PFC Online 9 April 2021: Yesus Datang untuk Menyelamatkan Manusia

Syukur kepada Tuhan acara Pray For Cities Online telah diselenggarakan pada hari Jumat, 9 April 2021 dan dapat diikuti melalui Facebook, Instagram dan YouTube.

Dilayani oleh:

1. Pdt. Nanang Gereja Bethel Indonesia (GBI) Grand Mall 1, Medan Satria Kota Bekasi, Jawa Barat

2. Pdt. Alex Ginting Gereja Baptis Indonesia (GBI) Helvitia Medan, Sumatera Utara

3. Pdt. Heintje Mait Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) Ketapang, Kalimantan Barat

4. Pdt. Frans Luther Gereja Kristen Maranatha Indonesia (GKMI) Ambon, Maluku

5. Pdt. Jemima Dina KPPI Ministry

Yesus Datang untuk Menyelamatkan Manusia

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Nanang dari Lukas 5:32 “Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” Yesus mendekati orang berdosa, Yesus mengasihi orang berdosa. Orang berdosa selalu ada di hati Tuhan Yesus. Tujuan Yesus datang ke dunia ini, untuk memanggil orang berdosa supaya bertobat, untuk menyelamatkan manusia dari dosa. Dalam pandangan Yesus pertobatan orang berdosa sangat penting, sehingga Dia merencanakan rencana yang besar datang ke dalam dunia ini demi kita manusia.

Siapa orang berdosa? Alkitab berkata dalam Roma 3:23, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” Kita semua orang berdosa, tetapi kita sudah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, sudah ditebus, sudah diampuni, sudah dibenarkan. Mengapa perlu diselamatkan? Roma 6:23 “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Maut berarti kematian, kebinasaan masuk neraka. Manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri.

Beruntung, bersyukur Allah sangat mengasihi manusia. Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya  kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Allah tidak ingin seorang pun manusia binasa, Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa melainkan semua orang berbalik dan bertobat. Kasih yang begitu besar telah direalisasikan, telah diwujudkan dengan Yesus mati di kayu salib. Ia yang tidak berdosa menjadi berdosa, Ia yang menanggung segala kesalahan kita.

Perjalanan Yesus ke kayu salib bukan perjalanan yang mudah, Ia ditolak, difitnah, dikhinati dicambuk, dimahkotai dengan duri, Dia memikul salib, Dia disalibkan, tangan dan kaki-Nya dipaku, tetapi Dia rela menjalaninya. Penderitaan dan aniaya berat yang dialaminya sama sekali tidak membuat Dia mundur dari rencana tujuan-Nya semula yaitu menyelamatkan manusia. Betapa berharganya kita, sudah bertahun-tahun menyimpan dosa didalam hati, hidup menjadi tertekan, sakit penyakit silih berganti, hubungan dengan keluarga menjadi rusak, selalu banyak mengalami kegagalan, ekonomi juga tidak berkembang dengan baik. Dia mengasihimu. Jangan putus asa, datang kepada Yesus, kasih-Nya begitu besar.

Dalam kitab Yesaya 1:18 mengatakan, “Marilah, baiklah kita berperkara! –firman TUHAN–Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” Kisah 4:12, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Keselamatan tidak dapat ditukar dengan apapun, keselamatan hanya ada didalam Yesus.

Kemudian Pdt. Alex Ginting melanjutkan untuk doa terima Yesus, sebelumnya membacakan ayat Firman Tuhan dari Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya  kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Kemudian Pdt. Alex Ginting menyampaikan undangan Tuhan untuk melayani Dia, dengan membacakan Lukas 10:2 “Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” Tuhan mau mengundang kita untuk melayani Tuhan, tidak perlu meninggalkan profesi, tidak perlu meninggalkan study, dimanapun Tuhan mau memakai kita.

Hanya Yesus yang Sanggup Menyembuhkan

Firman Tuhan kesembuhan dilanjutkan kembali oleh Pdt. Heintje Mait dari Matius 8:14-17 “Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia. Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”

Mujizat yang terjadi dalam peristiwa ini adalah kesembuhan dan kelepasan dari roh-roh jahat dan terjadi kesembuhan pada seorang perempuan, seorang ibu dan dia adalah ibu mertua dari Petrus yang mengalami sakit demam dan ketika Yesus hadir di rumahnya Yesus melakukan mujizat dan dia mengalami kesembuhan. Apapun penyakit kita, sekalipun yang dianggap penyakit biasa dan sering dialami, Yesus dapat sembuhkan. Apapun ikatan kuasa kegelapan yang membelenggu, seberat apapun persoalan yang dialami, Yesus sanggup melepaskan, memulihkan dan memberikan kekuatan baru.

Mari fokus pada kebenaran ini, jangan fokus pada sakit yang dialami. Kebutuhan jasmani bukan hanya bicara makan minum tetapi kebutuhan jasmani juga tentang kesehatan. Kalau sehat bisa beraktifitas, bisa bekerja, tapi kalau sakit hanya bisa duduk diam, terbaring di rumah atau di rumah sakit dan tidak bisa berbuat apa-apa. Dia mati di kayu salib untuk Dia memulihkan, menyembuhkan. Di kayu salib Dia buat pertukaran, Dia tukar sakitmu, dia sudah tanggung sakitmu dan Dia sudah tanggung semua di atas kayu salib. Kisah 3:16 “Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua.” Hanya Dia yang sanggup menyembuhkan.

Setelah itu Pdt. Frans Luther berdoa untuk kesembuhan dengan terlebih dahulu membacakan ayat Firman Tuhan dari 1 Petrus 2 : 24 “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” Apabila saat ini kita mengalami sakit, sudah sekian lama menderita, percaya di dalam Yesus ada kesembuhan. Oleh bilur-bilur-Nya kita menjadi sembuh. Alkitab berkata Yesus sudah menanggung segala dosa-dosa kita di kayu salib dan oleh bilur-bilur-Nya kamu akan sembuh.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan berdoa bagi bangsa dan negara Indonesia. Pdt. Alex Ginting memimpin untuk berdoa bagi pemerintahan, keamanan, Polri, TNI. Pdt. Frans Luther memimpin dalam doa untuk presiden dan supaya Tuhan menolong Indonesia dari segala bencana.

Acara Pray For Cities Online ditutup dalam doa oleh Pdt. Jemima Dina dan kemudian juga menyampaikan beberapa pengumuman mengenai layanan doa, jadwal acara Pray For Cities yang akan berlangsung, media sosial Pray For Cities serta himbauan untuk tetap melakukan arahan pemerintah mengenai protokol kesehatan yang harus tetap dijalankan selama masa pandemi ini.

Demikian rangkaian acara Pray For Cities Online.

Tuhan memberkati.

[rit/ver]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram