PFC Online 19 Maret 2021: Hanya karena Anugerah

Syukur kepada Tuhan acara Pray For Cities Online telah diselenggarakan pada hari Jumat, 19 Maret 2021 dan dapat diikuti melalui Facebook, Instagram dan YouTube.

Pray for cities dilayani oleh:

1. Pdt. Bernadetha Elce dari Gereja Protestan di Sulawesi Tenggara (GEPSULTRA), Kendari, Sulawesi Tenggara.

2. Pdt. Hana Danieyati dari Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Getsemani, Bandung Barat, Jawa Barat.

3. Pdt. Ahmad Abednego Purba dari Gereja Kemenangan Iman Indonesia (GKII), Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

4. Pdt. Eben Ezer Sitompul dari Gereja Kristus Apostolik (GKA) Kampung Melayu, Jakarta Timur, DKI  Jakarta.

5. Pdt. Paulus Suwandi, KPPI Ministry.

Hanya karena Anugerah

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Bernadetha Elce dari Efesus 2 : 1-5

“Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu. Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain. Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita – oleh kasih karunia kamu diselamatkan -“

Ketika mereka masih dalam kuasa dosa, Allah menjumpai dan menawarkan pengampunan sebuah hadiah atau anugerah di dalam Yesus Kristus. Tetapi oleh kasih karunia Allah melalui Yesus Kristus keselamatan dinyatakan bagi manusia, bagi dunia ini oleh pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib, Allah menyatakan kasih-Nya.

Karya Allah di dalam Yesus yang menyelamatkan manusia dinyatakan sah. Pengorbanan Yesus bagi manusia tanpa mempertimbangkan seberapa baiknya manusia, seberapa benar ia, apa yang baik yang dilakukannya, karena semua orang telah berdosa dan tidak ada satupun dari hidup manusia yang dapat menjadi  alasan untuk diselamatkan. Pengampunan dosa berlaku karena anugerah Allah yang di imani di dalam Yesus Kristus. Iman kepada Yesus menjadi sarana yang oleh karenanya kita diampuni dan dibenarkan.

Kita patut bersyukur kepada Allah yang tidak hanya maha kuasa, maha adil, maha kudus tetapi juga Allah yang maha kasih yang menyatakan kasih-Nya itu di dalam Yesus Kristus. Allah tidak menciptakan kita, tidak menghadirkan kita di planet bumi ini supaya kita binasa karena dosa-dosa kita, Allah merancangkan damai sejahtera bagi kita. Allah menyelamatkan kita, menebus kita dari dosa-dosa kita melalui Yesus Kristus, itulah anugerah-Nya bagi kita.

Allah menghendaki kita  menjalani kehidupan kita di dalam pertobatan, menjalani kehidupan baru di dalam Dia yang menyelamatkan kita. Dalam konteks inilah berita Injil atau kabar baik harus disampaikan dan diberitakan kepada setiap orang. Alasan kuat yang mendorong kuat Rasul Paulus untuk bersaksi  tentang Yesus Kristus adalah supaya manusia datang kepada Allah, supaya manusia bertobat dari segala dosa-dosanya di dalam kasih karunia  Allah (Kisah Para Rasul 20:21). Tuhan Yesus menghendaki hidup kita ini berharga dihadapan-Nya lebih dari apapun di dunia yang fana ini yang kita miliki. Hanya didalam percaya atau iman kepada Yesus Kristus yang telah mati bagi dosa-dosa kita, kita akan mendapatkan jaminan keselamatan dan hidup kekal.

Kemudian Pdt. Hana Danieyati melanjutkan untuk doa terima Yesus, sebelumnya memimpin, membimbing didalam doa pertobatan terlebih dahulu membacakan firman Tuhan dari Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini , sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya  kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Percayalah, Jangan Bimbang

Firman Tuhan dilanjutkan kembali oleh Pdt. Ahmad Abednego Purba tentang kesembuhan Ilahi dari Yohanes 5:2-9

Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya. Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun  lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?”  Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”  Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu  lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan.

Tuhan tidak butuh waktu lama untuk menyembuhkan. Pada saat ini juga Tuhan mau menyembuhkan kehidupan kita, Tuhan mau memulihkan keadaan kita, Tuhan mau menyembuhkan sakit penyakit yang kita derita saat ini. Apapun penyakit yang kita derita, Tuhan sanggup turun tangan. Saat ini Tuhan sanggup menyembuhkan oleh bilur-bilur Tuhan Yesus, rasakan jamahan Tuhan, alami mujizat dari Tuhan. Sama seperti perempuan yang dua belas tahun menderita sakit pendarahan, dia telah pergi ke beberapa tabib tetapi keadaannya bukan semakin baik tetapi semakin memburuk. Dia telah mendengar berita-berita tentang Tuhan Yesus yang adalah Penyembuh, maka saat itu dia memiliki tekad, memilikin iman, asal ku jamah saja jubah-Nya aku pasti sembuh. Maka pada saat itu Yesus datang dan dia langsung menggapai jumbah jumbai Yesus dan terjadi kesembuhan.

Yakin dan percayalah, jangan lagi ada keraguan, kebimbangan, jangan lagi bermalas-malasan, jangan lagi menikmati penyakit karena akan semakin memburuk keadaanmu. Saat ini pasti akan sembuh tapi yang paling penting dari itu adalah keselamatan. Jangan sia-siakan kesempatan ini, malam ini ada kesembuhan di dalam Yesus, apapun jenis penyakitmu, yang buta melihatlah, yang tuli mendengarlah, yang timpang berjalanlah dengan baik,

Setelah itu Pdt. Eben Ezer Sitompul untuk berdoa sebelumnya membaca kebenaran Firman Tuhan dari 1 Petrus 2:24 “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Alkitab berkata Yesus sudah menanggung segala dosa-dosa kita di kayu salib dan oleh bilur-bilurNya kamu akan sembuh.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan berdoa bagi bangsa dan negara Indonesia. Pdt. Hana Danieyati memimpin untuk berdoa bagi pemerintahan, keamanan, Polri, TNI. Dilanjutkan Pdt. Eben Ezer Sitompul memimpin dalam doa untuk presiden dan supaya Tuhan menolong Indonesia dari segala bencana.

Acara Pray For Cities Online ditutup dalam doa oleh Pdt. Paulus Suwandi  dan kemudian juga menyampaikan beberapa pengumuman mengenai layanan doa, jadwal acara Pray For Cities yang akan berlangsung, media sosial Pray For Cities serta himbauan untuk tetap melakukan arahan pemerintah mengenai protokol kesehatan yang harus tetap dijalankan selama masa pandemi ini. Demikian rangkaian acara Pray For Cities Online. Tuhan memberkati. [son/ver]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram