PFC Online 19 Februari 2021: Kasih Yesus Menebus Dosaku

Puji Tuhan acara Pray For Cities secara online dapat diselenggarakan kembali pada hari Jumat, 19 Februari 2021, dan dapat disaksikan secara online melalui Facebook, YouTube dan Instagram.

Dilayani oleh:

• Pdt. Oktivani Tingginehe, Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST) Smirna Kapai Kolongan, Tahuna, Sulawesi Utara.

• Pdp. Meilinda Selfi Cahya Herlambang, Gereja Bethel Indonesia (GBI) Diaspora Sejahtera Tawang Wates, Kediri, Jawa Timur.

• Pdt. Aris Budianto, Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Ceria Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.

• Pdt. Hermin Marannu, Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Kalam Hidup, Warmare Manokwari, Papua Barat.

• Pdt. Petrus Bayu, KPPI Ministry.

Kasih Yesus Menebus Dosaku

Pdt. Oktivani Tingginehe menyapa pemirsa dan membuka acara dalam doa. Firman Tuhan disampaikan dari 1 Yohanes 4:10-11:

10 Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

11 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau Allah sedemikian mengasihi kita, maka haruslah kita juga saling mengasihi.

Allah adalah kasih. Bukti kasih-Nya kepada manusia nyata lewat karya keselamatan yang dikerjakan oleh Yesus Kristus yang mati dan bangkit untuk menebus dosa kita semua. Allah sangat merindukan manusia hidup kudus dan berkenan sehingga Dia terus mengutus hamba-hamba Tuhan sampai sekarang ini untuk menyerukan agar seluruh umat percaya dan bertobat kembali pada jalan kebenaran Allah.

Bahkan dalam pelayanan Yesus di dunia ini, Yesus mengawalinya dengan seruan pertobatan. Setiap kerinduan manusia untuk bertobat memang seringkali tidak berjalan dengan mulus karena ada banyak halangan seperti dosa-dosa yang kita anggap lebih manis padahal itu hanya sementara. Karena dosa membawa kita pada kebahagiaan yang sementara dan sisanya adalah penderitaan. Tapi bersama Yesus Kristus ada sukacita dan kebahagiaan selama-lamanya. Kemudian mungkin ada juga yang mau datang kepada Yesus tapi mereka ragu dan takut, Firman Tuhan dalam 1 Yohanes 1: 9 katakan: “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.”

Ini adalah jaminan bahwa Allah mau mengampuni setiap orang yang datang dengan penyesalan, yang mau merendahkan diri, dan mau mengaku Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat untuk selalu ada dalam ketaatan kepada Yesus.

Ada tiga hal yang harus kita upayakan untuk kita lakukan menuju jalan pertobatan:

Pertama, merendahkan diri dan menyadari bahwa kita ini berdosa. Ibaratkan seperti orang sakit, kalau tidak mengaku sakit maka dia tidak akan ke dokter, tidak akan mendapat obat dan tidak akan sembuh. Demikian orang yang tidak mengakui dosanya, dia akan hidup terus dalam dosanya dan akhirnya hidup tidak berkenan kepada Tuhan.

Kedua, bawalah seluruh hidup kita di hadapan Tuhan, jangan takut ataupun ragu dan malu. Tuhan Maha Pengasih dan Penyayang. Dengan kasih-Nya Dia mengampuni dosa-dosa kita semua. Karena itu Dia mengutus Putra-Nya Yesus Kristus sebagai jalan pengampunan dosa kita semua.

Ketiga, percaya dengan iman yang sungguh dan mengaku Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat.

Karena itu ketika kita ada dalam jalan pertobatan maka kita akan dapat merasakan kasih Tuhan yang luar biasa yaitu mujizat, pemulihan dan kehidupan yang penuh sukacita. Bawalah seluruh hidup kita kepada Tuhan, akuilah Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat karena ada harapan janji keselamatan menjadi bagian kita semua. Ketika kita diampuni, kita akan menerima damai sejahtera dan kasih sukacita. Hidup kita akan semakin menjadi berkat bagi banyak orang. Datanglah kepada Yesus. Jangan ragu dan bimbang karena ada janji keselamatan. Tuhan telah mati dan bangkit sebagai jalan pengampunan dosa melalui Yesus Kristus untuk kita.

Setelah itu Pdp. Meilinda Selfi Cahya Herlambang memimpin dalam doa untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Sebelumnya firman Tuhan dibacakan dari Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Dilanjutkan dengan doa untuk menjadi hamba Tuhan, dengan dibacakan firman Tuhan dari Lukas 10:2, “Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Kesembuhan itu Nyata bagi Orang yang Percaya

Kemudian firman Tuhan tentang kesembuhan dibawakan oleh Pdt. Aris Budianto dari Kisah Para Rasul 3:1-8 tentang Petrus menyembuhkan orang lumpuh. Yesus Kristus yang sama yang menyembuhkan orang lumpuh itu akan menyembuhkan kita juga. Bukan hanya keselamatan yang kita peroleh tapi juga kesembuhan. Apapun itu penyakit kita, kuasa darah Yesus bukan hanya membebaskan diri kita dari dosa, tetapi bilur-bilur-Nya akan menyembuhkan segala sakit penyakit kita.

Dari peristiwa orang lumpuh yang disembuhkan ini kita belajar:

Pertama, berharaplah hanya kepada Yesus Kristus. Orang lumpuh itu harapannya berawal dari sedekah, belas kasihan dari manusia. Tetapi ketika Petrus dan Yohanes datang kepada orang itu dan dia mendengar nama Yesus, maka sejak saat itu harapan orang lumpuh ini berubah. Bukan sedekah lagi tetapi yang diharapkannya adalah belas kasihan Yesus Kristus. Berharaplah penuh pada Yesus sanggup menyembuhkan kita.

Kedua, ketika orang lumpuh itu mendengar nama Yesus maka saat itu dia juga berseru kepada Yesus. Seruan itu mengandung kuasa. Firman Tuhan berkata barangsiapa berseru kepada nama Yesus, ia akan diselamatkan, termasuk kesembuhan akan terjadi. Berserulah dengan iman.

Ketiga, bertindaklah dengan iman. Orang lumpuh ini mengikuti semua perintah dari Petrus dan dia berdiri dan melompat, sampai berjalan dan memuji Allah.

Setelah itu Pdt. Hermin Marannu memimpin dalam doa kesembuhan bagi yang sakit. Firman Tuhan dibacakan dari Yesaya 53:5, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Acara dilanjutkan dengan doa bagi bangsa dan negara dipimpin oleh Pdp. Meilinda Selfi Cahya Herlambang yang berdoa untuk seluruh pemerintahan yang ada serta jajarannya, pemerintahan pusat sampai ke daerah dan  TNI-Polri. Lalu doa dilanjutkan oleh Pdt. Hermin Marannu yang berdoa untuk perekonomian bangsa dan pandemi Covid-19 agar berlalu dari bangsa ini.

Acara Pray For Cities Nusantara ditutup oleh Pdt. Petrus Bayu dilanjutkan dengan menyampaikan pengumuman layanan doa, jadwal PFC selanjutnya dan himbauan pemerintah tentang protokol kesehatan serta informasi medsos PFC. Demikian rangkaian acara Pray For Cities Online Nusantara. [agn/ver]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram