PFC Online 26 Februari 2021: Kasih-Nya Memulihkan Hidupku

Puji Tuhan acara Pray For Cities Online dapat diselenggarakan pada hari Jumat, 26 Februari 2021 dan dapat disaksikan secara online melalui Facebook, Youtube dan Instagram.

Dilayani oleh:

1. Pdt. Jamli Barus, Gereja Baptis Indonesia (GBI) Binjai, Sumatera Utara

2. Pdt. Ma’ie Dharwanto, Gereja Perhimpunan Injili Baptis Indonesia (GPIBI) Singkawang, Kalimantan Barat

3. Pdt. Jesaja Sinjal, Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Kasih Karunia Universal Bypass, Pemogan, Denpasar Selatan, Bali

4. Pdt. George Fakdawer, Gereja Kristus Rahmani Indonesia (GKRI) Hidup Baru, Serpong, Tangerang.

5. Pdm. Lukas Oey, KPPI Ministry.

Kasih-Nya Memulihkan Hidupku

Doa pembukaan dipimpin oleh Pdt. Jamli Barus, yang kemudian menyampaikan firman Tuhan tentang pertobatan. Dasar dari tema hari ini diambil dari Lukas 15:11-32 tentang anak yang hilang yang merupakan gambaran dari sikap Allah terhadap manusia.

Ada tiga point penting dalam cerita ini:

Pertama, tentang dosa. Dosa itu serius, disini digambarkan seorang anak muda yang ingin menikmati kehidupan yang merupakan impian orang-orang pada umumnya, melampiaskan hawa nafsunya dengan segala kemewahan, dan ia tahu bagaimana untuk mendapatkan semua itu, uang. Dengan cara apapun ia ingin mendapatkan uang sebanyak mungkin tanpa menghormati orangtua, tanpa menghiraukan etika moral, tanpa takut Tuhan. Dia pergi membawa banyak uang dengan impian bahwa dia akan hidup senang di perantauan, melampiaskan hawa nafsunya. Dan dia berpesta, berjudi dan menghabiskan uangnya tanpa sadar dosa adalah dosa. Tiba waktunya datang kesengsaraan akibat dosa itu.

Alkitab menggambarkan anak muda ini bangkrut, tidak ada yang peduli kepadanya bahkan dia kelaparan dan tidak bisa makan dari ampas babi sekalipun. Itulah akibat dosa, karena itu pikirkan langkahmu dan keputusan hidupmu sekarang. Kalau engkau hidup dalam dosa, waktunya akan tiba kesengsaraan akan datang tanpa diundang.

Kedua, Allah yang penuh kasih. Digambarkan seorang bapa, ketika melihat anaknya pergi, hatinya tergores, terluka. Tetapi jauh didalam lubuk hati sang ayah dia selalu merindukan kapan anakku pulang. Setiap detak jantungnya berbicara tentang kasihnya dan rasa kehilangan terhadap anaknya yang hilang. Seperti itulah Tuhan Allah dalam hidup kita, ketika kita meninggalkan Dia, Dia selalu menanti dan menunggu sampai waktunya kita pulang.

Ketiga, pertobatan yang memulihkan.

Anak bungsu ini, ketika hidupnya hancur dan berada pada titik minus, di batas akhir kekuatan manusia dimana dia mengalami kelaparan, miskin, tertolak, terbuang. Dia teringat kepada bapanya yang baik  bapanya yang jauh di sana. Bahkan para pekerja di rumah bapanya pun hidup makmur. Ketika dia ingat kebaikan bapanya dia juga ingat betapa jahatnya dia. Tetapi dia telah mengambil keputusan, aku mau pulang. Inilah pertobatan sejati, entah siapapun saudara, apapun keadaan saudara, ingatlah Tuhan mengasihimu. Bertobatlah!

Ketika anak muda tadi sadar akan keadaannya, sebelum terlambat, sebelum kekuatannya habis, dia melompat melangkah pulang. Setiap langkahnya pasti dihantui tuduhan, telunjuk-telunjuk tajam orang-orang sedang ditudingkan kepadanya karena segala kejahatannya.

Tetapi didalam hatinya, dia berkata aku mau pulang ke rumah bapaku. Dan benar, dia tiba tepat waktunya di rumahnya. Dan ketika ayahnya melihat anak itu pulang, ayahnya itu tahu benar betapa jahatnya anaknya itu. Tetapi semua kejahatannya sudah dihapuskan oleh sang ayah diganti dengan kasih yang dalam.

Dia berlari kepada anaknya  bukan dengan cambuk, tetapi dengan tangan terbuka. Anakku pulang! Tak peduli dengan aroma busuk dari anak itu. Alkitab mengatakan dia memeluk anaknya itu dan berkata, “Beri dia jubah yang baru! Beri dia sepatu yang baru! Beri dia cincin. Dia anakku. Buat pesta, umumkan kepada masyarakat! Siapapun dia, dia adalah anakku, aku mengasihi dia.”

Berita baik bagi saudara malam ini. Jika engkau masih bisa tertawa dengan dosamu dan engkau tidak peduli kepada Tuhan. Dengarkan saudara, bertobatlah malam ini sebelum terlambat! Anak muda, bapak-bapak diapapun saudara yang hidup dalam dosa, seks bebas, narkoba ataupun dosa lainnya.

Sekarang kembalilah, bertobat. Sebelum terlambat. Waktunya akan datang sengsara menghampirimu.

Bagi engkau yang hampir putus asa, kecewa dengan kehidupanmu, engkau kecewa dengan keputusan yang buruk yang engkau lakukan di masa lalu sehingga hidupmu sengsara, rumah tanggamu berantakan. Dengarkan baik-baik, Tuhan masih sanggup memulihkan engkau. Tak ada kejatuhan yang terlalu dalam untuk diangkat, tak ada kerusakan yang terlalu parah untuk diperbaiki. Tak ada kebusukan yang terlalu bau untukndibuang Tuhan. Tuhan mengasihimu, buka hatimu, jangan lewatkan malam ini. Bertobatlah, Tuhan mengasihimu, sebelum waktunya terlambat, datang pada Tuhan. Buka hatimu dan terimalah Yesus maka pemulihan akan terjadi dalam hidupmu.

Kemudian Pdt. Ma’ie Dharwanto memimpin doa untuk menerima Tuhan Yesus dengan terlebih dahulu membacakan dasar kebenaran Firman Tuhan dari Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Setelah doa menerima Yesus, Pdt. Ma’ie Dharwanto mengajak setiap orang yang mau dipakai menjadi alat Tuhan, dipakai untuk melayani Tuhan untuk bersama-sama berdoa.  Tuhan akan memakai saudara kapan saja dan di mana saja. Lukas 10:2 yang menjadi dasar firman Tuhan dibacakan, “Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Percayalah, Mujizat Pasti Terjadi

Untuk selanjutnya firman tentang kesembuhan disampaikan oleh Pdt. Jesaja Sinjal dari Yakobus 5:17-18:

“Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.”

Alkitab menceritakan ada seorang nabi yang berdoa kepada Tuhan dan menubuatkan bahwa bangsa Israel tidak akan mengalami hujan selama tiga tahun 6 bulan. Elia adalah seorang nabi yang dapat mendengar suara Tuhan berbicara secara langsung kepadanya. Ayat ini mengatakan untuk sebuah mujizat Elia adalah seorang manusia biasa. Dia seorang manusia biasa sama seperti kita.

Pada masa itu raja Ahab dan bangsa Israel telah menyembah dewa baal yaitu dewa kesuburan. Tetapi pada saat itu hujan tidak turun selama tiga tahun enam bulan. Apa yang dinubuatkan nabi Elia benar terjadi, kekeringan terjadi di mana-mana. Ini suatu peristiwa yang besar dimana Tuhan hendak menunjukkan kepada dunia, kepada bangsa Israel bahwa mujizat bisa terjadi kapan saja oleh hamba-hamba Tuhan, oleh anak-anak Tuhan, oleh orang biasa seperti saudara dan saya.

Elia adalah seorang nabi, demikian pula Yesus adalah Seorang yang penuh kuasa dan otoritas, Dia dapat melakukan segala mujizat. Tetapi firman Tuhan ini mengingatkan kita bahwa kita juga sebagai manusia biasa dapat melakukan perkara besar. Mungkin saat ini kita sedang merasakan suatu penderitaan yang berat  ada sakit penyakit yang sedang kita derita, ada persoalan yang membuat kita terikat, hari-hari ini begitu berat tanggungan kita. Mungkin ada sakit kepala, kanker, jantung atau mungkin saudara sedang terbaring kesakitan dan berseru minta tolong kepada Tuhan.

Firman Tuhan dalam Markus 4: 39 mengatakan, “Ia pun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: “Diam! Tenanglah!” Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.” Yesus dapat meredakan angin badai yang terjadi pada saat itu. Mujizat terjadi, badai dan hujan berhenti sama sekali.

Mujizat akan terjadi pada saudara pada saat saudara yakin dan percaya bahwa Tuhan juga mengasihi saudara. Mungkin saudara berkata aku orang berdosa, banyak kejahatan yang telah aku lakukan sehingga aku mengalami sakit. Mungkin saudara selalu berteriak, kapan aku sembuh?  Hari ini, siapapun yang mau bertobat, yang mau percaya, sungguh-sungguh yakin akan kuasa Tuhan, Tuhan akan bekerja.

Yesus telah menebus dosa kita sampai mati di kayu salib. Segala penderitaan saudara, segala dosa saudara telah ditanggung-Nya di kayu salib. Hari ini kita punya Yesus Kristus, Dia akan menyembuhkan sakit penyakit saudara. Hari ini jika kita sungguh-sungguh mau berdoa maka mujizat kesembuhan akan terjadi. Tidak ada mujizat yang tidak mungkin terjadi, jangan pernah putus asa.

Bagi saudara yang sedang sakit, mari kita datang pada Tuhan, mujizat dari Tuhan Yesus pasti terjadi bagi saudara. Apapun kondisi saudara datang pada Tuhan, Tuhan akan menolong. Datanglah dengan iman, percaya bahwa Tuhan akan menyembuhkan. Tuhan akan menolong saudara, Dia tidak akan membiarkan kita. Hari ini Tuhan akan mengangkat segala sakit penyakit saudara. Mari kita berdoa sungguh-sungguh dan mujizat kesembuhan akan terjadi.

Setelah itu Pdt. George Fakdawer memimpin doa kesembuhan bagi setiap yang sakit. Mujizat akan terjadi ketika kita menerima Firman. Dalam ayat 1 Petrus 2:24 dikatakan, “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”

Setiap yang sakit didoakan, yang mengalami sakit pada kepala, tumor, kanker, lumpuh dan sakit apa saja, Tuhan sanggup menyembuhkan.

Acara dilanjutkan dengan doa bagi bangsa dan negara. Pdt. Ma’ie Dharwanto berdoa bagi presiden dan wakil presiden, agar diberikan kebijaksanaan dan kekuatan kuasa Tuhan membuat mereka mampu melakukan tugas kenegaraan dengan baik.

Juga berdoa untuk para menteri, untuk aparat keamanan TNI dan POLRI, supaya damai sejahtera terus ada di bangsa ini. Kemudian Pdt. George Fakdawer mendoakan untuk sumber daya alam yang ada di bangsa ini: pertambangan, minyak, gas, nikel, tembaga, emas, sawah, ladang dan perkebunan hasil bumi supaya diberkati sehingga mendatangkan kesejahteraan bagi bangsa ini. Juga berdoa bagi para tenaga medis yang menangani wabah covid-19 supaya kiranya Tuhan berkati.

Acara Pray For Cities ditutup dalam doa oleh Pdm. Lukas Oey. Kemudian disampaikan beberapa pengumuman mengenai nomor layanan doa, jadwal acara Pray For Cities berikutnya, akun-akun media sosial Pray For Cities dan arahan untuk tetap mengikuti protokol kesehatan selama masa pandemi ini.

Demikian rangkaian acara Pray For Cities Online malam ini. Tuhan memberkati. [ira/ver]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram