PFC Online 5 Februari 2021: Yesus Sanggup Menyelamatkan

Puji Tuhan acara Pray For Cities secara online dapat diselenggarakan kembali pada hari Jumat, 05 Februari 2021, dan dapat disaksikan secara online melalui Facebook, YouTube dan Instagram.

Dilayani oleh:

• Pdt. Iskandar Dinata Pasa, Gereja Kristen Alkitab Indonesia (GKAI) Jemaat Efata Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat.

• Pdt. William Rusunwully, Gereja Bethany Indonesia (GBI) Tondano, Sulawesi Utara.

• Pdt. Jenny Victoria Telehala, Gereja Kristen Oikumene (GKO) Bumi Serpong Damai, Tangerang, Banten.

• Pdt. Abgrit Hendra Sofianto, Gereja Injili di Tanah Jawa (GITJ) Bulungcangkring, Kudus, Jawa Tengah.

• Pdt. Andreas Jimmy, KPPI Ministry.

Yesus Sanggup Menyelamatkan

Pdt. Iskandar Dinata Pasa menyapa pemirsa dan membuka acara dalam doa. Firman Tuhan disampaikan dari Lukas 6:17-18:

17 Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon.

18 Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan.

Sebuah perkataan yang luar biasa, mengapa Yesus sanggup menyelamatkan kita:

Pertama, karena Yesus satu-satunya Jalan keselamatan dan kehidupan. Yesus adalah kunci keselamatan bagi kita. Dalam injil Yohanes 14:6, “Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” Inilah yang Tuhan katakan pada banyak orang saat itu dan juga pada masa ini. Kejatuhan manusia pada mulanya adalah karena dosa. Roma 23:3 berkata, “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” Dosa adalah pikiran, perkataan dan tindakan kita yang tidak berkenan dan tidak sesuai dengan perintah Allah. Roma 6:23,  “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Melalui Yesus ada pendamaian dan kesembuhan. Melalui kematian Yesus di kayu salib, Dia menebus dosa kita. Seharusnya kita yang dihukum, tetapi karena kasih Yesus maka kita diselamatkan.

Firman Tuhan dalam Kisah Para Rasul 4:12 berkata, “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” Ketika kita berbeban berat, mengalami banyak permasalahan ingatlah bahwa Tuhan Yesus sanggup menyelamatkan karena Dia mengasihi kita. Seberapa pun besar dosa kita, Dia melihat hati dan kesungguhan kita untuk datang pada-Nya.

Kedua, karena Tuhan Yesus berkuasa. Banyak orang dari berbagai kota datang untuk diperbaharui oleh Tuhan Yesus pada saat itu. Karena mereka tahu Tuhan Yesus berkuasa melakukan tanda mujizat ketika mendengar firmanNya. Darimanapun kita berada, mari datang pada Yesus. Selagi masih ada kesempatan untuk kita datang pada Yesus. Ketika kita merespon dengan hati yang percaya, maka Yesus akan menyelamatkan dan menyembuhkan kita. Dalam nama Yesus ada keselamatan dan kesembuhan. Mari buka hati dan terima Yesus sebagai Juruselamat secara pribadi. Ini adalah waktu untuk setiap kita menentukan pilihan, membuka hati untuk Tuhan Yesus menjadi Juruselamat kita secara pribadi.

Setelah itu Pdt. William Rusunwully memimpin dalam doa untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan sebelumnya firman Tuhan dibacakan dari Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Dilanjutkan dengan doa untuk menjadi hamba Tuhan dan sebelumnya dibacakan firman Tuhan dari Lukas 10:2, “Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Iman yang Mengerjakan Mujizat

Kemudian firman Tuhan tentang kesembuhan dibawakan oleh Pdt. Jenny Victoria Telehala dari Markus 5: 25- 34 tentang seorang perempuan yang sakit pendarahan selama dua belas tahun. Kita menemukan seorang perempuan yang beriman kepada Yesus. Seorang perempuan yang selama dua belas tahun berusaha untuk kesembuhan dari sakitnya. Dalam kondisi yang sangat sulit  perempuan ini mendengar tentang Yesus yang sanggup melakukan mujizat. Maka timbulah pengharapan dan iman dalam hatinya, bahwa Yesus juga sanggup menyembuhkan dia. Perempuan ini tidak hanya memiliki iman tapi dia juga melakukan tindakan dengan barkata, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Lalu dia mengulurkan tangan dan menjamah jubah Yesus. Seketika itu juga, berhentilah pendarahannya dan dia merasakan kesembuhan.

Dari kisah ini kita belajar, untuk memiliki iman yang hidup. Karena iman kepada Yesus memberi keselamatan dan kesembuhan. Mari kita teladani apa yang sudah dilakukan oleh perempuan ini.

Pertama, membuka telinga dari apa yang dia dengar tentang Yesus. Seperti firman Tuhan dalam Roma 10:17, “Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”

Kedua, memperkatakan perkataan iman. Sekalipun kondisinya semakin memburuk, tapi dia tidak berputus asa. Mari kita perkatakan perkataan iman, “Saya percaya meskipun kondisi saya semakin buruk, sudah bertahun-tahun menderita sakit tapi saya percaya, Yesus sanggup menyembuhkan saya.”

Ketiga, melakukan tindakan iman. Tidak hanya berkata-kata, tapi mewujudkan imannya dalam tindakan. Karena firman Tuhan berkata, iman tanpa perbuatan adalah mati (Yakobus 2:26).

Setelah itu Pdt. Abgrit Hendra Sofianto memimpin dalam doa kesembuhan bagi yang sakit. Sebelumnya firman Tuhan dibacakan dari Yesaya 53:5, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Acara dilanjutkan dengan doa bagi bangsa dan negara dipimpin oleh Pdt. William Rusunwully berdoa untuk seluruh pemerintahan yang ada serta jajarannya, pemerintahan pusat sampai ke daerah dan  TNI-Polri. Lalu doa dilanjutkan oleh Pdt. Abgrit Hendra Sofianto yang berdoa untuk perekonomian bangsa dan pandemi covid-19 agar berlalu dari bangsa ini.

Acara Pray For Cities Nusantara di tutup dalam doa oleh Pdt. Andreas Jimmy dan dilanjutkan dengan menyampaikan pengumuman layanan doa, jadwal PFC selanjutnya dan himbawan pemerintah tentang protokol kesehatan serta informasi medsos PFC. Demikian rangkaian acara Pray For Cities Online Nusantara. Tuhan memberkati. [eud/ver]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram