PFC Online 20 Agustus 2021: Mengalami Kemerdekaan Sejati di dalam Kristus

Puji Tuhan hari ini berlangsung Pray For Cities online yang ditayangkan melalui Facebook, Instagram dan Youtube, Jumat, 20 Agustus 2021 pukul 19.00 WIB.

Pray For Cities dilayani oleh:

  1. Pdt. Clifly Rawung dari Kerapatan Gereja Baptis Indonesia (KGBI), Jemaat Baptis Kabar Baik, Balikpapan, Kalimantan Timur
  2. Pdt. Sandi Bahagia dari Gereja Baptis Indonesia Pangrango, Bogor, Jawa Barat
  3. Pdt. Erwin Rurua dari Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) Jemaat Calvary, Tentena, Sulawesi Tengah
  4. Pdt. Parsaoran Pasaribu dari Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Skeba Citi, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Banten
  5. Pdt. Jong Johan, KPPI Ministry

Mengalami Kemerdekaan Sejati di dalam Kristus

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Clifly Rawung dari Roma 6:18 “Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.”

Pada tanggal 17 Agustus 2021 kita telah memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76, dimana bangsa Indonesia telah merdeka dari penjajahan. Artinya, bangsa Indonesia bebas dari tekanan, tidak terikat atau diperbudak oleh bangsa lain. Bangsa Indonesia telah berdiri sendiri menjadi bangsa yang mandiri. Itulah hakekat sebuah kemerdekaan.

Demikian juga kita sebagai manusia yang berdosa tentu ingin memiliki kemerdekaan, merdeka dari dosa. Rasul Paulus berkata dalam Roma 3:23 “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah”. Oleh pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib dan melalui iman kepadaNya maka manusia dibenarkan dan mengalami kemerdekaan dalam dosa.

Roma 6: 15-23 Rasul Paulus menjelaskan tentang dua macam perhambaan yaitu hamba dosa dan hamba kebenaran. Secara khusus ini adalah bagian yang sangat penting yang akan dialami oleh orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus dimana orang percaya akan mengalami kemerdekaan yang sejati, yaitu kemerdekaan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran. Rasul Paulus melihat bahwa Kristuslah yang memberikan kebebasan yang mengorbankan diriNya sebagai tebusan bagi orang berdosa.

Kemerdekaan apa saja yang kita terima dari Tuhan Yesus ? Ada tiga hal :

Pertama, bahwa orang percaya akan mengalami kemerdekaan dari hamba atau budak dosa. Artinya bahwa setiap orang yang ada didalam Kristus yang mau percaya kepada Kristus telah dimerdekakan dari perbudakan dosa. Dosa telah menghalangi manusia dan manusia telah dibelenggu sebagai budak dosa, sehingga manusia tidak dapat hidup dalam kebenaran. Manusia pada prinsipnya telah melakukan penipuan dihadapan Tuhan, tapi syukurlah karena anugerah Tuhan manusia dibebaskan, manusia bisa lepas dari perbudakan dosa.

Kedua, kemerdekaan menjadi hamba kebenaran. Manusia adalah hamba dosa, budak dosa dan hidup dalam segala kejahatan atau kecemaran. Semua itu datang dari si jahat atau iblis sehingga manusia diperbudak. Ketika Kristus memerdekakan kita maka hal yang luar biasa yang terjadi adalah kita menjadi hamba kebenaran. Kematian Kristus di kayu salib memberi pesan bahwa status kita manusia yang percaya berubah dari hamba dosa menjadi hamba kebenaran yang akan membawa hidup kita kudus dan berkenan dihadapan Allah.

Ketiga, kemerdekaan dari kuasa maut. Paulus berkata didalam Roma 6 : 23 “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Akibat dari hidup yang dipimpin oleh iblis adalah kematian dan kebinasaan kekal atau maut. Setelah percaya kepada Kristus maka Kristus memerdekakan kita dari kematian kekal sehingga kita dianugerahi hidup kekal. Sebab Tuhan Yesus telah mengalahkan maut melalui kuasa kebangkitanNya.

Firman Tuhan dilanjutkan oleh Pdt. Sandi Bahagia dari Yohanes 3: 16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Setelah itu Pdt. Sandi Bahagia mengajak untuk doa terima Tuhan Yesus dan doa untuk melayani Tuhan.

Tidak Ada yang Mustahil Bagi Tuhan

Firman Tuhan tentang kesembuhan dilanjutkan oleh Pdt. Erwin Rurua dari Matius 9:20-22 tentang perempuan sakit pendarahan yang disembuhkan Tuhan Yesus.

Pada waktu itu ada seorang perempuan yang 12 tahun lamanya mengalami sakit pendarahan. Dalam kitab Imamat 15:9 perempuan yang mengalami haid dan pendarahan akan najis selama 7 hari. Perempuan yang sakit pendarahan itu bukan hanya mengalami sakit 7 hari tapi selama 12 tahun. Sesuai dengan ketetapan hukum Taurat perempuan itu dianggap najis. Bukan saja sakit secara fisik namun perempuan ini juga mengalami tekanan batin dan mental karena dianggap najis selama 12 tahun. Dalam satu kesempatan ketika perempuan ini melihat Yesus, timbulah satu pengharapan. Perempuan itu memiliki iman kepada Yesus dan bertindak dalam imannya dengan menghampiri Tuhan Yesus. Perempuan itu memberanikan diri datang kepada Tuhan Yesus dan seketika itu sembuhlah sakit pendarahannya.

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
Iman akan membawa kita memperoleh mukjizat dari Tuhan.

Firman Tuhan dilanjutkan oleh Pdt. Parsaoran Pasaribu dari Yesaya 53:5 “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Pdt. Parsaoran Pasaribu mengajak pemirsa yang mengalami sakit untuk menumpangkan tangan pada bagian yang sakit dan berdoa bersama-sama.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan berdoa bagi bangsa dan negara Indonesia. Pdt. Sandi Bahagia memimpin untuk berdoa bagi pemerintahan, keamanan, Polri, TNI. Pdt. Parsaoran Pasaribu memimpin dalam doa untuk hasil alam Indonesia, team medis.

Acara Pray For Cities Online ditutup dalam doa oleh Pdt. Jong Johan dari KPPI Ministry. Sebelumnya disampaikan beberapa pengumuman mengenai layanan doa, jadwal acara Pray For Cities yang akan berlangsung, media sosial Pray For Cities serta himbauan untuk tetap melakukan arahan pemerintah mengenai protokol kesehatan yang harus tetap dijalankan selama masa pandemi ini.

Demikian rangkaian acara Pray For Cities Online. Tuhan Yesus Memberkati. [din/ris]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram