PFC Online 10 September 2021: Belas Kasihan Yesus kepada Orang Banyak

Puji Tuhan acara Pray For Cities Online Nusantara secara online dapat diselenggarakan kembali pada hari Jumat, 10 September 2021, dan dapat disaksikan secara online melalui Facebook, Youtube dan Instagram.
 
Dilayani oleh: 
·     Pdt. Eddy Sujarwo, Gereja Baptis Indonesia (GBI) Jatibening, Bekasi Jawa Barat.
·     Pdt. Ahmen Mylthis Lumira, Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB) Jemaat Uwit Galang Ulunuma Gulingan Mengwi Badung, Bali.
·     Pdt. Edison Sinurat, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Bahorok, Langkat, Sumatera Utara.
·     Pdt. Alman Rikson Kawile, Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jemaat City of Praise, Waropen, Papua.
·     Roy Setiawan, KPPI Ministry
 
Belas Kasihan Yesus kepada Orang Banyak
 
Pdt. Eddy Sujarwo menyapa pemirsa dan membuka dalam doa. Firman Tuhan disampaikan dari Matius 9:35-38, “Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”
 
Apa yang membuat Tuhan Yesus tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak yang pada saat itu di berada di hadapan-Nya?

Yang pertama, firman Tuhan itu mengatakan karena mereka lelah, mereka susah hati dan mereka menderita. Oleh karena itu Saudara, mungkin juga saat ini banyak orang yang sedang lelah hidupnya, banyak orang yang sedang mengalami kebosanan, mungkin disebabkan karena persoalan-persoalan atau karena ajaran yang salah. Ada juga yang lelah karena mereka mungkin menderita sakit, sudah mencari obat, sudah berobat ke mana-mana penyakit itu tidak kunjung sembuh. Dan mungkin juga saat ini Saudara ada yang mungkin menderita karena Corona, banyak yang mengalami kelelahan fisik, atau mungkin juga usaha-usaha yang dilakukan tidak berjalan dengan baik, mungkin banyak orang saat ini sedang mengalami kehidupan yang sangat berat sekali. Itulah yang dialami orang-orang banyak yang ada di hadapan Yesus pada waktu itu.

Yang kedua, mereka terlantar seperti domba yang tidak bergembala, tidak ada yang membimbing, dan tidak ada yang melindungi mereka. Mereka kehilangan pengharapan, mereka tidak tahu ke mana harus mencari solusi untuk setiap beban persoalan yang mereka hadapi, mereka bingung dan tidak ada arah tujuan yang jelas akan hidup mereka. Mereka mengalami kekeringan jiwa, hati mereka tawar.

Tuhan Yesus satu-satunya yang dapat menyegarkan jiwa, satu-satunya yang dapat menjadi pengharapan dalam hidup mereka. Firman Tuhan ini sangat luar biasa, Yesus tergerak oleh belas kasihan oleh karena Dia tidak tahan, tidak sanggup melihat mereka orang banyak. Tuhan Yesus ingin menolong mereka, Dia ingin melepaskan mereka dan Dia tidak menundanya. 

Tuhan Yesus juga ingin menyelamatkan jiwa mereka agar mereka tidak tersesat. Mungkin Saudara adalah orang tersebut. Di mana pun Anda berada, mungkin Anda mengalami kelelahan hati dan pikiran, lelah dan tertekan dalam hidup yang penuh dengan kekhawatiran, kecemasan dan juga ketakutan akan hal-hal yang mungkin terjadi saat ini. Tapi hari ini ada kabar baik, Tuhan Yesus adalah satu-satunya Tuhan, Dia berbelaskasihan. Dia yang selalu peduli dengan masalahmu, dengan penderitaanmu, dan Dia ingin melepaskanmu dari masalah dan penderitaan.
 
Tuhan Yesus rela mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa kita. Buka hati Saudara, ada keselamatan dari Tuhan bagi kita yang ingin menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat.
 

Kemudian Pdt. Ahmen Mylthis Lumira memimpin doa menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, dengan sebelumnya membacakan Firman Tuhan dari Yohanes 3:16, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”
 
Dilanjutkan berdoa bagi mereka yang rindu untuk melayani Tuhan, dengan membacakan dasar Firman Tuhan dari Lukas 10:2, “Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”  
 

Disampaikan-Nya Firman-Nya dan Disembuhkan-Nya Mereka
 

Kemudian Firman Tuhan tentang kesembuhan disampaikan oleh Pdt. Edison Sinurat, diambil dari Matius 8:14-17, “Setibanya di rumah Petrus, Yesuspun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Iapun bangunlah dan melayani Dia. Menjelang malam dibawalah kepada Yesus banyak orang yang kerasukan setan dan dengan sepatah kata Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Hal itu terjadi supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: “Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita.”
 
Tuhan Yesus menyembuhkan penyakit demam ibu mertua Petrus. Tuhan Yesus memegang tangan perempuan itu dan melenyapkan penyakitnya.
Dengan Yesus memegang tangannya berarti juga Dia merasakannya, Dia turut merasakan kelemahan-kelemahan kita dan merasakan penyakit kita. Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah merasakan. Setelah ibu mertua Petrus disembuhkan, maka ia segera bangkit dan sembuh secara sempurna, dan melayani Yesus. Orang yang mengalami kasih karunia Tuhan adalah juga orang yang rendah hati, orang yang mau melakukan tugas pelayanan. Memiliki tubuh yang sehat bukan saja untuk melakukan aktivitas, bukan untuk melakukan kedagingan, tetapi untuk dapat melayani Raja di atas segala raja.
 
Dalam Mazmur 34:19, “Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.”
Dan dalam Markus 7:37, Mereka takjub dan tercengang dan berkata: “Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata.”
 

Kemudian doa kesembuhan dipimpin oleh Pdt. Alman Rikson Kawile. Sebagai dasar doa kesembuhan dibacakan Firman Tuhan dari Yesaya 53:5, “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” Tuhan Yesus Kristus adalah Tuhan yang hidup, Tuhan yang berkuasa yang luar biasa dan yang sanggup melakukan mujizat. Bagi yang mengalami sakit, tumpangkan tangan pada bagian yang sakit dan akan mengalami kesembuhan dan mujizat oleh bilur-bilur Tuhan Yesus.

Kemudian doa syafaat bagi bangsa dan negara Indonesia yang dipimpin oleh Pdt. Ahmen Mylthis Lumira, berdoa untuk Presiden, Wakil Presiden, TNI, POLRI dan Pemerintah, agar Tuhan berkati dan sertai. Dilanjutkan oleh Pdt. Alman Rikson Kawile, berdoa bagi perekonomian bangsa, memberkati hasil alam Indonesia, dan berdoa bagi tenaga kesehatan yang ada.

Acara dilanjutkan oleh Roy Setiawan yang menyampaikan pengumuman mengenai layanan doa, jadwal Pray For Cities selanjutnya dan himbauan pemerintah tentang protokol kesehatan serta informasi medsos Pray For Cities dan menutupnya didalam doa. Demikian rangkaian acara Pray For Cities Online Nusantara. Tuhan Yesus memberkati. [din/ros]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram