PFC Jawa Barat-Banten 29 Januari 2021: Janganlah Sia-siakan Waktu

Puji Tuhan Acara Pray For Cities online Jawa Barat-Banten secara online yang dapat diselenggarakan pada hari Jumat, 29 Januari 2021 dan dapat diikuti melalui Facebook, Instagram dan YouTube.

Pray For Cities online Jawa Barat-Banten kali ini dilayani oleh:

• Pdm. Manuel Da Costa, Gereja Baptis Pertama (GBP) Cabang Garut, Jawa Barat.

• Pdt. Hana Danieyati, Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Getsemani Bandung Barat, Jawa Barat.

• Pdt. Deiske Lumangkun, Gereja Gerakan Pentakosta (GGP) Alfa Omega Padalarang, Jawa Barat.

• Pdm. Agusman Zebua, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Elshadday, Banten.

• Ev. Ambarsari Purwaningsih, KPPI Ministry.

Janganlah Sia-siakan Waktu

Pdm. Manuel Da Costa membuka dalam doa lalu dilanjutkan membacakan firman Tuhan dari Efesus 5: 15- 17:

15  Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,

16  dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.

17  Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.

Waktu yang kita miliki adalah milik Tuhan, ditegaskan dari Kejadian 1:26 bahwa kita diciptakan segambar dengan Allah, karena itu hidup tidak boleh disia-siakan begitu saja, menjalani hidup harus dengan arif. Orang arif adalah orang yang mau mendengarkan nasihat sesuai dengan firman Tuhan, sementara orang bebal tidak mau mendengarkan nasihat.

Dari firman Tuhan yang disampaikan rasul Paulus ada 3 hal penting dalam hidup, yaitu:

Pertama, menghargai hidup, karena hidup milik Allah.

Kedua, sikap dalam menghargai waktu karena waktu kita adalah milik Tuhan.

Hidup percaya harus dengan sungguh-sungguh, karena Tuhan Yesus sungguh-sungguh menyerahkan diri-Nya bagi kita, sehingga pakai setiap waktu kita untuk melayani Tuhan dan bertobat sungguh-sungguh.

Ketiga, mengerti kehendak Tuhan dengan mempergunakan waktu yang ada. Tuhan menghendaki semua orang berbalik dan bertobat, Tuhan tidak ingin seorangpun binasa. Diingatkan kembali untuk sungguh-sungguh bertobat dan setia kepada Tuhan.

Selanjutnya, Pdt. Hana Danieyati berdoa bagi yang mau menerima Tuhan Yesus dan membacakan firman Tuhan dari Yohanes 3: 16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Pdt. Hana Danieyati mengajak untuk percaya kepada Tuhan Yesus dan menuntun pemirsa untuk berdoa menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Setelah itu mendoakan pemirsa untuk melayani Tuhan dan menjadi berkat dengan membacakan firman Tuhan dari Lukas 10 : 2 “Kata-Nya kepada mereka: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.”

Iman yang Menghasilkan Mujizat

Kemudian Pdt. Deiske Lumangkun melanjutkan memberitakan firman Tuhan tentang kesembuhan dari 2 Raja-raja 5:1-14 tentang Naaman seorang panglima yang disembuhkan dari sakit kusta. Pada masa itu sakit kusta termasuk kondisi yang terkutuk. Naaman datang ke Israel menemui nabi Elisa untuk meminta kesembuhan.

Untuk mengalami mukjizat kesembuhan kita harus percaya sungguh-sungguh kepada Tuhan, ada 3 unsur yang harus dilakukan :

Pertama, membutuhkan kerendahan hati untuk percaya kepada Tuhan. Pada waktu Naaman diperintahkan untuk mandi di sungai Yordan, awalnya Naaman menolak karena dia berpikir bahwa Nabi Elisa yang akan menyembuhkannya. Tetapi Naaman mau rendah hati untuk mengikuti perintah Nabi Elisa dengan mendengarkan masukan dari pengawalnya

Kedua, pikiran harus ditaklukkan kepada pikiran Tuhan dan taat kepada perintah Tuhan, jangan dibatasi oleh pikiran manusia.

Ketiga, bertindak dengan iman.

Sekalipun orang sudah rendah hati dan percaya, jika tidak bertindak, maka tidak terjadi mukjizat. Itu sebabnya, harus bertindak dan melakukan sesuai dengan firman Tuhan. Ada jaminan bagi orang percaya dalam firman Tuhan dalam 1  Petrus 2: 24 “Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.”

Kabar gembira bagi semua yang sakit, percaya kepada Yesus, terima dengan iman dan bertindak dengan iman bahwa Tuhan sudah menyembuhkan.

Selanjutnya, Pdm. Agusman Zebua mendoakan semua yang sakit, dengan terlebih dahulu membacakan kebenaran firman Tuhan dari Yesaya 53: 5 yang berkata “Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”

Dilanjutkan dengan Pdt. Hana Danieyati berdoa untuk pemerintahan daerah Jawa Barat dan Banten, mendoakan dan memberkati gubernur dan bupati beserta jajarannya, sampai pemerintahan yang terendah agar semua pemimpin takut akan Tuhan. Dan Pdm. Agusman Zebua berdoa bagi  presiden dan seluruh jajaran pemerintahaan agar diberikan hikmat dapat memimpin bangsa Indonesia semakin maju, untuk TNI Polri supaya dapat menjaga keamanan dan juga bagi perekonomian semakin membaik. Berdoa untuk para tim medis yang berada di garda depan yang menangani dan melayani pasien Covid-19.

Acara ditutup dalam doa oleh Ev. Ambarsari Purwaningsih, kemudian mengumumkan layanan call center, mengingatkan untuk mentaati himbauan pemerintah, membacakan pengumuman acara Pray For Cities berikutnya serta menginformasikan akun sosial media Pray For Cities. Tuhan Yesus Memberkati. [len/ver]

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram