PFC Online 15 Januari 2021 : Kasih Bapa Sorgawi

Puji Tuhan atas lawatan yang terjadi, atas berlangsungnya Pray For Cities  dengan tema “Kasih Bapa Sorgawi” pada:

Hari/tanggal : Jumat, 15 Januari 2021 Pukul : 19.00 WIB.

Dilayani oleh:

• Pdt. Edwin Halim, Gereja Baptis Indonesia (GBI) Jakarta Baptis Comunity Pulomas, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

• Pdt. Erlikasna Purba, Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Denpasar, Bali.

• Pdt. Selvina Karolina Wuanya, Gereja Protestan Indonesia Donggala (GPID) Jemaat Pniel, Mensung, Palu, Sulawesi Tengah.

• Pdt. Frans Yusuf, Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Tarakan, Kalimantan Utara.

• Pdt. Triyogo P. Adi, KPPI Ministry.

Kasih Bapa Sorgawi

Pdt. Edwin Halim menyampaikan Firman Tuhan dari Lukas 15:11-24 tentang perumpamaan anak yang hilang.

Seorang anak muda ini di dalam kesusahannya karena dia telah melakukan pelanggaran yang jauh dari harapan bapanya. Dia menghabiskan semua harta miliknya sampai harus bekerja. Bahkan tidak mampu untuk makan. Betapa hebat yang dialaminya. Namun dalam keadaan seperti itu, dia menyadari kesalahannya telah berdosa terhadap surga dan terhadap bapa. Demikianlah Tuhan yang menjadikan langit bumi dan segala isinya untuk kebutuhan manusia. Semua itu dijadikan lebih awal barulah manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kejadian 1:26).

Ketika kita mulai menyadari hal ini, dan mulai bangkit menemui Allah di surga. Betapa penting kita mengakui dosa kita dan menyesali pelanggaran kita. Seperti perumpamaan ini, ketika bapa itu melihat kembali anaknya ini dari jauh, bapa memeluknya karena bapa mengasihi anaknya.

Itulah Allah kita yang memberikan Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat yang membenarkan dan menyelamatkan kita. Serahkanlah hidup kita percaya pada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.

Setelah itu doa bagi yang mau mengambil keputusan untuk menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi dipimpin oleh  Pdt. Erlikasna Purba, sebelumnya dibacakan Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup kekal.”

Keselamatan itu jangan berhenti pada diri kita. Kita bisa menjadi berkat bagi dunia, pembawa keselamatan itu. Karena itu kita yang telah hidup baru, marilah melayani Tuhan di dalam lingkungan kita berada.

Selanjutnya Pdt. Erlikasna Purba membaca Firman Tuhan Lukas 10:2, dan memimpin doa untuk menyerahkan diri melayani Tuhan. Tuhan memanggil kita dan memperlengkapi kita menjadi pekerja di ladang Tuhan.

Yesus Sanggup Melakukan Mujizat

Selanjutnya Pdt. Selvina Karolina Wuanya menyampaikan Firman Tuhan mengenai kesembuhan terambil dari Yohanes 5:1-9 tentang penyembuhan di kolam Betesda. “Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem. Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya. Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.”

Tentunya kita akan menjadi sangat tidak menyenangkan ketika kita berkunjung ke dokter karena sakit dan sampai di ruangan ketika bertemu dokter lalu dokter itu menanyakan kepada kita apakah kita mau sembuh. Tentunya ketika berada di rumah sakit kita memiliki tujuan supaya kita memperoleh kesembuhan dan kembali kuat. Pertanyaan ini juga yang diajukan Yesus kepada seseorang yang sakit selama 38 tahun lamanya. Di kolam itu banyak orang yang sakit juga, mereka menantikan kesembuhan, mujizat apabila sewaktu-waktu malaikat turun dan air kolam itu bergoncang maka yang masuk ke dalam kolam sesudah goncangan air itu maka dia pasti mengalami kesembuhan.

Semua orang berlomba-lomba untuk lebih dulu masuk karena ingin disembuhkan. Tidak secara kebetulan Yesus ada di sekitar mereka, Yesus mengamati apa yang terjadi saat itu. Yesus tertarik dengan satu orang yang sudah sakit selama 38 tahun itu. Dia tidak bisa berbuat apa – apa, dia kalah cepat dengan orang – orang di sekitar itu. Yesus datang mendekati dia. Demikian seorang yang sakit ini pun mau disembuhkan lalu Yesus berbelas kasih atasnya. Yesus meminta dia bangun dan mengangkat tilamnya lalu berjalan. Orang yang sakit ini tidak memerlukan air yang bergoncang itu, tetapi dia hanya membutuhkan Yesus yang adalah sumber mujizat itu.

Dia hanya membutuhkan belas kasih dari Tuhan dengan iman yang terpusat pada Kristus. Tidak ada yang mustahil di hadapan Tuhan, hanya dibutuhkan iman yang terarah kepada Nya. Demikian juga dengan kita yang sedang bergumul pada saat ini dengan sakit yang kita alami, mari arahkan hati kepada Tuhan. Mari beriman kepada Tuhan. Dengan mata iman dan hati yang terarah pada Nya, mari kita mendengar bahwa Yesus juga mengatakan kita disembuhkan oleh Nya. Karena ketika kita berharap pada Nya maka tidak ada yang mustahil di hadapan Tuhan Yesus.

Doa kesembuhan dipimpin oleh Pdt. Frans Yusuf. Sebelumnya dibacakan Firman Tuhan dari Yesaya 53:5 “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” Percayalah dengan sungguh-sungguh bahwa kuasa Tuhan sanggup melepaskan kita.

Acara dilanjutkan dengan berdoa syafaat bagi bangsa dan negara. Pdt. Erlikasna Purba berdoa bagi keamanan bangsa Indonesia supaya diberikan damai sejahtera. Dan berdoa untuk pemerintah bangsa Indonesia dari pemerintah pusat sampai pemerintah daerah supaya Tuhan memberkati dan Tuhan memberikan hikmat dan kebijaksanaan dalam setiap keputusan yang diambil. Dilanjutkan Pdt. Frans Yusuf berdoa untuk perekonomian bangsa Indonesia supaya tetap kuat dalam semua sektor. Juga berdoa untuk para tenaga medis supaya Tuhan melindungi mereka serta keluarga dan berdoa untuk pasien covid 19 supaya Tuhan menyembuhkan.

Acara Pray For Cities ditutup oleh Pdt. Triyogo P. Adi, dilanjutkan dengan pengumuman layanan doa, jadwal acara PFC Online berikutnya, medsos PFC serta mengingatkan untuk mentaati himbauan pemerintah masa new normal, memakai masker kemanapun kita pergi, mencuci tangan, menjaga jarak juga kesehatan. Demikian rangkaian acara Pray For Cities Nusantara. [agn/ver]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram