kita.

Selanjutnya Pendeta I Nengah Sukarma memimpin doa bagi mereka yang mau menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat. Sebelum berdoa dibacakan terlebih dahulu Firman Tuhan dari Yohanes 3:16.

 

Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!

Kotbah tentang kesembuhan disampaikan oleh Pendeta Simon Petrus Lubis dengan mengajak terlebih dahulu untuk melihat sejenak apa yang terjadi pada hari-hari ini, tentang wabah Covid-19 misalnya. Adakah itu berita yang membuat kita senang sukacita?  Tentu saja tidak.

Saudara, kondisi dunia semakin mencekam dan semakin  tidak menentu. Namun ada kabar baik buat saudara dan saya, semua yang mendengar siaran ini, yaitu berita Injil. Injil adalah kabar baik, berita sukacita, kabar keselamatan di dalam Kristus Yesus.

Yesus berkata “Akulah jalan kebenaran dan hidup”. Saudara pergunakanlah waktu yang ada ini untuk mendengarkan Firman Tuhan dengan sungguh-sungguh. Iman timbul dari pendengaran oleh Firman Kristus. Inilah waktu Tuhan buat saudara, untuk datang menolong asal percaya dan mau membuka hati.

Kemudian dibacakan Firman Tuhan dari Kisah Para Rasul 3:1-8 tentang seorang laki-laki, yang lumpuh sejak lahirnya dan tiap hari meminta sedekah kepada orang yang masuk ke dalam Bait Allah. Ketika orang itu melihat, bahwa Petrus dan Yohanes hendak masuk ke Bait Allah, ia meminta sedekah. Tetapi Petrus berkata: “Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah!” Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari dan mengikuti mereka ke dalam Bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah.

Saudara, percayalah pada Yesus dan jangan ada keraguan sedikitpun. Kuasa Allah sanggup menyelamatkan orang percaya baik orang Yahudi maupun orang Yunani, termasuk saudara yang menyaksikan siaran ini.  Ada kuasa kesembuhan bagi saudara, sekalipun saudara sudah lama menderita sakit penyakit. Firman Tuhan dari Mazmur 107:17-19 mengatakan: “Ada orang-orang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa, dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka; mereka muak terhadap segala makanan dan mereka sudah sampai pada pintu gerbang maut. Maka berseru-serulah mereka kepada Tuhan dalam kesesakan mereka, dan diselamatkan-Nya mereka dari kecemasan mereka”.

Berserulah kepada Yesus, mohon kemurahan Tuhan, minta belas kasihan Tuhan. Ketika Firman disampaikan, disembuhkanlah mereka yang sakit. Percayalah kepada Yesus. Kalau ada dosa, kesempatan hari ini saudara datang pada Yesus mengaku dosa, minta ampun, bertobat sungguh-sungguh. Firman Nya berkata jika kita mengaku dosa kita Allah setia dan adil, Dia akan menyucikan segala dosa dan pelanggaran saudara maka saudara melihat pengampunan dan pemulihan dari Tuhan. Saudara dikasihi Tuhan percaya mujizat nya masih ada dalam nama Yesus mujizat masih ada.

Pdp. Trifosa Apriana Bua memimpin dalam doa kesembuhan. Sebelumnya dibacakan Yesaya 53 : 5, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

 

Berdoa Bagi Bangsa dan Negara

Setelah doa kesembuhan, dilanjutkan berdoa bagi wilayah Bali – Nusa Tenggara yang dipimpin oleh Pendeta I Nengah Sukarma. Lalu dilanjutkan Pdp. Trifosa Apriana Bua yang berdoa memberkati bangsa Indonesia mulai dari Presiden dan kabinetnya, juga TNI dan Polri serta dokter dan paramedis yang menangani pasien Covid-19. Berdoa juga supaya virus corona dan penyebarannya berhenti. Juga berdoa bagi kesejahteraan bangsa Indonesia, agar tahan pertanian, perikanan dan hasil bumi serta pertambangan diberkati.

Rangkaian acara Pray for Cities Bali – Nusa Tenggara ditutup dengan doa oleh Pendeta Simon Saragih  dilanjutkan dengan pengumuman layanan doa, acara PFC Online berikutnya, serta mengingatkan untuk mentaati himbauan pmerintah untuk stay at home.[lyd/lyd]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram