Sore ini cuaca cerah sekali menyambut tiap-tiap jemaat Se-Lingkar Tambang, Kao, Halmahera Utara untuk hadir pada acara Doa Bagi Bangsa, Selasa 6 November 2018.  Pukul 18.00 wit jemaat mulai berdatangan dari Kao Utara dan sekitarnya dengan mengendarai truk besar. Terlihat wajah antusias bertemu dan mendapatkan kasih kemurahan Tuhan malam itu.

Pdt Limpong (GKMI Bori) memimpin pujian malam itu dengan antusias dan bersukacita, lagu daerah Majou menjadi suatu pemberitahuan kepada masyarakat se-Lingkar Tambang untuk hadir dalam Doa Bagi Bangsa. Kata Sambutan mengawali acara ini yang disampaikan oleh Ketua Panitia Pdt Sefnat Pattiwe (GKMI Kusu Lovra) yang menyampaikan ucapan terima kasih karena semua gereja mau terlibat dan bahu membahu sehingga terselenggara Doa Bagi Bangsa.

Selanjutnya dari perwakilan Bupati Halmahera, Drs. Yosef Papilaya selaku Assiten Pribadi 1 Bupati Halmahera Utara. Beliau menyampaikan ucapan terima kasih bagi team Jakarta dan meminta kegiatan Doa Bagi Bangsa ini dapat diselenggarakan di Ibukota Halmahera Utara yaitu Tobelo.

Pdt Sefnat Pattiwe (GKMI Kusu Lovra) membuka ibadah Doa Bagi Bangsa dengan doa pembuka. Pujian Hormat Bagi Allah Bapa mengawali ibadah pada malam itu dengan membawa hati jemaat untuk menghormati Allah Bapa yang hadir dalam ibadah. Pujian Ku Tak Pandang Dari Gereja Mana melanjutkan puji-pujian dan semua jemaat yang hadir bersukacita merasakan sekalipun berbeda denominasi maka semua bisa bersatu beribadah pada Tuhan yang sama yaitu Yesus Kristus.
Sementara pujian Aku Cinta Indonesia dimainkan oleh pemusik, hamba-hamba Tuhan diundang untuk naik ke panggung bersama berdoa syafaat bagi bangsa. Pdt Agus (Yayasan Hohidai Kusuri), Pdt Lukas Kalalo (GSJA Kao) dan Pdt Stevy (GKMI Waringin Lelewi) memimpin doa syafaat bersama seluruh jemaat dan hamba Tuhan yang hadir. Semua Pendeta berdoa bagi Presiden dan pemerintahan
Pdt David Simanjuntak (Team Pray For Cities) maju dan mengajak jemaat untuk menyembah Tuhan dengan menyanyikan lagu Allah Mengerti, Allah Peduli. Film kesaksian dari Pray For Ambon ditayangkan dan mengangkat iman tiap jemaat yang hadir untuk datang percaya pada Tuhan.
Firman Tuhan disampaikan dari Yohanes 3:16-18 mengajak tiap jemaat bertobat dan kembali kepada Tuhan penebus dosa. Mengaku bahwa sepanjang hidup telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Tapi puji Tuhan ada waktu perkenanan Tuhan untuk mereka bertobat. Malam itu hampir semua jemaat yang hadir berdiri dan bertobat di hadapan Tuhan, mengaku sebagai orang berdosa dan mengundang Yesus masuk ke dalam hati.
Sebelum doa kesembuhan Pdt Triyogo (Team Pray For Cities) mengajak jemaat menaikkan pujian Apapun Yang Terjadi, supaya tidak pernah mereka meragukan kasih Tuhan dalam hidup. Kemudian tiap jemaat yang sakit diminta maju ke depan, sebelumnya para konselor dan hamba-hamba Tuhan maju ke depan untuk siap berdoa bagi orang sakit.
Doa kesembuhan dipimpin oleh Nick Panguleng (GKMI Kusuri) dan Pdt Elisabeth Dubulie (GKMI Lovra). Sementara interviewer bagi orang sakit oleh Amon (GKMI Waringin Lelewi).
Haleluya malam itu terjadi mujizat kesembuhan, diantaranya sembuh dari sakit pinggang selama 2 tahun, hernia 2 tahun dan sakit lainnya. Para konselor sangat semangat mendoakan mereka yang sakit.
Pdt David Simanjuntak kembali maju ke panggung dan memberitakan firman tentang panggilan Allah.
Mereka yang terpanggil maju ke depan menyerahkan diri kepada Tuhan, suatu pemandangan luar biasa melihat Tuhan menemukan hamba-hambaNya yang mau melayani Tuhan.
Setelah persembahan, Sekum PGIW (Persekutuan Gereja Indonesia Wilayah) Halmahera Utara memberikan kata sambutan kepada jemaat dan mengucapkan terima kasih kepada team Jakarta. Beliau juga mengatakan PGIW siap mendukung acara Doa Bagi Bangsa dengan cakupan area lebih besar yaitu Ibukota Halmahera Utara di Tobelo. Puji Tuhan untuk kesempatan luar biasa ini
Ketua Panitia Pdt Sefnat memberikan pengumuman sekaligus menutup doa berkat untuk Doa Bagi Bangsa Se-Lingkar Tambang.
Kemuliaan bagi Nama Tuhan!!!