PFC Online 5 Maret 2021: Keselamatan Datang dari Yesus

Ibadah Pray for Cities Online berlangsung pada hari Jumat 5 Maret 2021 jam 19.00 WIB. Ibadah dapat disaksikan melalui Youtube, Facebook dan Instagram.

Dilayani oleh:

• Pdt. Meliyanty Yacob Suda, Gereja Protestan Indonesia Donggala (GPID) Jemaat Siloam Tindaki, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

• Pdm. Manuel Da Costa, Gereja Baptis Pertama (GBP) Cabang Garut, Jawa Barat.

• Pdt. Monang Gultom, Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kota Bambu, Palmerah, DKI Jakarta.

• Pdt. Surianto Berutu, Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Shallom, Kaimana, Papua Barat.

• Pdt. David Simanjuntak, KPPI Ministry.

Keselamatan datang dari Yesus

Firman Tuhan dibawakan oleh Pdt. Meliyanty Yacob Suda, mengambil dari Efesus 2:8-9, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”

Semua manusia dilahirkan dalam keadaan berdosa dan status manusia adalah orang yang berdosa dan patut menerima hukuman Allah. Sebab Firman Tuhan katakan semua orang telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah dan seperti dalam Roma 6:23 mengatakan bahwa “Upah dosa ialah maut”. Ketidaktaatan manusia pertama membuat Allah menghukum mereka. Namun Allah yang sejak awal merancangkan yang baik bagi manusia, tidak pernah menginginkan kebinasaan manusia. Karena itu Allah memulai dan berinisiatif untuk merancang keselamatan bagi manusia.

Mengapa Allah melakukannya? Karena pada dasarnya manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri, semua upaya manusia pasti sia-sia. Inilah alasan mengapa Allah berkenan datang kepada manusia dalam rupa Yesus Kristus. Ia datang untuk memulihkan relasi antara Allah dengan manusia. Yesus rela menderita, mati, memberikan segalanya untuk menyelamatkan manusia yang ada di dalam dunia. Keselamatan yang kita peroleh bukan karena usaha kita, tapi semata-mata anugrah Allah di dalam Yesus Kristus. Bahkan iman yang kita miliki adalah juga anugerah Allah.

Ketika kita menghayati bahwa keselamatan hanya datang dari Yesus, maka kehidupan yang kita jalani adalah wujud dari ucapan syukur kita kepada Tuhan. Sekalipun kita bergumul dalam berbagai hal di dunia ini, kita percaya iman yang menjadi anugrah Allah bagi kita senantiasa memberi kekuatan dan penghiburan dalam waktu-waktu yang kita jalani sampai hari ini. Terima Yesus dalam hidup kita maka kita akan selamat.

Doa menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dipimpin oleh Pdm. Manuel Da Costa. Pdm. Manuel membacakan Firman Tuhan dari Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Kemudian mengajak pemirsa untuk percaya kepada Yesus dan tidak menyia-nyiakan waktu yang ada lalu memimpin dalam doa terima Tuhan Yesus.

Setelah itu, dibacakan Firman Tuhan dari Lukas 10:2, dan lalu berdoa bagi pemirsa yang rindu untuk melayani Tuhan.

Yesus yang Melakukan Mujizat

Pdt. Monang Gultom melanjutkan Firman untuk kesembuhan. Firman Tuhan terambil dari Markus 5:25-34 mengenai seorang perempuan yang telah dua belas tahun sakit pendarahan. Perempuan ini sudah ke sana ke mari mencari namun tidak mendapat kesembuhan, mungkin ia sudah putus asa. Di tengah-tengah keputusasaannya, Yesus hadir.

Demikian hal yang sama dapat terjadi pada Saudara yang mungkin sudah putus asa. Ia sedang melawat semua Saudara, mungkin ada gangguan pada jantung, cairan di otak, atau apapun, bagi Allah tidak ada yang mustahil. Bagi Saudara yang beriman, mintalah mujizat kepada Tuhan. Datanglah kepada Tuhan dan serahkan hidup dan penyakitmu. Jika engkau percaya maka jadilah mujizat terjadi bagi setiap pemirsa yang menyaksikan.

Doa kesembuhan kemudian dipimpin oleh Pdt. Surianto Berutu. Firman Tuhan diambil dari Yesaya 53:5, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Pdt. Surianto mengajak pemirsa yang sakit untuk meletakkan tangan pada bagian tubuh yang sakit dan kemudian memimpin di dalam doa.

Selanjutnya, Pdt. Manuel memimpin doa bagi bangsa dan negara. Berdoa bagi presiden dan para anggota kabinetnya agar ada dalam perlindungan Tuhan dan dapat bekerja dengan baik. Juga TNI dan Polri agar dapat menjalankan tugas-tugasnya dengan hikmat Tuhan. Pdt. Surianto berdoa untuk perekonomian bangsa. Memberkati sektor-sektor perekonomian. Berdoa bagi pasien Covid-19, juga para tim medis agar terus berada dalam perlindungan Tuhan.

Pray For Cities Online Nusantara ditutup oleh Pdt. David Simanjuntak, yang sebelumnya telah mengarahkan untuk jalannya doa syafaat. Pada ujung acara disampaikan layanan doa yang tersedia, serta ditutup dalam doa. Tidak lupa arahan bagi pemirsa agar tetap melakukan protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah yang sudah ditunjuk Tuhan menjadi wakil Tuhan di bangsa ini. Disampaikan juga jadwal Pray For Cities berikutnya dan media sosial Pray For Cities yang ada. Demikian rangkaian acara Pray For Cities Online. [son/ver]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram