PFC Online 12 Februari 2021: Bertobatlah supaya Selamat

Ibadah Pray For Cities (PFC) Online kembali dapat diselenggarakan pada hari Jumat,12 Februari 2021 dan dapat diikuti melalui Facebook, Youtube dan Instagram.

Dilayani oleh:

1.Pdt. Natanael, Gereja Baptis Indonesia Kebayoran (GBIK) Cabang Marga Mulya, Bengkayang, Kalimantan Barat

2. Pdt. Viyata MY. Bolla, Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Merta Urip, Lukluk, Badung, Bali

3. Pdm. Candra Tampubolon, Gereja Isa Almasih (GIA) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta

4. Pdt. Julius Aseng, Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI) Shekinah, Ambon, Maluku

5. Pdt. Otto Muriady, KPPI Ministry

Bertobatlah supaya Selamat

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Natanael dari Yehezkiel 18:20-22

“Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya. Orang benar akan menerima berkat kebenarannya, dan kefasikan orang fasik akan tertanggung atasnya. Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya.”

Keselamatan adalah hal yang perlu dimiliki oleh semua orang dan keselamatan adalah merupakan sebuah tanggung jawab masing-masing pribadi. Keselamatan adalah hal yang tidak bisa dititipkan, keselamatan tidak ada numpang, tidak ada keselamatan nebeng. Ketika orang berdosa itu bertobat maka dia akan hidup. Tuhan yang kita sembah dalam nama Yesus adalah Tuhan yang baik, Dia begitu perduli kepada kita bahkan Dia rindu kita manusia semuanya boleh diselamatkan.

Suatu ketika teman saya berkata kepada saya, “Wah ternyata semua kepercayaan itu sama saja ya. Semua kepercayaan itu ternyata sama, gambarannya seperti ini, Allah itu ada di atas sebuah gunung dan setiap kita manusia adalah orang-orang yang mencari Tuhan, yang naik ke atas gunung untuk bertemu dan berjumpa dengan Tuhan lewat perbuatan baik, lewat melaksanakan tradisi-tradisi agama dan juga lewat ibadah-ibadah. Tujuannya sama, untuk bertemu dengan Tuhan hanya saja jalan menuju kesana dan caranya yang berbeda-beda, arah datangnya berbeda-beda”, demikian kata teman saya. Lalu saya menyatakan bahwasanya bagaimana jika Tuhan yang ada diatas gunung itu yang justru turun mencari jalan untuk menjumpai manusia.

Tahukah saudara, yang dilakukan oleh Tuhan Yesus, Dia datang dari Surga menjelma menjadi manusia sama dengan kita untuk memberi teladan bagi kita bagaimana hidup, Dia datang ke dalam dunia untuk menyelamatkan seisi dunia yang mau bertobat serta percaya dan beriman kepada Tuhan Yesus. Manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Gambarannya seperti manusia yang melihat segerombolan semut sedang berjalan menuju kebinasaan menuju api dan manusia berkata hai semut jangan ke sana, kalau kamu ke sana kamu akan masuk ke api dan kamu akan binasa. Apakah semut mengerti apa yang diucapkan manusia, tentu tidak, karena bahasanya berbeda. Apa yang dikatakan manusia tidak dipahami oleh semut, satu-satunya jalan adalah manusia itu berubah dulu menjadi semut lalu berkata kepada semut yang lain ayo jangan ke sana karena akan menuju kebinasaan, ayo kita kembali supaya kita selamat. Semut tentu mengerti karena bahasanya sama sehingga semut dapat mengerti yang disampaikan itu.

Itulah yang dilakukan Yesus, Dia menjelma menjadi manusia menyelamatkan kita, memberi teladan bagaimana kita harus hidup, bagaimana supaya manusia dapat selamat yaitu dengan cara bertobat. Dan itulah yang dituliskan dalam Alkitab Yehezkiel tadi bahwa yang mau berpegang pada ketetapannya itu akan selamat. Akan tetapi tidak cukup hanya dengan berpegang pada kebenaran. Yang mau hidupmu selamat, yang mau suami atau istrimu selamat, yang mau anak-anakmu dan cucu-cucumu selamat mulai sekarang ajak mereka bertobat karena bertobat adalah urusan pribadi tiap-tiap orang. Keselamatan didalam Yesus ya dan amin. Barangsiapa mau bertobat dan percaya kepada Tuhan Yesus niscaya dia akan selamat dan segala dosanya tidak diperhitungkan oleh Tuhan.

Selanjutnya doa pertobatan dipimpin oleh Pdt. Viyata MY. Bolla dengan membacakan ayat firman Tuhan yang menjadi dasar keselamatan bagi kita dari

Yohanes 3:16,”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Selanjutnya sebagai wujud kehidupan yang baru masing-masing kita dapat juga menunjukkan sikap kita yang benar dihadapan Tuhan dan salah satunya adalah menyerahkan diri untuk melayani Tuhan. Setiap orang yang mau melayani Tuhan kembali didoakan dan Pdt. Viyata MY. Bolla membacakan Lukas 10:2 yang berkata “Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Beriman kepada Yesus dan Alami Mujizat-Nya

Firman Tuhan tentang kesembuhan disampaikan Pdm. Candra Tampubolon dari Lukas 18: 41-43 tentang Yesus menyembuhkan orang buta.

“Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?” Jawab orang itu: “Tuhan, supaya aku dapat melihat!” Lalu kata Yesus kepadanya: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau! ” Dan seketika itu juga melihatlah ia, lalu mengikuti Dia sambil memuliakan Allah. Seluruh rakyat melihat hal itu dan memuji-muji Allah.”

Tubuh yang sehat merupakan anugerah yang harus kita syukuri pada Tuhan. Dengan tubuh yang sehat kita dapat bekerja dan melakukan segala aktifitas kita dengan baik. Namun demikian tentu kita juga pernah mengalami sakit penyakit yang mungkin disebabkan karena kita lalai menjaga diri kita. Pada masa pandemi Covid-19 ini, jika kita lalai mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan membatasi mobilitas dan interaksi maka dipastikan kita dapat terpapar Covid-19 dan sebagainya. Sakit bisa juga disebabkan oleh karena dosa, orang-orang yang bermain-main dengan kuasa kegelapan tubuhnya pasti suatu saat akan mengalami sakit penyakit, lebih daripada itu, jika dosanya tidak didamaikan dengan Allah maka itu akan membawa dirinya kepada kebinasaan.

Syukur kepada Allah kita didalam karya Tuhan Yesus melalui pergorbanan diri-Nya di kayu salib, karya-Nya itu bisa menyelamatkan kita dan juga menyembuhkan segala sakit penyakit kita. Salah satu karya kesembuhan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus yaitu menyembuhkan orang buta. Didalam injil Markus 10 : 46 dituliskan nama orang buta tersebut Bartimeus anak Timeus. Setiap hari Bartimeus selalu duduk di pinggir jalan dekat kota Yerikho hanya mengharapkan belas kasihan dari orang-orang yang lewat. Namun ada Yesus yang mengubahkan hidupnya dan menyembuhkan matanya. Yesus punya rencana khusus buat Bartimeus dan karena iman maka Bartimues sembuh.

Inilah waktu Tuhan untuk menyembuhkan saudara, maka gunakan waktu ini sebaik mungkin, fokus kepada Tuhan bukan kepada sakit penyakit dan beriman bahwa kesembuhan adalah milik saudara. Tidak ada yang mustahil jika kita percaya kepada Tuhan, percayalah Tuhan pasti sembuhkan.

Kemudian Pdt. Julius Aseng memimpin doa kesembuhan bagi setiap yang sakit. Saudara yang sedang menghadapi sakit penyakit tidak perlu kuatir ada Yesus yang menyembuhkan. Mari datang kepada Yesus dan datang beriman, apapaun sakit penyakit bahkan Covid-19 Tuhan sanggup sembuhkan.

Ayat firman Tuhan dari Yesaya 53:5 berkata,”Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” Percaya dan pegang Firman Tuhan, kuasa Tuhan tidak pernah berubah, hari ini sampai selama-lamanya.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan berdoa bagi bangsa dan negara Indonesia. Pdt. Viyata MY. Bolla berdoa untuk lawatan Tuhan atas bangsa Indonesia, untuk presiden, wakil presiden, para menteri dan jajaran pemerintahan yang tersebar di seluruh pelosok negara, untuk aparat keamanan yaitu TNI dan POLRI, supaya hikmat dari Tuhan terus bertambah bagi setiap pemimpin dan aparat pemerintahan. Dilanjutkan Pdt. Julius Aseng berdoa untuk kesejahteraan bangsa, bagi hasil bumi dari sektor pertanian, perekonomian bangsa Indonesia dan untuk penanganan wabah Covid-19, untuk tim medis yang menanganinya.

Acara Pray For Cities Online ditutup dalam doa oleh Pdt. Otto Muriady dan kemudian juga menyampaikan beberapa pengumuman mengenai layanan doa, jadwal acara Pray For Cities yang akan berlangsung, media sosial Pray For Cities serta himbauan untuk tetap melakukan arahan pemerintah mengenai protokol kesehatan yang harus tetap dijalankan selama masa pandemi ini.

Demikian rangkaian acara Pray For Cities Online. Tuhan memberkati.

[rit/ver]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram