PFC Online 12 November 2021: Tuhan Mencari yang Terhilang

Puji Tuhan acara Pray For Cities Nusantara secara online dapat diselenggarakan kembali pada hari Jumat, 12 November 2021, dan dapat disaksikan secara online melalui Facebook, Youtube dan Instagram.

Dilayani oleh:
• Pdt. Yakub Fariliatno, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Immanuel Taman Dadap Indah, Tangerang, Banten.
• Pdt. Brian Nahumury, Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Imanuel Tebang Benua, Tayan Hilir, Sanggau, Kalimantan Barat.
• Pdt Dian Lantigimo, Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Anugerah Masomba Palu, Sulawesi Tengah.
• Pdt. Yohanes Suryono, Gereja Beth-El Tabernakel (GBT), Gladagsari, Boyolali, Jawa Tengah.
• Pdt. Simon Wagner, KPPI Ministry

Tuhan Mencari yang Terhilang

Mengawali acara ini Pdt. Yakub Fariliatno menyapa pemirsa dan membukanya dalam doa. Firman Tuhan yang disampaikan dari Lukas 15:17-19, tentang anak bungsu yang meminta kepada ayahnya bagian warisannya lalu menghamburkannya di kota. Keadaan yang tragis dialami oleh anak bungsu. Anak bungsu ini menyadari keadaannya, dia teringat akan ayahnya yang penuh dengan kelimpahan sementara ia hampir mati kelaparan.

Sebuah gambaran bagi anak-anak Tuhan yang melupakan Tuhan dalam kehidupannya. Hidup semaunya sendiri bahkan sampai meninggalkan Tuhan. Orang yang meninggalkan Tuhan, hidupnya mengalami kesusahan. Kita perlu menyadari untuk kembali kepada Tuhan, sebab Tuhan Yesus baik.

Anak bungsu ini sadar dan kembali pulang. Ketika anak bungsu ini kembali kepada ayahnya, maka ayahnya berlari mendapati anaknya, merangkul dan menciumnya. Ayahnya yang berlari mendapati anaknya, padahal keberadaan anaknya kotor dan bau. Ayahnya sayang kepada anaknya.

Demikian Tuhan Yesus dalam kehidupan kita, Ia tidak meninggalkan kita, bahkan Ia merangkul kita. Tuhan Yesus menantikan kedatangan kita. Dalam Matius 11:28, Tuhan Yesus menunggu, marilah kita datang kepada-Nya dengan kerendahan hati dan ketulusan.

Kemudian Pdt. Brian Nahumury memimpin doa menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, sebelumnya membacakan Firman Tuhan dari Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Dilanjutkan berdoa bagi mereka yang rindu untuk melayani Tuhan, dengan membacakan dasar Firman Tuhan dari Lukas 10:2, “Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Tuhan Yesus Menyembuhkan Hamba Seorang Perwira di Kapernaum

Selanjutnya Firman kesembuhan dibawakan oleh Pdt Dian Lantigimo, diambil dari Matius 8:5-8, tentang Tuhan Yesus menyembuhkan hamba seorang perwira di Kapernaum.

Penyakit bisa mendatangkan penderitaan bagi yang menderitanya. Ketika Tuhan Yesus datang ke muka bumi ini, yang Ia lakukan juga menyembuhkan berbagai penyakit.

Ketika Yesus tiba di Kapernaum, seorang perwira meminta Yesus menyembuhkan hambanya yang sakit lumpuh dan sangat menderita, kondisi yang sangat tidak baik bagi hamba perwira ini. Ketika Yesus menjawab Ia akan datang, itu memberikan sukacita bagi perwira ini dan ia terus merendahkan diri di hadapan Yesus dengan mengatakan bahwa ia tidak layak menerima Yesus di rumahnya. Iman dari seorang perwira yang melihat dirinya tidak dapat berbuat apa-apa sekalipun ia seorang perwira.

Ketika ia datang kepada Yesus, ia menanggalkan semua kebanggaan dirinya. Ia mengatakan tidak pantas bukan karena rumahnya tidak layak, tapi ia benar-benar menyadari ketidaklayakannya dan ia percaya bahwa sepatah kata saja dari Yesus akan mengubah keadaan hambanya. Iman seperti ini adalah iman yang membawa kepada kemenangan. Dan Yesus mengatakan: “Pergilah, jadilah seperti yang kau percaya,” kemudian hamba perwira ini menjadi sembuh.

Mujizat masih berlangsung sampai saat ini, ketika kita mendengar Firman ini, mari kita bawa segala pergumulan kepada Tuhan Yesus Kristus, Dia penuh dengan belas kasihan untuk menyatakan mujizat-Nya.

Doa kesembuhan dibawakan oleh Pdt. Yohanes Suryono. Sebagai dasar doa kesembuhan dibacakan Firman Tuhan dari Yesaya 53:5, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” Pemirsa diajak meletakkan tangan pada bagian yang sakit, dan berdoa.

Kemudian Pdt. Brian Nahumury memimpin doa bagi bangsa dan negara. Berdoa untuk Presiden, Wakil Presiden, TNI, POLRI dan Pemerintah agar Tuhan memberikan perlindungan.

Dilanjutkan oleh Pdt. Yohanes Suryono berdoa bagi pertanian, pertambangan dan hasil bumi, serta perekonomian bangsa. Memberkati setiap sektor yang ada, juga berdoa bagi tenaga kesehatan yang ada agar diberi kesehatan.

Kemudian dilanjutkan oleh Pdt. Simon Wagner yang menyampaikan pengumuman mengenai layanan doa, jadwal Pray For Cities selanjutnya dan himbauan pemerintah tentang protokol kesehatan serta informasi medsos Pray For Cities dan menutupnya di dalam doa.

Demikian rangkaian acara Pray For Cities Online.[son/ros]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram