PFC Online Bali dan Nusa Tenggara 28 Juli 2021: Tetaplah Berdoa

Puji Tuhan acara Pray For Cities Online Bali dan Nusa Tenggara secara online dapat diselenggarakan kembali pada hari Rabu, 28 Juli 2021, dan dapat disaksikan secara online melalui Facebook, Youtube dan Instagram.
Dilayani oleh:
• Pdt. Velidia Tanau Lioe, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Ebenhaiser Iungboken, Kupang, Nusa Tenggara Timur
• Pdt. Ahmad Abednego Purba, Gereja Kemenangan Iman Indonesia (GKII) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat
• Pdt. I Gede Victor Hernada Hampatra, Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Jemaat Hosana, Kwanji, Badung, Bali.
• Pdt. Hans Maki, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI), Ubud, Bali
• Evi Yusniar, KPPI Ministry

Tetaplah Berdoa

Ibu Pdt. Velidia Tanau Lioe menyapa pemirsa dan membuka dalam doa. Firman Tuhan disampaikan dari Markus 1:35-39 tentang Yesus mengajar di kota-kota lain.
Doa adalah komunikasi yang kita lakukan dengan Tuhan, yang merupakan kewajiban bagi kita orang percaya. Seperti Tuhan Yesus yang melandaskan hidupnya dengan berdoa. Firman Tuhan mengatakan bahwa pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa disana. Dia meninggalkan murid-murid-Nya sendiri untuk dia berkomunikasi dengan Allah, sekalipun dia adalah Anak Allah tapi Dia tetap berdoa kepada Allah. Inilah kehidupan Tuhan Yesus bahkan setelah Dia melayani dia juga berdoa kepada Allah. Tuhan melakukan banyak pekerjaan untuk memberitakan Injil dan mendoakan orang sakit dan Dia tetap berdoa untuk menyampaikan segala sesuatu kepada Allah.

Firman Tuhan ini menguatkan dan menyadarkan kita agar senantiasa mengawali hidup kita dengan doa, begitu juga dengan menutup hari kita dengan berdoa. Mungkin saat ini kita sedang mengalami sakit, pergumulan ekonomi, atau masa depan keluarga kita, kita datang kepada Tuhan melalui doa kita kepada Yesus Kristus. Berdoa bukan hanya sekali saja tapi terus menerus berdoa sehingga di dalam doa-doa kita, kita juga dapat melihat karya baik yang Allah berikan dalam Yesus Kristus bagi kita di dalam pengorbanan–Nya di atas kayu salib. Pengorbanan-Nya di kayu salib memberikan kita penebusan yang kekal, keselamatan, dan rumah Bapa di sorga yang merupakan jaminan yang kekal bagi kita. Marilah kita tetaplah berdoa karena di dalam doa ada kuasa untuk menjalani kehidupan kita dan Tuhan semakin dekat dengan kita. Terimalah Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.

Kemudian Pdt. Ahmad Abednego Purba memimpin doa menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, sebelumnya membacakan Firman Tuhan dari Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
Dilanjutkan berdoa bagi mereka yang rindu untuk melayani Tuhan, dengan membacakan dasar Firman Tuhan dari Lukas 10:2, “Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Tuhan Yesus Menyembuhkan Seorang Perempuan yang Sakit Pendarahan

Kemudian Firman Tuhan tentang kesembuhan disampaikan oleh Pdt. I Gede Victor Hernada Hampatra dari Keluaran 15:26, firman-Nya: “Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit mana pun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku TUHANlah yang menyembuhkan engkau.”

Bila masih ada ganjalan atau dosa di dalam hati kita, baiklah kita datang kepada Tuhan dan bertobat baik kepada Tuhan dan juga sesama kita. Semua itu harus kita lakukan sebagai suatu proses menerima kesembuhan dari Tuhan, supaya jangan dosa menghambat mujizat yang akan Tuhan berikan. Pertobatan adalah hal yang wajib kita lakukan sebagai orang percaya.

Firman Tuhan dalam Lukas 8:43-48 tentang Tuhan Yesus menyembuhkan seorang perempuan yang sakit pendarahan. Perempuan ini sudah melakukan banyak hal untuk memperoleh kesembuhan namun dia tidak pernah menyerah dalam kehidupannya, dia memiliki semangat untuk terus berdoa sampai dia bertemu dengan Tuhan Yesus, dan dia tetap berjuang untuk mengejar Tuhan dengan terus berjuang dan akhirnya dengan keteguhannya dia memperoleh kesembuhan itu. Tetap fokus kepada Tuhan Yesus, bertobat sungguh-sungguh, dan teguhkan iman kita kepada Tuhan.

Kemudian doa kesembuhan dipimpin oleh Pdt. Hans Maki, sebagai dasar doa kesembuhan dibacakan Firman Tuhan dari 1 Petrus 2:24, “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”

Dilanjutkan doa syafaat yang dipimpin oleh Pdt. Ahmad Abednego Purba mendoakan Bali dan Nusa Tenggara, untuk para pemimpin dan jajaran pemerintahan yang ada di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, dan berdoa juga untuk perekonomian bangsa dan negara.

Dilanjutkan doa untuk Indonesia yang dipimpin oleh Pdt. Hans Maki mendoakan bangsa Indonesia, para pemimpin bangsa dan juga keamanan bangsa, seluruh TNI dan Polri, serta tim medis yang menangani Covid 19.

Kemudian dilanjutkan oleh Evi Yusniar yang menyampaikan pengumuman mengenai layanan doa, jadwal PFC selanjutnya dan himbawan pemerintah tentang protokol kesehatan serta informasi medsos Pray For Cities dan menutupnya didalam doa. Demikian rangkaian acara Pray For Cities Online Bali dan Nusa Tenggara. Tuhan Yesus memberkati.[len/ros]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram