PFC Online 23 Juli 2021: Tuhan adalah Gembalaku

Puji Tuhan acara Pray For Cities Online dapat diselenggarakan kembali pada hari Jumat, 23 Juli 2021, disaksikan secara online melalui Facebook, YouTube dan Instagram. 

Dilayani oleh : 

• Pdt. Wahyu Yuni, Gereja Bethany Maranatha, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.
• Pdt. Desy A. Semuel, Gereja Protestan Indonesia Donggala (GPID) Junjung Siopu Pantai Barat, Sulawesi Tengah.
• Pdt. Sofyan Aritonang, Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Air Hidup Goranggareng, Magetan, Jawa Timur.
• Pdt. Khalep Ramat, Gereja Kristen Pemancar Injil (GKPI) Nunukan, Kalimantan Utara.
• Hendrik Wijaya, KPPI Ministry.

Tuhan adalah Gembalaku 

Pdt. Wahyu Yuni menyapa pemirsa dan membuka acara dalam doa. Firman Tuhan diambil dari Mazmur 23:1-4, Ketika Daud menulis Mazmur 23 maka Daud sedang mengalami kesusahan dan kegundahan, tetapi Dia berdoa, bermazmur dan berkata bahwa Tuhan adalah Gembala, tak kan kekurangan, Ia membaringkan aku di padang yang luas, rumput yang hijau dan membawa ke air yang tenang dan dalam lembah kekelamanpun aku tidak takut sebab Allah besertaku, gadaMu dan tongkatMu yang menyertai aku. Ketika kita menerima Yesus sebagai Juruselamat, maka Dia adalah gembala dalam kehidupan kita. Gembala yang menjaga, memelihara dan melindungi hidup kita. Sekalipun ditengah dunia yang tidak pasti dan penuh ketakutan.

Virus Covid-19 begitu meningkat dan merenggut jiwa-jiwa. Saat ini banyak yang sedang terbaring dirumah sakit, kita sebagai orang yang percaya jangan takut, percayalah bahwa Allah menjaga kita, karena Dialah gembala yang baik. TanganNya menyertai, mendorong dan mengiringi kita. Allah memelihara kita dan kita tidak akan kekurangan, sekalipun menghadapi sebuah masalah yang sepertinya tidak ada pengharapan. Allah menjaga, memelihara dan melindungi kita.

Dalam Yohanes 10:11 karena kasihNya maka Dia berkata bahwa Akulah gembala yang baik, Yesus memberikan diriNya bagi kita dengan bukti kematianNya di kayu salib. DarahNya yang tercurah dan bekas lubang paku yang tertancap. Yesus mengasihi kita, Yesus rela mati bagi kita. Malam hari ini ketika kita menerima Yesus sebagai Juruselamat, maka bilur-bilurNya menyembuhkan, darahNya menyucikan hidup kita. Yesus sebagai Gembala selalu menyertai dan melindungi kita.

Setelah itu Pdt. Desy A. Semuel memimpin dalam doa untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Sebelumnya Firman Tuhan dibacakan dari Yohanes 3:16. Dilanjutkan dengan doa untuk menjadi hamba Tuhan. Firman Tuhan dibacakan dari Lukas 10:2.

Kesembuhan Hanya Datang Melalui Tuhan Yesus

Kemudian Firman Tuhan tentang kesembuhan dibawakan oleh Pdt. Sofyan Aritonang dari Lukas 6:18-19, ada 2 kata yang diulang yaitu mereka disembuhkan oleh Tuhan Yesus. Hampir semua orang pasti pernah mengalami sakit ringan ataupun berat, apalagi ditengah wabah sakit penyakit yang ada saat ini.
Setiap orang yang datang kepada Yesus baik sakit secara fisik ataupun dirasuk setan, semuanya disembuhkan oleh Tuhan Yesus. Ini berita baik!

Sekarang pertanyaannya bagaimana caranya memperoleh kesembuhan?

Pertama, datang kepada Tuhan Yesus. Hanya Yesus yang mampu menyembuhkan segala sakit penyakit. Sebab Dia yang berdaulat atas hidup manusia dan pemilik hidup kita. Oleh bilur-bilur Yesus segala sakit penyakit menjadi sembuh.

Yang kedua, mengambil tindakan nyata untuk percaya kepada Yesus. Dia memikul sakit penyakit kita.
Seperti seorang wanita sakit pendarahan selama 12 tahun, dia melangkah dengan iman walaupun menghadapi tantangan (Lukas 8:43-44). Dia sudah berusaha dan berulang-ulang berobat, biaya juga sudah habis terkuras tetapi tidak mengalami kesembuhan bahkan sakitnya semakin parah. Dia mendengar tentang Yesus yang berkuasa menyembuhkan dan dengan keyakinan yang sangat penuh, berjuang dengan segala keraguan dan cibiran orang di sekelilingnya, dia fokus kepada Yesus dengan segala keterbatasan dan sisa kekuatan yang ada. Perempuan ini mengambil tindakan yang nyata, menembus kerumunan dan menghampiri Yesus dengan imannya dan mengalami kesembuhan.

Mungkin sama seperti kita,  kita sudah pergi kesana kemari tetapi tidak mendapatkan hasil. Ingat hanya Yesus yang sanggup menyembuhkan, Yesus lah jawaban. Berserulah kepada-Nya apapun sakit penyakit dan persoalan hidup kita. Nama-Nya berkuasa menyembuhkan dan melepaskan kita. Yang buta melihat, yang lumpuh berjalan, sakit kanker, jantung, stroke, Covid-19 disembuhkan.  Yang usahanya sedang mengalami penurunan dipulihkan.

Setelah itu Pdt. Khalep Ramat memimpin dalam doa kesembuhan bagi yang sakit. Sebelumnya Firman Tuhan dibacakan dari Yesaya 53:5 “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh”.

Acara dilanjutkan dengan doa bagi bangsa dan negara dipimpin oleh Pdt. Desy Yuni berdoa untuk Presiden sampai semua pemerintahan, TNI Polri dan keamanan bangsa. Lalu doa dilanjutkan oleh Pdt. Khalep Ramat yang berdoa untuk kestabilan ekonomi, kesembuhan bagi masyarakat yang mengalami Covid-19. Tim medis dalam melaksanakan tugas.

Acara Pray For Cities Online ditutup dalam doa oleh Hendrik Wijaya dan dilanjutkan dengan menyampaikan pengumuman layanan doa, jadwal Pray For Cities selanjutnya dan himbauan pemerintah tentang protokol kesehatan dan medsos Pray For Cities.[ute/ris]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram