PFC Online 8 Mei 2020: Kasih yang Sejati

Saudara, Pray for Cities (PFC) Online kembali disiarlan melalui link Facebook dan Youtube pada hari Jumat, 8 April 2020.

PFC Online kali ini dilayani oleh Pdt. Gusti Ngurah Sukadana – GPIBI Filadelfia, Pemogan – Denpasar, Pdt. Misael Mirno – GKIN Adonai, Madiun Jawa Timur, Pdt. Fanny Madayanto – GKRI Beritakan Injil, Palu, Sulawesi Tengah; Pdt. Mathius Dolly – Gereja Kerapatan Pantekosta, Serui – Papua, dan Pdt. Timotius Dewanto – KPPI Ministry.

Tuhan Yesus Sangat Mengasihi Kita

Mengawali penyampaian Firman Tuhan, Pdt. Gusti Ngurah Sukadana mengambil ayat dari Roma 5:8-9 yang memberitakan bahwa Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Kabar baik bahwa Tuhan mengasihi kita semua dalam keadaan apapun,termasuk  dalam situasi sekarang dimana wabah dunia Covid-19 menimbulkan ketakutan, kecemasan dalam kehidupan semua orang.

Namun Allah menunjukkan KasihNya kepada kita. Tuhan tidak ingin kita mengalami kebinasaan. Ada satu masalah yang begitu serius yang dihadapi manusia selain virus corona, yaitu dosa karena akar dari semua masalah yang terjadi pada dunia ini adalah dosa manusia. Banyak upaya manusia yang dilakukan untuk bebas dari dosanya karena dosa yang menghalangi hubungan manusia dengan Tuhan. Dosalah yang menyebabkan begitu banyak pertikaian, pertengkaran, pembunuhan, sakit penyakit.

Perbuatan baik kita tidak bisa menjadi ukuran untuk kita menerima keselamatan, sebab manusia tidak mungkin menyelamatkan dirinya sendiri karena semua orang telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Tuhan. Upahnya memang maut (Roma 6:23). Maut disini artinya kematian kekal, terpisah dari Allah selama-lamanya.

Namun berita baik bahwa Allah begitu mengasihi kita sehingga kita tidak hidup terus menerus didalam dosa-dosa kita. Allah sendiri datang ke dunia ini untuk menyelamatkan semua manusia. Allah menunjukkan kasihNya ketika Dia datang ke dunia ini bahkan Dia mati di kayu salib untuk menanggung setiap hukuman atas semua dosa-dosa kita. Tuhan mati bukan ketika kita baik, melainkan Tuhan Yesus mati di kayu salib ketika kita masih berdosa.

Tuhan Yesus mengundang untuk kita datang kepada kasih yang sejati itu, kasih yang tulus dari Allah yang mau menerima kita apa adanya. Buka hati kita sebab Tuhan sanggup memulihkan kehidupan kita dan sanggup membebaskan kita dari ikatan-ikatan dosa. Tuhan Yesus sudah mati bagi kita dan Dia sudah bangkit pada hari yang ketiga, Dia naik ke sorga untuk menyediakan tempat bagi kita yang percaya.

Bagi setiap pemirsa yang mau percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat,

Pdt. Timotius Dewanto menuntun dalam doa.

Imanmu telah Menyelamatkan Engkau

Pdt. Fanny Madayanto melanjutkan pembacaan Firman Tuhan dari Markus 5:25-34, tentang seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan, dan disembuhkan oleh  Tuhan Yesus karena imannya.

Mungkin ada diantara kita yang sedang mengalami sakit penyakit bertahun tahun lamanya tidak disembuhkan, atau yang selama beberapa waktu bergumul dan belum merasakan pemulihan atau kesembuhan dari Tuhan.

Datanglah pada Tuhan Yesus, sebab di dalam Tuhan tidak ada yang mustahil, apapun sakit penyakit yang kita alami, apapun keterikatan dosa atau kuasa kegelapan yang sedang dialami saat ini, Yesus sanggup menyembuhkan. Yesus sanggup memulihkan hidup kita.

Apa yang harus kita lakukan supaya kita mengalami kelepasan, kesembuhan, dan pemulihan didalam Tuhan? Pertama percaya sungguh-sungguh hanya kepada Tuhan Yesus, Dia adalah Tuhan dan Juruselamat yang jauh lebih penting dari kesembuhan itu sendiri. Kedua, beriman sungguh-sungguh akan kuasa Tuhan yang bekerja didalam kehidupan kita.

Wanita yang mengalami pendarahan 12 tahun, bukan waktu yang singkat dia mengalami penderitaan.

Wanita ini sudah kehilangan pengharapan karena dia sudah berulang-ulang datang ke berbagai tabib, bukan hal yang baik yang dia dapatkan, tetapi justru keadaan semakin memburuk, dia menjual segala sesuatunya dan menjadi habis namun dia tidak kunjung sembuh.

Tetapi puji syukur akhirnya dia bertemu dengan Yesus, dia beriman dan mau percaya kepada Yesus.  Tindakan iman yang dia lakukan menghasilkan kesembuhan. Imannya yang membuat dia selamat, bukan hanya secara fisik melainkan sampai kepada kehidupan kekal. Imannya yang membuat dia mengalami kesembuhan.

Jika perempuan ini dapat disembuhkan, maka mujizat yang sama masih berlaku sampai dengan hari ini dan berlaku bagi kita yang saat ini sedang mengalami sakit.

Pdt. Mathius Dolly melanjutkan memimpin doa bagi semua yang sakit, dengan sebelumnya membacakan Yesaya 53:5 “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh”.

Pada bagian terakhir Pdt. Timotius Dewanto memimpin dalam doa untuk Pemerintahan Indonesia, dilanjutkan dengan Pdt. Mathius Dolly yang berdoa berdoa untuk berkat Tuhan atas Indonesia, dan  berdoa agar Indonesia dilepaskan dari pandemi virus corona serta Tuhan menyembuhkan yang sakit. Kemudian doa untuk menutup keseluruhan acara dipimpin oleh Pdt. Misael Mirno. [lyd]

 

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram