PFC Online Bali Nusa Tenggara 27 Januari 2021: Yesus Memberi Kelegaan

Puji syukur kepada Tuhan, atas penyertaan-Nya acara Pray For Cities Bali Nusa Tenggara secara online telah diselenggarakan pada hari Rabu, 27 Januari 2021 dan dapat disaksikan melalui Facebook, Instagram dan Youtube.

Pray For Cities Bali Nusa Tenggara pada hari ini dilayani oleh:

● Pdt. Hetty Widowaty Zacharias, Gereja Kristen Protestan di Bali (GKPB), Bali

● Pdt. Lisye B. Ritonga, Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Kasih Karunia Universal, By Pass Pemogan, Denpasar Selatan, Bali

● Pdt. Boy Takoy, Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Syalom, Kupang, NTT

● Pdt. Simon Petrus Lubis, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Maranatha, Bima, NTB

● Ferry Liu, KPPI Ministry

Yesus Memberi Kelegaan

Pdt. Hetty Widowaty Zacharias menyampaikan Firman Tuhan yang diambil dari Matius 11:27-30 “…Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan.”

Dalam perjalanan hidup kita di dunia ini, kita penuh dengan tantangan, hambatan, bahkan penderitaan. Seringkali kitapun mengharapkan tempat perteduhan, seperti saat menghadapi masalah sakit, kehilangan orang yang dikasihi. Kita butuh tempat perteduhan, yang memberikan kelegaan. Jika kita mengalaminya, apakah Tuhan tidak mengasihi kita?

Tuhan menciptakan dunia ini begitu indah dan baik adanya namun ketika manusia jatuh dalam dosa, akibat dari dosa adalah maut dan kematian itulah sebabnya dunia ini dipenuhi dengan berbagai penderitaan, tetapi Allah begitu mengasihi kita sehingga Allah mengutus Putra-Nya Tuhan Yesus Kristus untuk datang ke dunia ini dan menebus kita lewat kematian-Nya di kayu salib. Ia yang telah mati di kayu salib dan juga bangkit menang atas maut hadir untuk memberikan kepada kita kemenangan dan kelegaan.

Dalam bacaan Firman Tuhan hari ini di ayat yang ke-28 ada satu undangan yang Tuhan berikan kepada kita, “Marilah kepada-Ku semua yang letih lesu dan berbeban berat Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.” Tuhan rindu untuk memberikan kelegaan kepada kita, Tuhan rindu menjadi Tuhan dan Juruselamat dalam hidup kita, setiap masalah yang kita miliki mari kita datang dan bawa kepada-Nya. Bapak ibu yang dikasihi Tuhan apabila saat ini kita mengalami masalah dan dipenuhi dengan beban berat, sesungguhnya Tuhan menawarkan kepada setiap kita kelegaan. Dalam Firman Tuhan kelegaan itu bisa berarti tempat peristirahatan, sebuah tempat perteduhan dan didalamnya kita memperoleh damai sejahtera.

Banyak orang di dunia ini berusaha mencari damai sejahtera dengan jalannya sendiri tapi mereka tidak menemukannya, mereka berpikir kebahagiaan dan damai sejahtera ada pada harta yang berlimpah tetapi saat mereka memiliki harta yang berlimpah mereka masih tetap juga merasa kosong dalam jiwanya. Saat ini Tuhan menawarkan keselamatan bagi kita, Tuhan menawarkan kelegaan bagi kita, Tuhan menawarkan satu tempat perteduhan bagi kita, mari bilamana itu adalah kita yakni orang-orang yang penuh beban yang berat dan kita mau menyerahkan beban kita kepada Tuhan Yesus Kristus, pada saat ini terimalah Tuhan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.

Kemudian Pdt. Lisye B. Ritonga membaca Firman Tuhan di dalam Yoh 3:16, kemudian memimpin didalam doa untuk menerima Tuhan Yesus secara pribadi. Selanjutnya mengajak untuk siapa yang mau melayani Tuhan dengan membacakan Firman Tuhan dari Lukas 10:2 dan mendoakan untuk menjadi pelayan Tuhan.

Janji Kesembuhan didalam Yesus

Pdt. Boy Takoy menyampaikan Firman Tuhan tentang kesembuhan yang diambil dari Matius 8:1-4 tentang Yesus menyembuhkan seorang yang sakit kusta.

Saudara yang kekasih, dalam kehidupan kita sebagai manusia salah satu persoalan yang selalu menghantui kita dan selalu menghantam kita adalah sakit penyakit. Berhadapan dengan sakit penyakit itu kita mengalami tekanan yang luar biasa, menderita, sengsara, terjepit, bukan cuma dialami oleh orang yang sakit tapi juga orang-orang di sekitarnya. Dalam situasi demikian yang kita perlukan cuma satu yaitu kesembuhan.

Namun saudara-saudara, untuk berusaha mendapatkan kesembuhan bukanlah pekerjaan yang gampang, ada begitu banyak orang yang menghabiskan semua yang mereka punyai untuk memperoleh kesembuhan tapi kesembuhan itu tak kunjung tiba.

Bagaimana kita mencari jalan keluar? Alkitab menawarkan satu-satunya solusi  untuk keluar dari persoalan sakit penyakit yang rumit ini, hanya Yesus yang sanggup dan berkuasa untuk menyembuhkan semuanya. Sekali lagi Alkitab berkata hanya Yesus. Bagian Kitab Suci tadi bercerita kepada kita bahwa ada seorang kusta yang menderita luar biasa, sebagai seorang kusta pasti dia dikucilkan dari keluarganya bahkan dari masyarakat dan lingkungan sekitarnya, dia diisolir dan terisolir, mengalami tekanan jasmani, rohani, fisik dan mental, dia tertekan begitu luar biasa. Tentu dia sudah berupaya mencari kesembuhan ke mana-mana dan di mana-mana dengan cara apapun tetapi kesembuhan itu tidak pernah ditemukannya.

Alkitab berkata ketika Yesus lewat orang kusta itu mendengar Yesus ada, maka dia  sujud dihadapan Yesus dan memohon, Jika Tuan mau Tuan dapat mentahirkan aku.” Dia pasrahkan hidupnya kepada Yesus. Terhadap permohonannya ini Yesus berkata, “Aku mau jadilah engkau tahir.” Dan seketika itu juga tahirlah orang itu dan iapun sembuh seketika. Jelas bahwa Yesus adalah solusi dari setiap sakit penyakit dan persoalan yang ditemui, Ia menjadi Penyelamat dan Juruselamat bagi siapapun yang datang sujud menyembah dan meminta pertolongan-Nya seperti yang dilakukan orang kusta itu.

Karena itu bagi setiap kita yang merasakan dalam diri kita ada sakit penyakit solusinya datang pada Yesus, sujudlah menyembah Dia dan mintalah pertolongan-Nya. Mari kita belajar dari orang kusta ini dan memohon kepada Tuhan Yesus, Tuhan Yesus yang baik jika Tuhan Yesus mau, sembuhkanlah aku dari penyakitku.

Setelah itu Pdt. Simon Petrus Lubis memimpin doa kesembuhan dimana sebelumnya membacakan Firman Tuhan dari Yesaya 53:5 dan mengajak semua pendengar untuk membangkitkan iman dan percaya ada mujizat kesembuhan di dalam nama Tuhan Yesus dan oleh bilur-bilur Tuhan Yesus segala sakit penyakit disembuhkan.

Acara dilanjutkan dengan berdoa bagi pemerintah, keamanan dan kesejahteraan Pulau Bali dan Nusa Tenggara yang dipimpin oleh Pdt. Lisye B. Ritonga. Berikutnya berdoa bagi perekonomian, keamanan dan para tim medis dipimpin oleh Pdt. Simon Petrus Lubis.

Acara Pray For Cities Bali Nusa Tenggara diakhiri dalam doa lalu disampaikan pengumuman acara PFC berikutnya oleh Sdr. Ferry Liu. Disampaikan juga arahan pemerintah untuk lakukan protokol kesehatan dan juga informasi media sosial PFC. Demikian rangkaian acara Pray For Cities Bali Nusa Tenggara. Tuhan memberkati.[mbl/ver]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram