Hari yang dinantikan telah tiba dimana Tuhan melawat umatNya di Jakarta Utara lewat acara Doa Bagi Bangsa (DBB) yang diadakan di GKIN Taman Firdaus, Kelapa Gading pada Sabtu, 20 Oktober 2018.

Siang itu jemaat mulai berdatangan dan pukul 15.00 WIB acara pun dimulai. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu nasional “Rayuan Kelapa” sebagai tanda rasa cinta tanah air atas bangsa ini.

Pdt. Arie Assa (GKIN Taman Firdaus) selaku ketua panitia membuka acara DBB area Jakarta Utara dan  menyampaikan kepada jemaat pentingnya  berdoa bagi bangsa kita.

Doa pembuka dipimpin oleh Pdt. Kristo (Team Pray For Cities), kemudian dilanjutkan dengan votum yang dipimpin oleh Pdt. Heri Pulisir (GMIST Nazareth Bahari).

Worship Leader mengajak jemaat untuk memuji Tuhan dengan menyanyikan lagu “Ku Tak Pandang dari Gereja Mana”  dilanjutkan dengan lagu “Ku cinta Keluarga Tuhan” dan “Kukasihi Kau dengan Kasih Tuhan.” Jemaat terlihat begitu bersukacita ketika menyanyikan lagu ini. Mereka yang datang dari berbagai denominasi gereja terlihat berbaur satu dengan yang lain dan saling mengasihi.

Jemaat terus diajak memuji Tuhan dengan menaikkan pujian ” Tiba Saatnya Kami Berkumpul Bersama” dan “Zamrud Khatulistiwa”.

Doa syafaat bagi bangsa dan negara dinaikkan yang sebelumnya jemaat semua menyanyikan lagu “Aku Cinta Anak Indonesia” Jemaat menyanyikan lagu ini dengan sungguh-sungguh, merenungkan akan besarnya kasih Tuhan atas bangsa ini. Doa syafaat bagi Bangsa dan negara dipimpin oleh para Hamba Tuhan dan gembala sidang yang berasal berbagai denominasi gereja di kota Jakarta Utara, yang diwakili oleh Yunus Bira (GKIN Taman Firdaus), Caroline (GMIST Mahanaim), Pdt. Heri Pulisir (GMIST Nazareth) dan Tiurlan (Team Pray For Cities). Para hamba Tuhan menaikkan doa bagi para pemimpin bangsa ini, mulai dari Presiden sampai pada para pemimpin yang paling bawah. Juga berdoa bagi para korban bencana di Palu dan Donggala, bagi kedamaian dan kesejahteraan bangsa ini dan juga bagi anak-anak muda supaya dijauhkan dari narkoba dan free sex.

Acara dilanjutkan dengan penayangan film kesaksian kesembuhan seorang ibu yang mengalami sakit maag akut selama 1 tahun ditampilkan. Film kesaksian ini  membangkitkan iman jemaat yang hadir untuk percaya kepada Tuhan.

Sebelum pemberitaan Firman Tuhan, Pdt. Evie Kapooh  (GKIN Taman Firdaus) mengundang jemaat yang hadir dan menyaksikan acara ini melalui live streaming untuk menaruh harapannya kepada Tuhan sembari menyanyikan lagu “Ku Yakin Saat Kau Berfirman”. Jemaat dibawa untuk berharap kepada Tuhan, hati jemaat dibawa naik kepada Tuhan untuk menyembah Dia.

Pdt Epherson Hia (GSI Sukapura) membawakan Firman Tuhan dari Lukas 15: 11-13 & 21 tentang perumpamaan kehidupan anak yang sulung dan ada anak yang bungsu. Terkadang orang Kristen setelah mendapat karunia, menjual Tuhan Yesus. Setelah anak bungsu itu mendapatkan berkat, dia pergi meninggalkan Yesus. Banyak orang Kristen yang menjual Yesus. Kita berada di posisi yang mana? Anak bungsu ini meninggalkan Yesus, tetapi pada saat dia meninggalkan Yesus ada banyak persoalan yang ia hadapi.

Saat ini di Indonesia, banyak bencana yang terjadi. Ada gempa bumi, tsunami, dan tanah longsor. Siapapun kita, walaupun kita sudah jauh pergi, Tuhan mengasihi kita. Apapun dosa yang kita lakukan, dia mengasihi kita. Tuhan tidak melihat seberapa besar dosa kita karena Firman Tuhan berkata bahwa seberapa pun dosa kita, akan menjadi putih seperti salju. Tuhan telah mati di kayu salib. Dia telah membayar dosa-dosa kita di kayu salib. Oleh sebab itu, kita harus datang dan mengaku dosa kita.

Jemaat dibawa untuk menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat mereka. Sambil menyanyikan lagu “Bukan dengan Barang Fana” , jemaat datang kepada Tuhan dengan hancur hati dan mengangkat tangan mereka di hadapan Tuhan. Puji Tuhan jemaat lahir baru. Surga bersorak-sorai melihat tiap jemaat yang diselamatkan, haleluya!

Firman Tuhan dilanjutkan oleh Ev. Paul Budiyanto (Gereja Katolik Santo Lukas)  yang membawakan firman Tuhan dari Markus 10: 47-48 tentang Bartimeus. HambaNya menyampaikan bahwa Bartimeus buta sejak lahir, namun ketika dia mendengar berita bahwa Yesus akan datang melewati Yeriko, dia mau datang kepada Yesus di antara beribu-beribu orang. Tanpa lelah Bartimeus berseru ” Yesus anak Daud Kasihanilah aku”.  Sekalipun dia dihardik oleh orang-orang, termasuk murid-murid Tuhan Yesus, tetapi dia tetap berseru “Yesus anak Daud Kasihanilah aku.” Sekalipun Bartimeus buta secara fisik, tetapi hatinya tidak buta. Ia terus menerus berusaha untuk mencari Tuhan dan Tuhan Yesus mendengarkan seruannya. Jemaat diajak untuk percaya seperti Bartimeus, tidak menyerah berseru kepada Tuhan sampai Dia menjawab sembari yang sakit diundang maju ke depan untuk didoakan.

Pdt. Kristo Aritonang (Team Pray For Cities) mengundang mereka yang sakit dan mewakili keluarga yang sakit untuk maju ke depan. Juga kepada jiwa-jiwa  yang menyaksikan acara ini melalui live streaming untuk berdoa meminta kesembuhan kepada Tuhan dengan iman percaya.

Doa kesembuhan dipimpin oleh Fine (GMIST Mahanaim), Titus (Team Pray For Cities), Sarah (GBI Maranatha) dan Yusuf Farid (Team Pray For Cities). Para counsellor kemudian diminta mendoakan mereka yang sakit. Mereka mendoakan jemaat yang sakit dengan sungguh-sungguh.

Hari itu Tuhan menyatakan mujizatNya, luar biasa Dia menyembuhkan jemaatNya, sembuh dari sakit saraf kejepit selama 2 bulan, sakit lambung selama 1 tahun, sesak nafas, infeksi telinga sejak lahirnya sembuh, dan benjolan di perut selama 6 tahun dan  terasa nyeri menjadi hilang. Terpujilah Tuhan yang telah menyatakan kasih dan mujizatnya atas jiwa-jiwa yang sakit.

Setelah doa kesembuhan, Pdt. Arie Assa (GKIN Taman Firdaus) mengajak jemaat yang hadir untuk menyerahkan hidupnya kepada Tuhan dan melayani Tuhan. Sambil menyanyikan lagu “Bapa Kupersembahkan Tubuhku”, jemaat yang mau melayani Tuhan, maju ke depan untuk didoakan. Puji Tuhan, banyak jemaat menyerahkan hidup mereka untuk dipakai sebagai hamba Tuhan.
Acara dilanjutkan dengan persembahan lagu dari STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran) Marunda. Pengumuman disampaikan oleh Ev Paul Budiyanto (Gereja Katolik Santo Lukas) yang menyampaikan terima kasih atas partisipasi gereja-gereja di Jakarta Utara dan mengajak jemaat  untuk bersatu hati.
Acara DBB ditutup dengan doa oleh Pdt. Ari Asssa (GKIN Taman Firdaus).
Terpujilah Tuhan untuk segala perbuatan tanganNya yang ajaib, Haleluya!